Tag Archives: Shalat Jenazah

TATA CARA SHALAT JENAZAH SEKALIGUS DOA & ARTINYA LENGKAP

Tata Cara Shalat Jenazah | lirboyo.net
Pulasara atau merawat mayit mulai dari memandikan, mengkafani, menshalati hingga mengubur masing-masing adalah fardlu kifayah hukumnya. Akan menjadi gugur kefarduan itu jika sudah ada seseorang yang melaksanakannya.
Sehingga sangat penting diadakan edukasi tentang hal ini di tengah masyarakat. Meski telah dibentuk perangkat daerah yang khusus menangani masalah jenazah, namun tak menutup kemungkinan dalam sebagian kasus tidak ditemui perangkat yang menangani. Sehingga mau tidak mau orang di sekitar mayit lah yang terbebani kewajiban untuk merawatnya.

Kali ini kita akan berfokus pada pelaksanaan shalat jenazah saja yang dalam praktiknya, terkadang masih banyak yang merasa kebingungan dengan tata caranya. Selain mengingat shalat tersebut tidak setiap hari kita lakukan kaifiyahnya pun memiliki perbedaan dengan shalat secara umum, yang tidak ada adzan dan iqamat, tidak ada rukuk dan sujud.
Mengenai salat jenazah, sebagian ulama mengatakan bahwa salat ini hanya dimiliki umat Nabi Muhammad saw. Artinya umat-umat nabi sebelum beliau bisa jadi belum disyariatkan untuk mendirikan salat jenazah. Inilah salah satu keistimewaan menjadi umat beliau.
Sebelum melaksanakan shalat, terlebih dahulu harus dipastikan bahwa mayit sudah dimandikan.

Posisi Imam Shalat Jenazah

Apabila jenazah ada di lokasi pelaksanaan shalat (hadir), posisi berdirinya imam tergantung jenis kelamin mayit. Jika mayit laki-laki, maka posisi imam berada sejajar dengan kepala mayit. Sedangkan jika mayit perempuan, posisi imam sejajar dengan pinggang.
Sedang jika mayit tidak di lokasi (ghaib) maka tidak ada ketentuan seperti saat mayit ada di lokasi pelaksanaan solat sebagaimana di atas.

Rukun Shalat Jenazah

Rukun mendirikan shalat jenazah ada tujuh, yang merupakan satu kesatuan dan harus dilaksanakan secara berurutan. Jika tidak maka hukum shalat yang didirikan tidak sah.

1. Niat

Niat dalam shalat jenazah tidak berbeda dengan niat shalat fardlu, ringkasnya lafal niat shalat jenazah sebagaimana berikut :

Bacaan Niat Shalat Jenazah Laki-laki

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ إِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat sholat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.

Bacaan Niat Shalat Jenazah Perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Usholli ‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat shalat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Shalat Ghaib

Jenazah Laki-laki

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ الغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin : Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.
Artinya : “Aku menyengaja shalat jenazah gaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.”

Jenazah Perempuan

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتًةِ الغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin : Ushalli ‘alāl mayyitatil ghā’ibati arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.
Artinya : “Aku menyengaja shalat jenazah gaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.”

Atau bagi makmum, lebih mudah lagi dengan niat seperti ini :

أُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّهِ تَعَالَى

Lafal niat yang terakhir ini mutlak. Bisa digunakan untuk mayit laki-laki maupun perempuan, dengan mayit hadir maupun ghaib.

2. Berdiri bagi yang mampu.

Bisa dengan duduk dan turun lagi pada posisi yang dikuasai bagi yang tidak mampu. Hendaknya, makmum membagi barisannya menjadi tiga shaf, mengingat Nabi saw. pernah bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوفٍ فَقَدْ أَوْجَبَ

Artinya: “Barangsiapa yang dishalatkan tiga shaf, maka dia wajib (mendapatkan surga) “. (HR: Tirmidzy, no. 1028)

3. Takbir 4 kali

4. Membaca Al-Fatihah setelah takbir pertama (Takbiratul Ihram)

Sunnah membaca doa Iftitah sebelum Al-Fatihah jika kondisi mayit tidak dikhawatirkan akan membusuk.

5. Membaca Shalawat setelah takbir kedua

Minimalnya membaca shalawat sebagaimana berikut :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ

Lebih sempurnanya membaca shalawat Ibrahimiyyah :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Latin : Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammaddin wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa ibraahim wa’ala aali sayyidinaa ibraahim, wa baarik ‘alaa sayyidinaa muhammad, wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali sayyidinaa ibraahim, wa’ala aali sayyidinaa ibraahim fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid
Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

6. Mendoakan Mayit Setelah Takbir Ketiga

Minimalnya doa terhadap mayit seperti di bawah ini :

Jenazah Laki-laki

اَللَّهُمَّ اغُفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Jenazah Perempuan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَأ وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Jika menghendaki lebih panjang bisa menggunakan doa seperti berikut :

Jenazah Laki-laki

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Latin :”Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Aa’fu ‘anhu Wakrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahu, Waghsilhu Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihii Minal khathaa Ya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas. Wa Abdilhu Daaran khairan Min Daarihii Wa Ahlan Khairan Min Ahlihii Wa Zawjan Khairan Min Zawjihi, Wa Adkhilhul Jannata Wa A ‘Idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.

Jenazah Perempuan

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهِاَ وَاعْفُ عَنْهاَ وَاكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهاَ وَاغْسِلْهَا بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَابْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهاَ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهاَ وَادْخِلْهاَ الجَنَّةَ وَاعِذْهَا مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Latin : Allahummaghfir Lahaa Warhamhaa Wa ‘Aafiha Wa’fu ‘anhaa Wakrim Nuzulahaa Wa Wassi’ Madkhalahaa, Waghsilhaa Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihaa Minal khathaaya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas. Wa Abdilhaa Daaran khairan Min Daarihaa Wa Ahlan Khairan Min Ahlihaa Wa Zawjan Khairan Min Zawjihaa, Wa Adkhilhal Jannata Wa A ‘Idzhaa Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah kedua orang tuaku. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah kedua orang tuaku dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah kedua orang tuaku dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah tempat tinggalnya dengan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya juga. Masukkanlah kedua orang tuaku ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”

7. Salam Setelah Takbir Keempat

Sebelum salam disunnahkan membaca doa berikut:

Mayit Laki-laki:

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin : “Allahumma laa tahrimna ajrahu wa laa taftinna ba’dahuu waghfir lanaa wa lahuu.
Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.

Mayit perempuan

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Latin : Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa la taftinna ba’dahaa waghfir lanaa wa lahaa.

Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Kemudian salam ke arah kanan dan kiri dengan posisi masih berdiri dengan lafal salam yang lengkap
“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.” []

# Tata Cara Shalat Jenazah
# Tata Cara Shalat Jenazah

Baca juga:
MEMBALIK POSISI JENAZAH KETIKA DISALATI

Simak juga:
Rahasia Sukses Dunia & Akhirat

# Tata Cara Shalat Jenazah
# Tata Cara Shalat Jenazah