All posts by Ichwan eM

Khotbah Jumat: Mari Berbahagia

أَلْحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ الشَّانِ أَحْمَدُهُ عَلَى نِعَمٍ تَجِلُّ عَنِ الْعَدِّ وَ الْحُسْبَانِ وَ أَشْكُرُهُ عَلَى مَا أَوْلَاهُ مِنْ جَزِيْلِ الْفَضْلِ وَ الْإِمْتِنَانِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ كثير الخير دائم الإحسان وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانِ صَاحِبُ الْأَيَاتِ وَ الْبُرْهَان أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ حَمَلَةِ الْعِلْمِ وَ الْقُرْءَانِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi tiap-tiap larangannya. Bisa saja kita masih sering dengan sadar melakukan kecerobohan-kecerobohan yang sebenarnya dilarang oleh Allah Swt, namun dari itu, Allah Swt. tidak pernah menutup pintu taubat bagi semua hambanya tanpa memandang seberapa besar dan seberapa banyak kesalahan yang kita lakukan. Allah Swt berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Artinya: ““Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Beberapa hari lagi, kita akan memasuki bulan termulia, bulan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan-keistimewaan yang tidak terdapat dibulan lainnya, dimana pahala-pahala akan dilipat gandakan dan pintu ampunan terbuka lebar-lebar. Maka sudah sepatutnya timbul rasa gembira pada diri kita karena masih diberi anugerah untuk ikut menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini.

Dan menyambut bulan ramdhan dengan lapang dada dan perasaan senang merupakan keutamaan tersendiri sebagaimana hadsi yang tertulis dalam kita Durrotunnasihin,

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

Artinya: “Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai sebuah momen penyegaran dalam berbagai laku kehambaan kita kepada Allah Swt. setelah berbulan-bulan kita menjalankan rutinitas ibadah, pekerjaan atau pun selainnya, momen Ramadhan ini hendaknya menjadi langkah bersama bagi kita umat muslim sekalian untuk menyegarkan dan meningkatkan lagi ketakwaan kita kepada Allah Swt.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْ لُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khotbah Jumat: Menjalin Kerukunan

أَلْحَمْدُ للهِ خَالِقِ الْخَلَائِقِ وَ بَاسِطِ الرِّزْقِ كَمَا وَصَفَ نَفْسَهُ بِأَنَّهُ الرَّزَّاقُ أَبْدَعَ الْمَصْنُوْعَاتِ بِلَاشَرِيْكٍ وِلَامُشَاقِق فَسُبْحَانَ مَنْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْحَقَائِقِ  أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مُؤْمِنٍ صَادِقٍ وَ أَشْكُرُهُ وَالشُّكْرُ لِحِفْظِ نِعَامِهِ أَوْثَقَ الْوَثَائِقِ وَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإله إِلَّاالله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ أللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِى الْفَضْلِ وَ السَّوَابِقِ فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ: يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Di antara ibadah yang utama adalah menjaga rasa persaudaraan, mengapa demikian? Karena, sungguh, rasa permusuhan akan berdampak pada ketenangan jiwa dan raga kita. Jiwa kita akan menjadi tidak tenang jika kita memelihara rasa permusuhan, pikiran kita akan tersibukkan oleh hal-hal yang sebenarnya biasa-biasa saja andai tidak ada rasa permusuhan tadi. Begitu pula dengan raga kita, sifat tenteram kita akan selalu merasa dihantui oleh pihak-pihak yang kita sangka akan berniat buruk pada kita.

Dari itu saja, sejatinya kita sudah bisa memahami tentang pentingnya rasa persaudaraan yang menjadi penunjang penting dalam ketenteraman dan keamanan hidup serta ibadah kita. Sampai saat ini, perbedaan masih menjadi momok yang sering kali menimbulkan hal-hal yang bersifat perpecahan. Padahal Allah swt, telah berfirman dalam surat al-Hujurat ayat 13:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Jemaah Jumat Yang dirahmati Allah..

