KH. Athoillah S. A.: Memanfaatkan Waktu Liburan

waktu liburan

Kata liburan sangat manis jika terdengar di telinga siapapun. Bahkan bagi para santri liburan adalah hal yang sangat mereka nanti-nanti. Karena bisa beristirahat sejenak dari padatnya kegiatan yang ada di pondok. Tetapi perlu kita ingat kembali nasihat masyayikh tentang cara memanfaatkan waktu liburan kita.

Dalam salah satu acara di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat yakni Haul dan Haflah ke-38 KH. Athoillah menyampaikan beberapa nasihat dari masyayikh.

Liburan Adalah Kesempatan Menyicil Hafalan dan Tulisan

KH. Athoillah menyampaikan: “Waktu yang sangat panjang untuk liburan, maka supaya ini betul-betul dimanfaatkan sebaik mungkin waktu liburan ini… digunakan untuk nyicil hafalan kemudian nyicil tulisan-tulisan agar nanti di bulan Syawal sampean kembali ke Pondok sampean sudah banyak (tabungan), nggak garingan.”

Baca juga: Menjaga Akhlak di Mana Pun Berada: Pesan KH. M. Anwar Manshur untuk Santri Lirboyo

Nasihat beliau sangat perlu kita laksanakan ketika liburan karena akan sangat berdampak ketika di pondok. Kita akan merasa lebih mudah serta lebih fokus dalam memahami pelajaran. Selain itu hal itu juga menjaga kegiatan di rumah kita untuk tetap positif.

Disiplin Waktu: Jangan Molor Pulang ke Pondok

Dawuh berikutnya menyambung poin penting:“Sering disampaikan oleh pengasuh (KH. M. Anwar Manshur) panjenengan supaya betul-betul disiplin, waktunya kembali ke pondok jangan sampai molor.”

Di dunia pesantren, jadwal pulang bukan sekadar jadwal yang sudah pengurus atur di kalender. Tetapi lebih dari itu, ketika datang telat maka akan ada hal-hal yang tertinggal, seperti pelajaran proses adaptasi dll.

Baca juga: KH. Nurul Huda Ahmad: Kunci Mendapatkan Ilmu

Datang tepat waktu setelah liburan juga mencerminkan adab terhadap guru serta kepatuhan pada aturan. Ibarat kata kita yang menunggu guru datang bukan guru yang menunggu kedatangan kita. Jika kita terlambat maka pasti guru akan bertanyan kenapa kita tidak masuk dll.

Menyambut Syawal dengan Bekal, Bukan Alasan

Kedua dawuh ini bertemu pada satu garis utama: santri harus pulang ke pondok dengan tepat waktu, hafalan dan tulisan bertambah. Serta jangan lupa untuk selalu menata niat ketika akan berangkat ke Pondok Pesantren.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses