HomeAngkringKisah Wanita Mulia yang Tuli, Bisu, Buta

Kisah Wanita Mulia yang Tuli, Bisu, Buta

0 5 likes 883 views share

Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah kekasih Allah yang sangat kita kenal. Beliau adalah wali Allah yang begitu mulia di sisi Allah dan di antara sekalian manusia. Beliau menjadi insan mulia, di samping karena perjuangan keilmuan dan ketabahan sangat berat, ada satu faktor penting yang membuatnya mulia: ia lahir dari rahim ibu yang shalehah.

Alkisah, ada seorang pemuda berhenti di tepian sungai. Di aliran sungai itu, ia menemukan sebutir apel. Karena lapar, ia ambil dan segera memakannya. Ia baru sadar ketika apel itu habis dimakkannya: apel ini pasti ada yang punya. Ia tidak ingin perutnya berisi perkara haram, karenanya ia susuri sungai itu. Barangkali akan bertemu sang pemilik. Setelah berjalan jauh, ia menemukan satu pohon apel di tepian sungai.

Sang pemilik ternyata ada di rumah di sebelah pohon itu. Setelah berucap sapa, pemuda itu mengutarakan niat awal ia berkunjung. Namun, permohonan keikhlasan untuk merelakan apel yang telah ia makan itu berujung buntu. “Tidak bisa begitu saja. Ada satu yang jadi syarat: kamu harus menikahi putri saya.” Pemuda yang belum memiliki niat memadu kasih itu bingung. Dan lebih bingung lagi ketika sang pemilik mengatakan calon istrinya nanti adalah wanita yang buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Tapi membayangkan perutnya yang berisikan hal-hal yang diharamkan, ia langsung mengiyakan syarat itu.

Setibanya ia di kamar pengantin, setelah melakukan akad nikah yang sangat sederhana, ia kaget. Wanita yang dihadapannya sangat cantik, menatapnya halus, mendengar salam dan menjawabnya, dan berjalan mendekat menuju dirinya. Rupanya, ia mengerti setelah mertua barunya memberi penjelasan. “Ternyata,” ujar Habib Syekh, “wanita itu buta dari melihat hal selain yang halal baginya. Tuli dari suara-suara haram, ghibah, dan lain-lain. Bisu dari ngrasani. Lumpuh karena tidak pernah keluar rumah untuk hal-hal tidak berguna.”

Begitu mulianya ibunda Syekh Abdul Qadir al-Jailani, sehingga keturunannya pun menjadi orang mulia. Semoga wanita-wanita muslim dapat meniru yang telah dicontohkan beliau-beliau semuanya.][

 

Dikisahkan oleh Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaff saat berkunjung ke Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-aat (P3HM), Lirboyo, Kamis 13 April 2017.