Lirboyo Berbenah Jelang Haflah

LirboyoNet, Kediri – Momen tahunan haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Lirboyo semakin dekat, berbagai macam persiapan menyambut acara rutin sekali dalam setahun itu dikebut. Sebagai mana yang tampak di sepanjang Jalan KH. Abdul Karim Pondok Pesantren Lirboyo. Puluhan santri dengan berseragam biru sedang mengecat pagar kediaman para pengasuh(Senin/23/05).

Koordinator kegiatan Pengecatan, Baron mengatakan, “Seluruh petugas pengecatan adalah siswa kelas III Aliyah MHM, karena selain sebagai persiapan jelang Haflah Akhirussanah bulan depan, kegiatan ini juga sebagai kegiatan sosial jelang berakhirnya, kegiatan belajar kami di Pondok Lirboyo ini” Ujarnya mantab.

Berdasarkan pantauan Crew lirboyo.net Adapun area yang di cat meliputi Pagar depan, pagar belakang jeding kamar mandi, wc dan beberapa pos Jaga. Agar pelaksanaan kegiatan ini bisa lebih efisien, sekitar 50 orang santri dilibatkan, sehingga jalanan menjadi tanpak ramai riuh oleh santri yang sedang mengecat pagar-pagar Pondok. Riff

Gali Potensi Organisasi Santri, Penerangan Gelar Diklat Sehari

LirboyoNet, Kediri – Menyadari akan pentingnya pengembangan kwalitas Organisasi dikalangan santri, Seksi Pendidikan dan Penerangan Pondok Pesantren Lirboyo Gelar Diklat kepemimpinan, pelatihan singkat yang dilaksanakan jum’at siang ini (20/05) diikuti oleh 80 orang ketua Jamiyyah dari pelbagai organisasi kedaerahan yang ada di Pondok Pesantren Lirboyo.

Diklat yang mengambil Tema “Bersama kita bisa” ini menghadirkan Agus H. Reza A. Zahid sebagai Tutor tunggal, dalam paparannya, pembantu Rektor Satu Institut Agama Islam tribakti Kediri ini lebih banyak menyinggung tentang banyaknya kesalah fahaman masyarakat awan tentang tata kelola manejemen Organisasi yang ideal, “salah satu kesalahan fatal yang kerap kali menjadi pengahalang utama bagi kita kalangan nahdliyin, adalah tidak adanya target yang jelas dalam membentuk organisasi, sehingga kita menjadi lemah” ujar Gus Reza,

Alumnus Al-Ahgafh Hadramaut Yaman ini juga menambahkan seharusnya, jika kita menginginkan adanya peningkatan dalam kwalitas Jam’iyyah, kita harus memperjelas sasaran dan tujuan utama dalam berorganisasi.

Paparan Gus Reza yang ringan dan mudah dicerna, membuat seluruh peserta diklat sehari itu menjadi bersemangat, terbukti dengan banyaknya peserta diklat yang mengajukan pertanyaan seputar materi diklat. Seperti yang diungkapkan salah seorang peserta perwakilan santri Bojonegoro “Bagaimana caranya menciptakan kesadaran bagi seluruh komponen organisasi, agar mau bertugas secara ikhlas dan sadar?” Ujarnya serius, “Ada banyak cara yang harus dilakukan, yang paling ringan adalah melalui pendekatan personal, sehingga akan ada ikatan batin antara atasan dan bawahan.” Ujar Gus Reza Menjawab. riff

Pelajari Pesantren, Puluhan Siswa TK Kunjungi Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Menumbuhkan minat anak terhadap Pesantren bisa dimulai sejak dini, sebagai mana yang diakuakan oleh sekitar 55 Anak TK Ya Bunayya Trenggalek Jatim, Minggu pagi (15/05) mereka berkunjung ke Pondok Pesantren Putri Tahfidzil Qur’an Lirboyo. Acara kunjungan singkat ini diawali dengan pembukaan terlebih dahulu di Masjid Al-Hasan kawasan barat PP. Lirboyo.

Dalam sambutannya pimpinan rombangan Ustad Zainal Arifin mengatakan “salah satu tujuan kami meengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo ini adalah mengetahui secara langsung Proses belajar dan suasana yang ada dipesantren, sehingga diharapkan kedepan ada minat untuk belajar di Pondok,” Ujarnya. Ketua Pondok Pesantren Lirboyo, Imam Mustaghfirin dalam sambutannya mengatakan “Kami ucapkan selamat datang kepada siswa-siswa TK Ya Bunayya, semoga acara ini bermanfaat.”ujarnya singkat.

