Tingkatkan Ukhuwah dengan Istighotsah

LirboyoNet, Kediri – Pengasuh dan  Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo, menghimbau kepada seluruh santri, Alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Lirboyo, agar hadir dalam acara Puncak Peringatan Haul dan haflah Akhirussanah Pondok dan Madrasah Hidayatul Mubtadi’en Lirboyo Kediri, yang ditandai dengan pelaksanaan Istighotsah dan Solawat kubro, yang insya Allah akan dilaksanakan pada Hari Ahad 10 Juli 2011, bertempat di Lapangan barat Komplek Aula Al Muktamar PP. Lirboyo Kediri.

Himbauan tersebut disampaikan langsung oleh KH. M. Anwar Manshur, disela-sela pelaksanaan Pengajian Kitab Al-Hikam yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis Legi (02/05/2011), di serambi Masjid Agung Lirboyo. Lebih lanjut Mbah Kyai Anwar (sapaan akrab KH. M. Anwar Manshur) menambahkan “Insya Allah yang positif hadir yaitu Habib Mundzir Al Musawa dari Jakarta dan Habib Syekh dari Solo,”, lebih lanjut Mbah Kyai Anwar menjelaskan secara singkat, profil kedua habib muda tersebut, Habib Mundzir adalah sosok figur Habib muda yang mempunyai karisma luar biasa, sehingga mempunyai jamaah yang besar dan tersebar dimana-mana dan menjadi pengasuh majelis Ta’lim bernama Majelis Rosululloh yang beranggotakan jutaan orang. Adapun Habib Syekh adalah seorang ulama Muda yang sering melantunkan Solawat, dan sudah terkenal dimana-mana. Bahkan suara emasnya sering kita dengar di kaset-kaset religi.

Mbah Yai Anwar berharap para Alumni dan seluruh simpatisan Pondok Pesantren Lirboyo, meluangkan waktunya hadir dalam kegiatan Istighotsah Kubro tersebut. Karena selain sebagai sarana bersilaturohim, kegiatan ini juga sebagai sarana meningkatkan ukhuwah diantara kaum muslimin, sebab akhir-akhir ini islam kerap kali mendapatkan cobaan yang datangnya bertubi-tubi. “Semoga dengan pelaksanaan Istighotsah ini, kita senantiasa terselamatkan dari berbagai macam bentuk bencana, terlebih lagi bencana moral.” Ujar beliau serius. riff

Ribuan Siswa MHM ikuti Muhafadlah Akhirussanah

LirboyoNet, Kediri – Sekitar 5.233 siswa MHM (Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien) mengikuti Muhafadlah Akhirussanah, yakni sebuah kegiatan rutin yang menjadi agenda tahunan MHM menjelang akhir tahun pendidikan, adapun bentuk kegiatan ini adalah ujian lisan dengan menghafalkan Nadzam/bait pelajaran dalam tingkatannya masing-masing. Muhafadlah merupakan salah satu kegiatan wajib yang harus diikuti oleh siswa MHM, karena muhafadlah merupakan salah satu syarat mengikuti ujian semester genap dan hasil yang didapat dalam Muhafadlah akan menjadi nilai dalam Raport.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama seminggu penuh ini (03-09/06) sekitar 448 Ustadz dilibatkan sebagai penguji. Terdiri ustadz dari semua pengajar di semua tingkatan, mulai dari tingkat Ibtida’iyyah, Tsanawiyyah dan Aliyah. Bahkan jika diperlukan beberapa orang pengurus pondok Pesantren Lirboyo akan dilibatkan dalam kegiatan ini.

Ketua pelaksana Muhafadlah Akhirussanah MHM tahun 2011, Ust. Saikhu Fauzi menuturkan “Hasil Muhafadlah terbagi dalam 3 kategori yakni, Jayyid, Mutawashit dan Rodi’,” ujarnya serius, lebih lanjut ustad kelahiran Blitar ini menambahkan, untuk dapat meningkuti ujian semester genap, seorang siswa miminal harus mampu melewati predikat Mutawasit, jika tidak maka seorang siswa wajib mengikuti ujian lisan ulang.

Dari pantauan crew lirboyo.net sabtu malam (04/06) sekitar 785 orang siswa kelas 5 Ibtida’iyyah sedang mengikuti Muhafadlah Akhirussanah, suasana hening terasa sangat kentara pada saat satu persatu peserta Muhafadah menghadap penyimak, namun keadaan berganti menjadi ceria tatkala mereka semua mampu melewati ujian lisan ini. riff

Santri Lirboyo Ikuti Praktikum Ru’yatul Hilal

LirboyoNet, Kediri – Tidak ada perselisihan di kalangan umat islam bahwasanya sholat menghadap ke arah kiblat adalah syarat syahnya sholat. Maka dari itu untuk mencari arah qiblat secara tahqiqi adalah harga mati.

Setelah beberapa pertemuan membahas teori tentang ru’yatul hilal dan arah qiblat, tibalah saatnya untuk menguji kemampuan para peserta kursus falak.

Tepatnya pada hari jum’at tanggal 03 Juni 2011/01 Rajab 1432 H pukul 16.00 Wis, Para peserta praktikum ru’yah mulai mengukur garis bujur, arah mata angin dan lain-lain untuk mengetahui arah qiblat.

Pelaksanaan praktikum berlokasi di lapangan sebelah selatan aula Al-muktamar Pondok pesantren Lirboyo, dan di ikuti sekitar lima puluh peserta. Para peserta praktikum ru’yah itu adalah santri lirboyo yang berasal dari berbagai daerah, agar kelak ketika pulang bisa menularkan ilmunya di daerahnya masing-masing.

Prosesi ru’yatul hilal memang yang paling tepat di laksanakan pada sore hari, karena waktu tersebut merupakan waktu Ijtima’(berkumpulnya matahari dan rembulan) selain itu juga waktu yang paling memungkinkan untuk melihat rembulan dengan mata telanjang.

Praktikum ru’yah dan pencarian arah qiblat itu di pandu langsung oleh ustadz Reza Zakaria yang mana beliau adalah termasuk anggota Tim Lajnah Falakiyyah pondok pesantren Lirboyo dan sekaligus tutor tetap kursus Lajnah Falakiyyah yang di adakan oleh seksi pramuka(Seksi yang membidangi program ekstrakurikuler) pondok pesantren Lirboyo.

Alhasil pelaksanaan ru’yatul hilal ternyata tidak sia-sia, hilal dapat terlihat dan berbentuk bulan sabit dengan ukuran yang sangat kecil dengan ketinggian 16 derajat di atas pegunungan Wilis(gunung yang berada di sebelah barat Kota Kediri). (nang)

Jelang Ujian Akhir, P3HM Gelar Muhafadlah

LirboyoNet, Kediri – Sebagai salah satu syarat mengikuti ujian akhir semester genap, Madrasah Putri Hidayatul Mubtadi’aat Lirboyo Kediri (MPHM), melaksanakan Muhafadlah Akhirussanah. Ujian lisan dengan menghafalkan bait-bait pelajaran yang menjadi kurikulum ini, dilaksanakan mulai tanggal 28 hingga 30 mei 2011. Dalam ujian lisan ini, ada tiga kategori untuk mengelompokkan prestasi siswi yakni, Rodi (rendah), Mutawashit (menengah) dan Jayyid (Baik/ sempurna).

Ketua Panitia Pelaksana Muhafadlah Akhirusanah MPHM Ust. M. Fadloli menuturkan, “Pelaksanaan Muhafadlah kali ini diikuti oleh 532 Siswi dari pelbagai tingkatan, mulai dari siswi kelas 6 Ibtida’iyyah, 1 hingga 3 Tsanawiyyah dan 1 hingga 3 Aliyah,” ujarnya singkat ketika dihubungi Crew lirboyo.net via telephone. Ustad muda asal Kabupaten Kediri ini menambahkan, jika seluruh pelaksanaan Muhafadlah kali ini ditempatkan di gedung Aula Al-Barokah kompleks P3HM.

Lebih lanjut, Ustadz Fadloli mengatakan, “Secara global, grafik pelaksanaan Muhafadlah kali ini terjadi sedikit peningkatan, meskipun tidak signifikan,” Ujarnya.

Salah seorang Ustad penyimak Muhafadlah, Ustadz Miftahul Ulum Idris mengatakan “ Alhamdulillah kemampuan menghafal para siswi sudah ada peningkatan, sehingga pada saat diuji dalam Muhafadlah akhirussanah ini, tidak ada kendala berarti,” ujarnya tersenyum.

Melihat prestasi yang dicapai para siswi ini, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat Lirboyo Kediri, KH. M. Anwar Manshur, dalam Mauidzohnya mengatakan “Prestasi kalian ini, yang baik harus kalian pertahankan, bahkan sebisa mungkin ditingkatkan, agar kemampuan kalian semakin terasah,” ujar beliau, lebih lanjut, Anggota Syuriyah PWNU Jatim ini mengatakan, “Wanita adalah tiang negara, maka jika wanita rusak, maka rusaklah moral dan akal sebuah bangsa, oleh karenanya Ahlaqul karimah kalian harus senantiasa dijaga, jangan terpengaruh oleh zaman yang semakin tidak karuan ini.”. rIFF

Sidang Panitia Kecil dihelat, Menyusun Kebijakan MHM tahun depan

LirboyoNet, Kediri – Satu lagi agenda penting MHM digelar tadi malam (22/05), Kegiatan yang bernama Sidang Panitia Kecil MHM ini, hadir seluruh Pengasuh, penasehat dan pucuk Pimpinan MHM. Diantaranya adalah KH. Abdul Aziz Manshur, KH. Anim Falahuddin Mahrus, KH. Ma’ruf Zainuddin, KH. Nurul Huda Ahmad, seluruh Mudier (Kepala) MHM dan beberapa perwakilan Pengajar MHM.

Dalam sidang yang dilaksanakan dua hari ini, beberapa agenda penting dibahas, sebagian diantaranya adalah menentukan personalia pengajar dalam tahun pelajaran yang akan datang, Mengevaluasi kinerja pengurus dan pengajar dalam satu tahun terakhir, dan menyusun kalender kerja tahun mendatang.

Sekretaris MHM yang juga notulen Sidang Panitia kecil, M. Mustofa Misbah mengatakan “banyaknya agenda yang dibahas dalam sidang tersebut membuat waktu pelaksanaan sidang menjadi lama, bahkan dibutuhkan waktu sampai dua hari,” Ujarnya Serius. Ustad muda kelahiran Lampung ini menambahkan, seluruh materi yang dibahas dalam sidang ini, akan di sampaikan kepada para seluruh pengurus dan pengajar MHM dalam sidang Besar MHM yang akan dilaksanakan awal Juli Mendatang. Riff

Lembaga Pendidikan Islam Salaf Berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah