Tag Archives: harga mati

Khutbah Jumat: Mencintai Tanah Air, Melaksanakan Ajaran Nabi

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ.

Jama’ah Jumat Rohimakumulloh…

Ketika seseorang mencintai sesuatu, pasti dia akan memberikan yang terbaik untuk sesuatu itu.
Ketika Anda mencintai suatu hal, pasti anda akan melakukan yang terbaik untuk hal itu.
Demikian pula dengan cinta tanah air.
Ketika Kita meningkatkan rasa cinta Kita terhadap tanah air, maka kita akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kontribusi terhadap kemajuan Negara Kita.

Jama’ah Jumat Rohimakumulloh…

Cinta tanah air merupakan bagian dari teladan Rosululloh S.A.W.
Alloh S.W.T. berfirman:

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ ۚ…(85

Artinya: “Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (Mekah). …” (Q.S. Al-Qashash; 85)

Ayat ini turun ketika Rosululloh S.A.W. termenung saat meninggalkan kota Mekah dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Seakan beliau berat meninggalkan kota Mekah yang merupakan tanah air sekaligus tempat kelahiran beliau.
Ayat tersebut merupakan janji Alloh untuk mengembalikan Rasululloh ke Mekah. Janji tersebut terlaksana dengan adanya peristiwa penaklukan kota Mekah.

Dalam tafsir Ruhul Bayan, Imam Isma’il Haqqi, Al-Hanafi Al-Khalwati saat menafsirkan ayat tersebut beliau menerangkan:

وَفِي تَفسِيرِ الآيَةِ إِلَى أَنَّ حُبَّ الْوَطَنِ مِنَ الْإِيمَانِ. وَكَانَ عَلَيهِ السَّلَامُ يَقُولُ كَثِيرًا: “اَلوَطَنَ اَلوَطَنَ”, فَحَقَّقَ اللهُ سُؤْلَهُ

Artinya: “Dalam tafsir ayat di atas, ada isyarah bahwa sesungguhnya cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Rasululloh Saw. sering berkata:Tanah air, tanah air’. Lalu Allah pun mengabulkan permohonan beliau.”

Jama’ah Jumat rohimakumulloh…
Seandainya dalam hati penduduk suatu negara tidak tertanam rasa cinta terhadap tanah air, maka negara akan mudah terpecah belah. Jika negara terpecah belah, maka negara akan direbut dan dikuasai oleh negara lain.

Dalam tafsir ayat tadi, Imam Isma’il menyertakan nasehat sayidina ‘Umar bin Khattab Ra.:

لَولَا حُبُّ الوَطَنِ لَخُرِّبَ بَلَدُ السُّوءِ, فَبِحُبِّ الأَوطَانِ عُمِرَةِ البُلْدَانُ.

Seandainya tidak ada kecintaan terhadap tanah air, maka negara gagal akan dirusak. Maka, dengan cinta tanah air, negara-negara dapat dimakmurkan.”

Rasa cinta terhadap tanah air tidak berarti menjadikan Negara muslim tersekat-sekat. Justru dengan cinta tanah air Rasululloh bisa membuat umat muslim bersatu saling membantu untuk menciptakan tatanan kehidupan yang lebih maju.

Ajaran cinta tanah air ini juga diperkuat oleh Sabda Nabi:

وَاللهِ إِنَّكِ لَأَحُبُّ أَرْضِ اللهِ تَعَالَى إِلَى اللهِ وَأَحَبُّ أَرضِ اللهِ تَعَالَى إِلَيَّ, وَلَولَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ.  (رَوَاهُ أحْمَدُ)

Artinya: “Demi Allah sesungguhnya engkau (Makah) adalah bumi Allah yang paling dicintai Allah dan aku. Andai pendudukmu tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan keluar (hijrah).” (H.R. Ahmad).

Jama’ah Jumat Rohimakumulloh…

Dalam bulan bersejarah ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan dan keimanan kita melalui rasa cinta terhadap tanah air.

Dengan mencinta tanah air, kita melaksanakan ajaran Nabi.

Dengan mencintai tanah air, kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita.

Dengan mencintai tanah air, kita memajukan dan mensejahterakan Negara Kita dan Negara-negara saudara kita sesama Muslim.

بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بفهمه إنه هو البر الرحيم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

Bergeraklah! Indonesia Membutuhkan para Santri!

Orasi Kebangsaan dalam Tasyakuran Kemerdekaan Republik Indonesia & Doa untuk Para Pahlawan, Pondok Pesantren Lirboyo, Rabu, 16 Agustus 2017.

Oleh: Agus HM. Adibussholeh Anwar

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم, بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله الذى هدانا على دين الإسلام والإيمان وأنعم علينا فتح بلدتنا الإندونيسى والصلاة والسلام على أشرف المرسلين سيدنا ومولانا محمد صلّى الله عليه وسلّم وعلى آله وصحبه أجمعين, أمّا بعد

 

Yang kami muliakan, segenap pengasuh, masyayikh dan dzurriyyah Pondok Pesantren Lirboyo,

Yang kami hormati, segenap pengurus-pengajar Pondok Pesantren Lirboyo dan Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien,

Para santri yang berbahagia,

Pertama, marilah kita menghaturkan puji syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT atas segala takdir-Nya, sehingga pada kesempatan malam hari ini kita dapat berkumpul di aula Al-Muktamar untuk bersama-sama mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat agung-Nya yang berupa Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 silam, pada hari Jumat bulan Ramadan, sekaligus untuk bersama-sama mengungkapkan terimakasih yang tiada terhingga kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Kita semua berkumpul di sini untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT, agar darma bakti para pahlawan diterima oleh Allah SWT serta semoga Indonesia terus dan senantiasa merdeka dalam segala hal. Amin.

Selanjutnya, sholawat beserta salam, semoga senantiasa tercurahkan ke haribaan junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang selalu kita harapkan syafa’atnya, terutama syafa’at udhmanya kelak di hari kiamat. Semoga kita semua diakui sebagai umatnya. Amin.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Sudah saatnya kita berbenah diri. Kita sebagai generasi muda wajib menumbuhkan jiwa nasionalisme agar selalu menyala. Kita sebagai seorang santri jangan hanya berpangku tangan. Bergeraklah! Belajarlah! Istiqamahlah dalam mengaji. Berdakwahlah! Karena Indonesia membutuhkan para santri!

Padamu negeri kami berjanji, padamu negeri kami berbakti.

Padamu negeri kami mengabdi, bagimu negeri jiwa raga kami.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Bangga terhadap Indonesia bukan sombong, tapi merupakan bentuk rasa syukur pada Allah Swt. Hormat kepada Merah Putih bukan syirik, tapi ungkapan rasa syukur pada Allah Swt, untuk memiliki bangsa Indonesia. Bendera Merah Putih adalah harga diri bangsa, kehormatan bangsa. Cinta NKRI tidak hanya dilaksanakan pada 17 Agustus saja, tetapi harus diwujudkan setiap saat.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Kita sebagai anak bangsa sudah seharusnya memasang gambar para pahlawan kemerdekaan, baik yang punya andil secara langsung ataupun tidak, seperti para Wali Songo. Walisongo telah memerdekakan kita dari sifat jahiliyah. Hormat kita kepada Tjut Njak Dien, Pangeran Diponegoro, Jenderal Soedirman, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbulloh, KH. Bisri Syansuri, KH. Wahid Hasyim, Proklamator Kemerdekaan bangsa, dan para ulama. Pasang gambar beliau-beliau sebagai bentuk penghormatan kita kepada beliau. Juga agar setiap orang yang melihat gambar itu selalu terkenang dengan semangat para pahlawan tersebut dalam membela negara, dan memerdekakan negara. Semangat yang dimiliki para pahlawan itulah yang perlu dikenang dan diamalkan di era sekarang ini, bahwa mereka yang sudah meninggal itu, ternyata masih memberikan semangat untuk membangun negara. Merak yang sudah syahid, tidak tinggal diam utntuk bangsa dan generasi penerusnya.

Hadirin yang berbahagia,

Pancasila merupakan ideologi negara yang mampu melindungi pluralitas yang ada, memperkokoh pertahanan nasional dan NKRI, karena Pancasila dimiliki oleh semua warga negara. Bila Pancasila itu tumbuh pada diri setiap anak bangsa, serta diperkokoh oleh agama, maka kekuatan, kesatuan dan persatuan semakin erat terjalin dan tidak akan mudah digoyahkan.

Terakhir kita harus bangga sebagai santri Lirboyo, karena dalam sejarahnya Lirboyo mempunyai andil besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Demikian Orasi Kebangsaan yang bisa kami sampaikan, semoga dapat menjadi penggugah dan pendorong kita untuk terus bersemangat meneruskan perjuangan para pendahulu. Apabila ada kehilafan dan kekurangannya, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

والله الموفق الى أقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Bahtsul Masail HIMASAL: NKRI Sudah Final!

LirboyoNet, Kediri – Seperti yang telah diagendakan sebelumnya, Himpunan Alumni SantriLirboyo (HIMASAL) berencana melaksanakan bahtsul masail khusus bagi alumni Pondok Pesantren Lirboyo pada Rabu-Kamis, 22-23 Maret 2017 M./23-24 Jumadal Akhirah 1438 H. nanti. Pelaksanaan bahtsul masail ini menjadi salah satu agenda Bahtsul Masail Kubro (BMK) Pondok Pesantren Lirboyo, sehingga selain  diikuti oleh para santri dan undangan dari berbagai pesantren, bahtsu ini nantinya juga diharapkan semakin ramai dengan keikutsertaan para alumni.

Redaksi LirboyoNet pada Senin (06/03) lalu menemui Agus HM. Ibrohim A. Hafidz, Rois ‘Am Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Lirboyo guna mendapatkan informasi terkait bahtsul masail ini.

Apa yang mendasari pelaksanaan bahtsul masail HIMASAL ini?

Mulanya, di dalam agenda HIMASAL, bahtsul masail akan terlaksana setiap lima tahun sekali. Namun, akhir-akhir ini, ada desakan dari para alumni yang merasa bahwa untuk mengakomodir dan memformulasi permasalahan yang aktual, tidaklah cukup dirumuskan lima tahun sekali. Maka kemudian HIMASAL mencoba mewadahi permasalahan alumni ini dengan mengadakan bahtsul masail HIMASAL padaakhir tahunini.

Apa tema besar yang diangkat dalam bahtsul masail kali ini?

Kami mengangkat isu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Tujuannya, memberikan wawasan kebangsaan kepada para alumni.

Kenapa harus NKRI?

Mengenai ini, kami lebih melihat isu-isu terkini yang beredar di sekitar kita. Seperti diketahui, situasi dan kondisi negara saat ini membutuhkan perhatian khusus dari para pemerhati, termasuk dari para alumnus pesantren ini. Bagaimana permasalahan-permasalahan yang ada seperti kecintaan pada negara mulai luntur, dan adanya rongrongan pihak-pihak yang tidak senang dengan keutuhan negara kita. Apalagi, ada yang memanfaatkan unsur-unsur keagamaan untuk mewujudkan keinginan-keinginan buruk itu. Para alumni harus mempunyai rumusan yang pasti dan teguh untuk menghadapi permasalahan ini.

Kami juga melihat fakta bahwa ada beberapa pesantren dan lembaga keagamaan yang mulai mempertanyakan kembali, apakah NKRI benar-benar menjadi harga mati? Kenapa tidak mengkaji ulang konsep yang ditawarkan Islam, seperti khilafah dan semacamnya? Kita akan membahas ini. Seperti yang kita ketahui bersama, kerusuhan dan carut-marut yang terjadi di sebagian Timur-Tengah, seperti perang saudara berawal dari keraguan akan sistem pemerintahan yang telah berjalan. Kemudian, dengan agresif menuntut perubahan drastis. Kasus ini kemudian berkembang pada isu takfiri, yakni mudah mengkafirkan orang lain.

Juga, kita sama memahami apa yang terjadi di dalam media sosial. Perang opini yang saling dilemparkan sangat memprihatinkan.Yang membuat kami lebih prihatin adalah para korban opini itu bukan hanya masyarakat awam, tapi juga santri dan alumni pesantren yang notabene telah mendapat pendidikan cinta kepada negara.

Kenapa isu kebangsaan menjadi se-urgen itu di mata pesantren Lirboyo?

Perlu diketahui bersama, apa yang sedang aktual terjadi di negara ini sangat meresahkan para masyayikh kita. Beliau-beliau menganggap keutuhan dan persatuan negara berada dalam situasi yang genting. Gangguan dan rongrongan terhadap institusi, bahkan konstitusi negara sudah tidak main-main. Para masyayikh tidak ingin apa yang terjadi di Timur-Tengah juga melanda Indonesia. Analisa dari pihak-pihak terpercaya mengatakan gangguan itu sudah menjalar ke berbagai lapisan masyarakat dan politik.

Islam wajib memperhatikan ini semua. Bukan hanya itu, islam juga wajib melindungi negara dari gangguan apapun. Bukan malah mendirikan sistem baru. Apalagi khilafah. Dalam kasus negara kita, tawaran berupa khilafah ini samasekali tidak diizinkan oleh islam. Semua santri, terutama alumni ponpes Lirboyo, wajib mengetahui dan meyakini bahwa apa yang telah dirumuskan pendahulu bangsa adalah keputusan terbaik.

Dengan dijadikannya tema kebangsaan sebagai titik tolak utama dalam bahtsul masail HIMASAL kali ini, apa harapan dari pondok pesantren Lirboyo?

Pertama adalah menyatukan visi-misi. Seluruh alumni harus satu pandangan dalam menghadapi berbagai kasus, terutama kasus ini. Hal ini penting agar lingkungan dan masyarakat tempat para alumni tinggal dapat dikoordinir dengan baik oleh para alumni. Tidak muncul keresahan dan kebingungan yang tidak perlu.

Selanjutnya, para alumni harus kokoh dan teguh memegang prinsip yang telah dirumuskan oleh masyayikh di atas, bahwa apa yang dicanangkan pendahulu bangsa adalah hasil renungan terbaik. Maka harus kita bela dan perjuangkan dengan sekuat tenaga. Adapun dalam menghadapi permasalahan pelik ini, kita harus mengikuti apa yang didawuhkan masyayikh, yakni tetap bil hikmah dan mauidhah hasanah. Dengan prilaku dan komunikasi yang baik.

Terakhir, pesan dari para masyayikh adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipertahankan seperti layaknya yang dilakukan para kiai dan santri dahulu. Karena dengan negara yang aman, kondusif, visi pesantren berupa ta’lim dan ta’allum (persebaran ilmu pengetahuan) akan dapat berjalan lancar dan nyaman.][