HomePojok LirboyoGus Ipul: Kiai Aziz Menitipkan Nasib Petani dan Buruh

Gus Ipul: Kiai Aziz Menitipkan Nasib Petani dan Buruh

0 0 likes 703 views share

LirboyoNet, Jombang – Peringatan tujuh hari wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur berlangsung cukup khidmat. Cuaca malam itu memang mendung. Namun tidak menyulutkan semangat jamaah untuk menghadiri acara yang digelar di kompleks Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Paculgowang, Jombang, pada Ahad (13/12). Beberapa ulama, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat hadir. Nampak Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, juga turut hadir dalam acara ini.

Tepat pukul 19.35 WIB, acara tujuh hari dibuka oleh KH. Nurul Huda Ahmad, Slumbung, Kediri. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. M. Anwar Manshur, Lirboyo. Gema tahlil terdengar dari berbagai sudut jamaah yang memadati lokasi acara. Ribuan jamaah khusyuk berdzikir dan mendoakan KH. M. Abdul Aziz Manshur, kiai yang dikenal dekat dengan masyarakat bawah itu.

Dalam sambutan keluarga, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menuturkan, “Kiai Aziz adalah sosok kiai yang istiqomah, senantiasa memikirkan umat, dan berjasa banyak untuk kemajuan Pondok Pesantren Lirboyo khususnya. Kita semua merasa sedih dan gelisah atas kepergian beliau. Mudah-mudahan putra beliau, Agus HM. Shobih Al Mu’ayyad diberikan kekuatan, keikhlasan, dan istiqomah meneruskan perjuangan ayahandanya.”

Lebih jauh Kiai Kafabihi menceritakan, salah satu murid Kiai Aziz ialah Dr. Ahsin Sakho Muhammad, pakar ilmu Alquran. Di mata Dr. Ahsin, Kiai Aziz adalah sosok guru yang luar biasa. Seringkali ketika mengajar, Kiai Aziz menyelipkan syair dan sempat diabadikan oleh Dr. Ahsindi dalam kitabnya waktu itu. Namun kitab tersebut hilang saat ia kuliah di Mekkah.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, dalam sambutannya menekankan betapa persatuan antara ulama dan masyarakat harus tetap terjaga. Seperti pada acara malam ini, kiai bisa duduk bersama dengan masyarakat luas. Pemandangan semacam ini tidak bisa dijumpai di negara lain. Gus Ipul menambahkan, “Setiap kali berjumpa dengan Kiai Aziz, beliau selalu menitipkan kepada saya untuk benar-benar memerhatikan nasib petani, nasib buruh, dan nasib lembaga pendidikan Islam. Dengan luasnya akses yang dimiliki, sebenarnya bisa saja beliau memperkaya diri. Tetapi beliau selalu mementingkan umat. Beliau adalah sosok kiai pembela umat.”

Ribuan santri Lirboyo khidmat dalam peringatan tujuh hari KH. M. Abdul Aziz Manshur, dipimpin oleh KH. A. Habibullah Zaini.

KH. A. Habibullah Zaini memimpin tahlil tujuh hari wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur di Ponpes Lirboyo.

Sementara di Ponpes Lirboyo juga diadakan kegiatan serupa. Hanya, acara digelar lebih sederhana. Sekitar pukul 21.45 WIs, KH. A. Habibullah Zaini melangkah memasuki Masjid Lawang Songo. Diawali dengan tawasul dan pembacaan tahlil, malam itu Yai Habib, sapaan akrab beliau, juga meminta santri membaca surat Yasin.

Selepas doa, Yai Habib mengisahkan sosok almaghfurlah Kiai M. Abdul Aziz Manshur kepada para santri. “Yai Aziz niku kawit alit sampun nderek ngramut pondok Lirboyo (Yai Aziz sejak kecil sudah ikut merawat pondok Lirboyo),” tambah beliau. ][