Kebakaran merupakan musibah yang dapat terjadi kapan saja dan menimbulkan kerugian besar. Dalam situasi seperti itu, kita, barang tentu perlu berusaha memadamkan api dengan cara-cara yang memungkinkan. Namun selain ikhtiar lahiriah, Islam juga mengajarkan ikhtiar batin berupa doa dan dzikir kepada Allah Swt.
Menariknya, Rasulullah saw. memberikan tuntunan khusus mengenai bacaan yang dianjurkan ketika seseorang menyaksikan kebakaran. Tuntunan ini merupakan riwayat yang Imam An-Nawawi cantumkan dalam kitabnya, Al-Adzkar an-Nawawi.
Lalu, apa doa dan dzikir yang dianjurkan ketika melihat kebakaran?
Membaca Takbir Saat Melihat Kebakaran
Imam an-Nawawi meriwayatkan dalam kitab Al-Adzkar sebuah hadis dari kitab Ibnu Sunni:
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِذَا رَأَيْتُمُ الْحَرِيقَ فَكَبِّرُوا فَإِنَّ التَّكْبِيرَ يُطْفِئُهُ
“Apabila kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah, karena sesungguhnya takbir dapat memadamkannya.”
Berdasarkan hadis tersebut, apabila kita melihat kebakaran maka kita hendaknya memperbanyak takbir dengan mengucapkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allāhu Akbar
“Allah Mahabesar.”
Baca juga: Doa Masuk Pasar: Keutamaan dan Hikmah Berzikir di Tengah Sibuknya Dunia
Mengapa Bacaan Takbir?
Para ulama memberikan penjelasan menarik mengenai hikmah membaca takbir ketika melihat api yang berkobar.
Dalam kitab Futuhat ar-Robbaniyah, syarah kitab Al-Adzkar, dijelaskan bahwa api yang menyala sering kali menggambarkan kekuatan dan dominasi yang tampak di hadapan manusia. Namun sebesar apa pun kobaran api, semuanya tetap berada di bawah kekuasaan Allah Swt.
Karena itu, ketika seorang muslim mengucapkan takbir, ia sedang mengingat bahwa Allah adalah Yang Mahabesar dan Mahakuasa atas segala sesuatu ketimbang apa yang ada di hadapannya saat itu.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Al-Hady menjelaskan bahwa api merupakan unsur asal penciptaan setan. Selain itu, kebakaran sering melahirkan kerusakan yang luas, sementara kerusakan merupakan salah satu sifat yang setan sukai. Sehingga, api dan setan sama-sama memiliki kecenderungan kepada dua hal, yaitu kesombongan dan kerusakan. Oleh sebab itu, ketika seorang muslim mengagungkan Allah melalui takbir, maka kebesaran Allah akan menghancurkan pengaruh setan dan melemahkan sebab-sebab kerusakan tersebut.
Beliau bahkan menyebut bahwa banyak ulama dan orang saleh yang telah mencoba amalan ini dan merasakan manfaatnya.
Doa Saat Menyaksikan Kebakaran
Selain membaca takbir, seorang muslim juga hendaknya membaca doa ketika menghadapi musibah kebakaran.
Salah satu doa yang Rasulullah saw. ajarkan adalah:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma rahmataka arju, fala takilni ila nafsi tharfata ‘ain, wa ashlih li sya’ni kullahu, la ilaha illa anta.
“Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan. Maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.”
Doa ini sangat relevan kita baca tatkala menghadapi situasi yang mengkhawatirkan, termasuk saat terjadi kebakaran.
Selain itu, hendaknya kita juga membaca Ayat Kursi dan Penutup Surat Al-Baqarah
Baca juga: Dauroh Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo Bahas Urgensi Ilmu Mantik dalam Kajian Syariat
Dalam riwayat lain, Ibnu Sunni menyebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ وَخَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ عِنْدَ الْكَرْبِ أَغَاثَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Barang siapa membaca Ayat Kursi dan ayat penutup Surat Al-Baqarah ketika mengalami kesusahan, maka Allah akan menolongnya.”
Karena itu, ketika menghadapi musibah atau situasi yang menegangkan, seorang muslim hendaknya memperbanyak bacaan Ayat Kursi serta dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah sebagai bentuk permohonan pertolongan kepada Allah Swt.
Dzikir Rasulullah Saat Menghadapi Kesulitan
Selain doa di atas, Rasulullah saw. juga memiliki dzikir khusus yang sering beliau baca ketika menghadapi kesulitan.
Doa tersebut tercantum dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim sebagaimana berikut:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Lā ilāha illallāhul-‘Azhīmul-Halīm, lā ilāha illallāhu Rabbul-‘Arsyil-‘Azhīm, lā ilāha illallāhu Rabbus-samāwāti wa Rabbul-ardhi wa Rabbul-‘Arsyil-Karīm.
“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan Pemilik Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Pemilik Arsy yang mulia.”
Dzikir ini mengingatkan seorang muslim bahwa segala sesuatu pada hakikatnya berada dalam kekuasaan Allah Swt., termasuk musibah yang sedang terjadidi depan mata.
Baca juga: Istighotsah Akhir dan Awal Tahun 1448 H oleh Ribuan Santri Lirboyo
Ikhtiar dan Doa Saat Terjadi Kebakaran
Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha lahiriah dan ikhtiar batiniah. Karena itu, ketika melihat kebakaran, hendaknya kita tidak hanya berdoa. Tapi juga segera mengambil tindakan, melakukan langkah penyelamatan, menghubungi petugas terkait, membantu proses evakuasi, dan menjaga keselamatan diri serta orang lain.
Pada saat yang sama, barulah kita dapat memperbanyak takbir, membaca doa saat menghadapi kesusahan, membaca Ayat Kursi, serta berdzikir kepada Allah Swt.
Dengan demikian, tindakan kita sebagai seorang muslim ketika menghadapi suatu musibah bukan hanya terimplementasikan lewat gerak tubuh saja, tapi juga kesadaran jiwa bahwa segala sesuatu senantioasa berada dalam kuasa Allah Swt.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
