Menyiasati Imam Tarawih Yang Terlalu Cepat

Pada momen bulan Ramadhan, biasanya banyak yang menanyakan bagaimana caranya jamaah dengan imam yang salat tarawihnya cepat, atau lebih tepatnya bagaimana cara menyiasati imam yang demikian. Sebab biasanya imam yang terlalu cepat akan membuat makmumnya kuwalahan untuk menyelesaikan bacaan al-Fatihah, dikarenakan setelah selesai membaca al-Fatihah imam tak memberi waktu bagi makmum untuk membacanya. Maka dari itu supaya makmum tetap sah salatnya dan mendapatkan keutamaan salat tarawih dengan berjamaah, perlu untuk memahami apa itu makmum masbuq dan apa itu makmum muwafiq.

Baca juga: Bau Mulut Saat Puasa

Makmum Masbuq Dan Makmum Muwafiq

Makmum masbuq adalah makmum yang tidak menemukan waktu untuk membaca al-Fatihah dengan durasi normal sebagaimana umumnya. Yang mana durasi tersebut dihitung setelah ia melakukan takbir atau setelah berdiri dari sujud (untuk rakaat setelahnya). Pada dasarnya untuk makmum masbuq apabila tidak rampung bacaan fatihahnya maka ditanggung oleh imam.

Makmum muwafiq adalah makmum yang menemukan waktu untuk membaca surat al-Fatihah dengan durasi normal sebagaimana umumnya. Adapun untuk bacaan fatihahnya tidak ditanggung oleh imam.

Dibulan ramadhan ini seringkali kita menemukan dalam pelaksanan salat tarawih seorang makmum membaca surat al-Fatihah menunggu imam selesai membaca suratnya. Biasanya setelah membaca al-fatihah, surat yang dibaca imam merupakan surat-surat yang terbilang pendek seperti surat al-Kautsar atau bahkan ada sebagian imam yang hanya membaca ayat seperti fawatih as-suwar, sehingga makmum tidak memiliki waktu yang cukup untuk membaca surat al-Fatihah hingga imam rukuk.

Pada kondisi demikian apabila dihitung semenjak takbir, sebenarnya makmum punya waktu untuk membaca al-Fatihah, namun ia lebih memilih untuk menunggu imamnya dulu. Kemudian setelah itu makmum tersebut membaca al-Fatihah. Maka ia adalah makmum muwafiq yang wajib menyelesaikan fatihahnya terlebih dahulu sampai tertinggal dua rukun thowil (rukun yang panjang). Jika mampu menyelesaikan bacaan al-Fatihah sebelum dua rukun, maka ia dapat melanjutkan salatnya bersama imam. Jika tidak maka ia wajib niat mufaroqoh (memisahkan diri dari imam). Jika tidak demikian maka salatnya batal.

Baca juga Bepergian Setelah Subuh, Boleh Tidak Puasa?

Problem Yang Muncul

Dari sini kemudian muncul beberapa kejanggalan. Bukankah mendengarkan bacaan imam dan memulai membaca surat al-Fatihah setelah imam selesai itu dihukumi sunah? Jawabannya: kesunahan tersebut hanya berlaku bagi makmum yang memiliki dugaan bahwa imam akan memberi waktu kepada makmumnya untuk membaca surat al-Fatihah atau imam membaca surat yang sekiranya memungkinkan bagi makmum untuk menyelesaikan bacaan fatihahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.