Acara pembukaan diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan dari Pondok Pesantren Lirboyo kepada dewan Guru TK ya Bunayya. Selanjutnya, puluhan anak-anak TK Ya Bunaayya berkesempatan melihat secara langsung proses belajar santri Putri di kelas-kelas dan juga melihat bagaimana kondisi kamar-kamar santri. Sebelum meninggalkan Lirboyo, rombonan TK Ya Bunayya beramah Tamah sejenak dengan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. A. Idris Marzuqi dan Ibu Nyai Hj. Addiniyyah Idris. rIFF

Forum Musyawarah Putri Sejatim Kembali Digelar

LirboyoNet, Kediri – Maraknya peredaran berbagai macam produk minuman berenergi akhir-akhir ini, patut mendapat perhatian, sebab menurut sebagian pemerhati masalah kesehatan, kandungan zat-zat  kimia dalam tiap kemasan, ternyata melewati ambang batas, sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pun demikian bila dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan kerusakan organ dalam manusia secara permanen. Sayangnya analisis dari praktisi kesehatan tersebut tidak mendapatkan perhatian oleh pemerintah.

Itulah salah satu dari beberapa materi pembahasan forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se Jawa Timur ke XIV. Musyawarah rutin yang dilaksanakan setahun sekali tersebut diikuti oleh seluruh Pesantren Putri di Jawa Timur dan beberapa Pesantren Putri dari Jawa Tengah. Dalam forum ini terbagi dalam tiga komisi (kelompok pembahasa.red) dan dilaksanakan mulai hari ini, rabu (11/05) hingga jumat pagi (13/05).

Kontributor lirboyo.net Ust. Hamim Hudlori melaporkan, sebanyak 350 orang peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari Mushohih, Perumus dan peserta. Pelaksanaan FMP3 yang ke XIV kali ini bertempat di Pondok Pesantren Putri Zainul Hasan Gengong Kota Probolingo Jawa Timur. Khusus dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, sekitar 80 orang mengikuti kegiatan tersebut, meliputi beberapa ustadz pendamping dan puluhan santri putri yang berada di pondok Pesantren Putri Lirboyo, seperti P3TQ, P3HM. P3HMQ dan Almahrusiyyah Putri. Guna memudahkan koordinasi, panitia penyelenggara menyewa satu unit bus dan dua unit mini bus.

Hadir dalam ceremonial pembukaan FMP3 pada selasa sore (11/05), Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim, sekaligus Tuan Rumah KH. Hasan Mutawakil Alallah, penasehat utama FMP3 sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. M. Anwar Manshur, Ketua FMP3 Jatim Agus H. Adibussoleh Anwar dan beberapa pejabat pemerintahan Kota Probolinggo.

Dalam sambutan atas nama penasehat FMP3, KH. Anwar Manshur berpesan agar para santri putri tidak hanya menjadi konsumen hukum saja, namun harus mampu menciptakan pruduk hukum, “Dimasa mendatang wanita juga harus mampu mengaktualisasikan kitab kuning ditengah-tengah masyarakat.” Ujar beliau. Selanjutnya FMp3 dibuka oleh KH. Anwar Manshur. riff

Pesantren Kilat

Perkembangan masyarakat dewasa ini menghendaki adanya pembinaan anak didik di lembaga pendidikan dilaksanakan secara seimbang antara nilai agama dan sikap.  Pengetahuan agama, kecerdasan dan ketrampilan menjadi hal yang saling berkait dan mutlak dibutuhkan semua. Akan tetapi waktu proses belajar dirasa amatlah terbatas, sehingga mengharuskan bagi siapa saja untuk bisa lebih pandai menyiasatinya agar keseimbangan ilmu umum dan agama dapat tercapai.

Sebagaimana kegiatan ekstra kurikuler diadakan dalam upaya memberikan keseimbangan ilmu salaf para santri dengan ketrampilan. Pesantren Kilat Pondok Pesantren Lirboyo adalah salah satu alternative untuk menjawab persoalan diatas. Pesantren Kilat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memberi fasilitas bagi pelajar sekolah umum yang ingin mendalami ilmu agama. Kegiatan ini mengambil moment bulan Ramadhan dan bertempat di lingkungan pondok pesantren. Hal ini disengaja dilakukan agar mereka sedikit-banyak budaya pesantren, dan Ramadhan merupakan bulan yang dikenal sebagi bulan penuh ampunan dan penuh berkah. Lokasi kegiatan ini diambilkan dekat dengan aula Al Muktamar.

Lembaga Pendidikan Islam Salaf Berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah