Amalan Hari Asyura untuk Memohon Perlindungan Sepanjang Tahun

Amalan Hari Asyura Amalan Hari Asyura

Hari Asyura atau tanggal 10 Muharam merupakan salah satu hari istimewa dalam kalender Islam. Selain terkenal karena anjuran puasa Asyura, para ulama juga menjelaskan berbagai amalan Hari Asyura berupa doa, dzikir, dan ibadah untuk mengisi hari mulia tersebut.

Di samping itu, sejumlah ulama juga menyebut beberapa amalan yang diharapkan menjadi sebab datangnya perlindungan Allah dari berbagai keburukan sepanjang tahun.

Lalu, apa saja amalan Hari Asyura yang dapat kita amalkan?

Baca juga: Doa Masuk Pasar: Keutamaan dan Hikmah Berzikir di Tengah Sibuknya Dunia

Doa pada Sepuluh Hari Pertama Muharam

Salah satu amalan Hari Asyura adalah membaca doa perlindungan sejak tanggal 1 Muharam hingga tanggal 10 Muharam.

Doa tersebut hendaknya kita baca sebanyak tiga kali setiap hari selama sepuluh hari pertama bulan Muharam. Dalam beberapa kitab Kanzu an-Najah wa as-Surur, terdapat keterangan yang menjelaskan bahwa doa ini memiliki faidah penjagaan dari berbagai gangguan setan dan keburukan yang mungkin terjadi sepanjang tahun.

Berikut teksnya:

.اللهم إِنَّكَ قَدِيمٌ وَهَذَا الْعَامُ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ وَسَنَةٌ جَدِيدَةٌ قَدْ أَقْبَلَتْ. نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا ، وَنَسْتَكْفِيكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا فَارْزُقْنَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ

.اللهم إِنَّكَ سَلَّطْتَ عَلَيْنَا عَدُوا بَصِيراً بِعُيُوبِنَا وَمُطَّلِعاً عَلَى عَوْرَاتِنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِينَا وَمِنْ خَلْفِنَا وَعَنْ أَيْمَانِنَا وَشَمَائِلِنَا يَرَانَا هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا نَرَاهُمْ

اللهم آيسْهُ مِنَّا كَمَا آيَسْتَهُ مِنْ رَحْمَتِكَ وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَهُ مِنْ عَفْوِكَ وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا حُلْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَغْفِرَتِكَ إِنَّكَ قَادِرٌ عَلَى ذَلِكَ وَأَنْتَ الْفَعَّالُ لِمَا تُرِيدُ وصَلَّى اللهُ عَلَى .سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Ya Allah, Engkau Maha Dahulu (tanpa permulaan), sedangkan tahun ini adalah tahun yang baru tiba. Kami memohon kepada-Mu segala kebaikannya, berlindung kepada-Mu dari segala keburukannya, dan memohon kecukupan pada-Mu dari berbagai kesibukan dan musibah yang terjadi di dalamnya. Maka anugerahkanlah kepada kami penjagaan dari godaan setan yang terkutuk.

Wahai Allah, sungguh Engkau yeng berkuasa atas musuh kami, mereka mengetahui aib-aib kami dan melihat kelemahan-kelemahan kami, menyerbu kami dari depan, belakang, kanan, dan kiri kami. Ia bersama golongannya mengamati kami dari tempat yang kami tidak dapat melihat mereka.

Ya Allah, jadikanlah ia berputus asa terhadap kami sebagaimana Engkau telah menjadikannya berputus asa dari rahmat-Mu. Putuskanlah harapannya terhadap kami sebagaimana Engkau telah memutuskan harapannya dari ampunan-Mu. Jauhkanlah antara kami dan dirinya sebagaimana Engkau telah menghalangi antara dirinya dan ampunan-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala itu, dan Engkaulah Yang Maha Berbuat apa yang Engkau kehendaki. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau.”

Menghidupkan Malam Asyura dengan Ibadah

Selain membaca doa perlindungan, para ulama juga menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam Asyura dengan berbagai bentuk ketaatan.

Seseorang dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, bersalawat, beristighfar, maupun melaksanakan ibadah sunnah lainnya. Sebab, malam Asyura terkenal sebagai salah satu malam yang penuh keberkahan dan menjadi momentum untuk memperbanyak munajat kepada Allah Swt. Karena itu, daripada mengisi malam tersebut dengan aktivitas yang kurang bermanfaat, kita bisa mengisinya dengan memperbanyak amal saleh.

Baca juga: Dauroh Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo Bahas Urgensi Ilmu Mantik dalam Kajian Syariat

Amalan Malam Asyura

Imam Ad-Dairabi menjelaskan sebuah amalan yang bertujuan memohon penjagaan dari berbagai keburukan selama satu tahun ke depan.

Amalan tersebut bisa kita kerjakan dengan langkah berikut:

  1. Melaksanakan Salat Dua Rakaat dengan wudu sempurna
  2. Setelah salat, duduk menghadap kiblat dengan hati yang hadir kepada Allah Swt.
  3. Kemudian membaca Ayat Kursi sebanyak 360 kali. Setiap bacaan diawali dengan basmalah.
  4. Membaca Surah Yunus Ayat 58 Sebanyak 48 Kali

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُون

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.'” (QS Yunus: 58)

  • Selanjutnya, membaca doa di bawah ini sebanyak 12 kali:

اللهم إِنَّ هَذِهِ لَيْلَةٌ جَدِيدَةٌ وَشَهْرٌ جَدِيدٌ وَسَنَةٌ جَدِيدَةٌ فَأَعْطِنِي خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّهَا وَشَرَّ مَا فِيهَا

“Ya Allah, sesungguhnya ini adalah malam yang baru, bulan yang baru, dan tahun yang baru. Maka anugerahkanlah kepadaku kebaikannya dan kebaikan yang ada di dalamnya, serta jauhkanlah dariku keburukannya dan keburukan yang ada di dalamnya.”

  • Menutup dengan Shalawat dan Doa

Sebagai penutup, perbanyak membaca shalawat kepada Rasulullah saw. Setelah itu, kita bisa memanjatkan doa-doa, terutama yang bersumber dari Al-Qur’an. Serta, jangan lupa mendoakan kebaikan seluruh kaum muslimin.

Baca juga: Istighotsah Akhir dan Awal Tahun 1448 H oleh Ribuan Santri Lirboyo

Amalan Siang Hari Asyura

Selain ibadah malam, amalan Hari Asyura juga dapat dilakukan pada siang harinya dengan memperbanyak bacaan hasbalah dan tasbih.

Bacaan hasbalah:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung. Dia adalah sebaik-baik Penolong dan sebaik-baik Pembela.”

Bacaan tasbih:

سُبْحَانَ اللَّهِ

“Mahasuci Allah.”

Dua zikir singkat ini memiliki faidah besar. Selain menjadi bentuk pengagungan kepada Allah Swt, zikir tersebut bisa membantu seorang hamba menjaga hati agar tetap tenang dan dekat dengan Rabb-nya.

Faidah Dzikir dan Doa Hari Asyura

Imam Al-Ajhuri menjelaskan bahwa berbagai amalan dzikir pada Hari Asyura memiliki tujuan untuk memohon penjagaan Allah dari berbagai keburukan yang mungkin terjadi sepanjang tahun.

Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak cuma fokus pada jumlah apa yang ia baca saja. Sebaliknya, ia juga perlu menghadirkan hati, memperkuat keyakinan, serta menyerahkan seluruh harapannya kepada Allah Swt. Dengan demikian, amalan Hari Asyura bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana mempererat hubungan kita kepada Allah sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses