Tag Archives: iddah

Suami Meninggal, Bolehkah Wanita Iddah Keluar Rumah?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana hukumnya seorang wanita iddah karena meninggalnya dunia beraktivitas di luar rumah dan apa saja ketentuan yang harus diperhatikan? Terima kasih, mohon penjelasannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Shantia, Semarang)

_______________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Iddah merupakan sebuah penantian perempuan setelah berpisah dengan suaminya, baik dikarenakan meningal dunia atau perceraian. Khusus iddah yang disebabkan karena meninggalnya suami, ada ketentuan lain yang harus dijalani, tidak keluar rumah kecuali dalam dua keadaan.

Pertama ialah hajat, seperti kebutuhan untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari, kebutuhan menghibur diri untuk menghilangkan kejenuhan, serta kebutuhan lain. Kedua ialah darurat, seperti adanya bahaya yang mengancam keselamatan wanita iddah tersebut, baik terhadap dirinya, keluarganya, maupun hartanya. Imam al-Ghazali menjelaskan dalam salah satu kitabnya yang berjudul Al-Aziz Syarh al-Wajiz:

 وَيَجُوْزُ لَهَا مُفَارَقَةُ الْمَسْكَنِ بِعُذْرٍ ظَاهِرٍ لِحَاجَةِ الطَّعَامِ أَوْ خَوْفِ المَالِ وَالنَّفْسِ

Boleh bagi wanita iddah untuk keluar rumah disebabkan uzur yang jelas karena kebutuhan untuk makanan sehari-hari atau karena kekhawatiran adanya bahaya pada harta atau dirinya.”[1]

Apabila seorang wanita iddah sedang bekerja maka diperbolehkan apabila memang menjadi tulang punggung keluarga serta jalan satu-satunya untuk memenuhi kebutuhannya, bukan untuk memperkaya diri. Syekh Ibrahim al-Bajuri menegaskan:

وَيَحْرُمُ أَيْضًا الْخُرُوْجُ لِلتِّجَارَةِ لِإسْتِنْمَاءِ مَالِهَا وَنَحْوِ ذَلِكَ

Dan diharamkan juga keluar rumah untuk berniaga yang bertujuan hanya untuk meningkatkan kekayaan harta dan sesamanya.”[2]

Apabila demikian, wanita iddah yang disebabkan meninggalnya suami boleh untuk keluar rumah dengan syarat tidak bersolek yang berlebihan, tidak memakai wangi-wangian, serta tidak berpakian mencolok yang menimbulkan fitnah. Sebagaimana penjelasan Abu Ishaq as-Syirazi dalam kitab al-Muhadzdzab:

اَلْإِحْدَادُ تَرْكُ الزِّيْنَةِ وَمَا يَدْعُوْا إِلَى الْمُبَاشَرَةِ وَيَجِبُ ذَلِكَ فِي عِدَّةِ الْوَفَاةِ

Ihdad ialah meninggalkan bersolek dan setiap hal yang dapat menarik pada birahi.[3] []waAllahu a’lam


[1] Al-Aziz Syarh al-Wajiz, IX/509.

[2] Hasyiyah al-Bajuri, II/183.

[3] Al-Muhadzdzab, III/129.