Pemilihan telah usai, adanya perbedaan diantara kita yang mencuat saat pemilihan yang lalu, hendaknya segera kita sudahi. Mari kita saling membuka hati dan menghilangkan hal-hal tak perlu yang menjadi sekat persaudaraan diantara kita. Karena siapa pun nantinya yang terpilih adalah hasil itikad baik dari kita semua.

Demikianlah perbedaan yang ada, dan dalam segala hal hendaknya dijadikan bahan dan tambahan wawasan bagi kita untuk saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Allah swt. berfirman:

وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ

Artinya: “Kalau Allah Menghendaki, niscaya kamu Dijadikan- Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak Menguji kamu terhadap karunia yang telah Diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lomba lah berbuat kebajikan.” (QS. al-Maidah: 48)

Dalam firmannya, Allah swt. Menyatakan bahwa perbedaan ada untuk menguji sejauh mana kita mampu menghayatinya dan menjadikannya jalan untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan.

Semoga saja, berbagai macam perbedaan yang tengah mengemuka ini, tidak memudarkan rasa persaudaraan yang sudah sekian lama mengakar itu.

Jemaah Jumat Yang dirahmati Allah..

Marilah kita sikapi hasil penyelenggaraan bagian demokrasi kita ini dengan dewasa dan tetap menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Karena bagaimana pun juga

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْاَمِنِيْنَ, وَأَدْخَلَنَاوَاِيَّاكُمْ فِى عِبَادِهِ الصَّالِحِيْن

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khutbah Kedua

الحمد للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Nasihat Ulama Agar Hasil Pekerjaan Kita Berkah

Layaknya manusia yang normal, kita pasti menginginkan hidup yang berkecukupan, rizki yang baik dan semacamnya. di samping itu, karena mencari penghidupan juga merupakan keharusan bagi seseorang yang menjadi tulang punggung kelauarga, maka sudah selayaknya hal itu dilakukan dengan penuh nilai-nilai keluhuran agar kita sebagai manusia tidak terjebak menjadi robot yang hanya terus bekerja dan bekerja tanpa peduli teradap kondisi apa pun, bahkan kondisi kita dan orang-orang di sekitar kita.

Oleh karena itu, penting kiranya kita mengetahui dan mengamalkan prinsip-prinsip luhur dalam bekerja, lebih-lebih agar hasil yang kita peroleh menjadi baik dan berkah.

Dalam hal ini, Imam Abu lais ash-Samarqandy dalam kitab Tanbihul Ghofilin menuturkan: bila seseorang menginginkan berkah dan sukses dalam pekerjaannya, maka ia harus menjaga lima hal berikut:

Pertama, tidak menunda-nunda hal-hal fardu hanya demi pekerjaannya dan tidak menjadikannya sesuatu yang kurang atau asal-asalan.

Kedua, tidak menyakiti atau merugikan orang lain demi pekerjaannya.

Ketiga, meniatkan diri dalam pekerjaannya itu, agar ia dan keluarganya terjaga dari kearaman, bukan untuk menumpuk dan memperbanyak harta.

Keempat, tidak memayahkan diri hanya demi pekerjaan.

Kelima, tidak meyakini bahwa rizki yang ia peroleh berasal dari jerih payah kerjanya, melainkan itu semata-mata dari Allah Swt, sedangkan pekerjaan hanyalah perantara saja.

Semoga kita sekalian bisa merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. setidak-tidaknya, berusaha agar memiliki sifat-sifat demikian. Semoga.(IM)

Khotbah Jumat: Memperlakukan Isteri

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ بِهِ فِيْ كُلِّ حَالَاتِهِ فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُواْ ٱلنِّسَآءَ كَرۡهٗاۖ وَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُواْ بِبَعۡضِ مَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأۡتِينَ بِفَٰحِشَةٖ مُّبَيِّنَةٖۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيْئاً وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا

Jemaah Jumat Rahimakumullah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt dengan senantiasa berusaha sekuat mungkin menjalankan perintahNya serta menjauhi tiap-tiap apa yang dilarangNya agar hidup benar-benar kita gunakan sebagaimana semestinya. Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)

Maka dari sinilah kita bisa menjadikan berbagai segi-segi kehidupan kita menjadi ibadah, karena demikianlah tujuan kita diciptakan ini.

Jemaah Jumat Rahimakumullah..

Di dalam kehidupan berrumah tangga, suami memiliki peran penting sebagai penyanggautama keberlangsungannya. Menjadi pemimpin, bertanggung jawab untuk menafkahi, memberikan rasa aman pada keluarga, berikut hal-hal yang berkaitan lainnya.

Namun dari itu, kewajiban-kewajiban yang dipikul oleh sang suami tidak lantas memperbolehkannya berbuat sewenang-wenang pada isteri. Allah SWT berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ

Artinya: “Pergaulilah isterimu dengan baik” (QS. An-Nisa: 19)

Demikian pula disampaikan nabi dalam sabdanya:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

Artinya: ”Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik sikapnya terhadap keluarga. Dan akua dalah yang terbaik diantara kalian terhadap keluargku.” (HR. Tirmidzi).

Jemaah Jumat Rahimakumullah..

Oleh karenanya, sudah semestinya seorang suami memiliki adab yang baik terhadapi sterinya. Imam al-Ghazali dalam kitab al-Adab fid Din merinci banyak adab-adab seorang suami terhadap isterinya. Di antaranya ialah: berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri dan tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan.

Pentingnya hali ini, agar kehidupan rumah tangga yang di jalani tidak hanya membuahkan kebahagiaan bersama, namun lebih dari itu, yakni mendapatkan ridla dari Allah Swt.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ

الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا

بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْ لُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Himasal Magelang Berbaiat Memajukan NU

LirboyoNet, Magelang– Sebanyak 57 anggota Himasal (Himpunan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Lirboyo) daerah Magelang, telah dibaiat sebagai Kader Penggerak Nahdlatul Ulama yang bekerja sama dengan PCNU Kab. Magelang, Senin (25/03) malam.

Mereka telah dididik selama dua hari oleh Instruktur Nasional dengan disiplin ketat dan penempaan komitmen yang tinggi untuk berkhidmah ‘manut kiai’ menghidupkan dan menggerakkan Jamiyyah Nahdlatul Ulama.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo mencatatkan sejarah, dalam hal ini, Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal Magelang), yang menjadi pertama di Indonesia, Sebagai alumni pondok pesantren yang menggelar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan pertama.

KH. Ahmad Izzudin, mewakili sambutan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Magelang, dilanjut penyematan baiat peserta kader oleh Rois Syuriah NU Jawa Tengah KH. Ubaidillah Shodaqoh.

Dalam upacara Baiat, Beliau Rois Syuriah menjelaskan, PKPNU bagi alumni telah menjadi keputusan yang wajib,  “Peran alumni Lirboyo sangat dinanti oleh masyarakat, terutama dalam melestarikan amaliyah nahdliyin, Panjenengan sedoyo (kalian semua) adalah kiai di kampung masing-masing, dengan mengikuti pendidikan kader semoga meningkatkan ghirah panjenengan dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama, karena alumni pesantren satu-satunya benteng yang sangat diharapkan ” Dawuh beliau.

Mbah Ubaid, panggilan akrab KH Ubaidillah Shodaqoh juga menegaskan, hal itu merupakan instrumen untuk membangun komitmen santri, alumni dalam berjuang di NU.

Istiqomah berjuang nderek (Ikut) kiai melayani umat melalui Jamiyyah Nahdlatul Ulama.” tambahnya.

Sementara itu Kiai Mukhlison sebagai inspektur upacara baiat kader menjelaskan, langkah besar telah diambil oleh Himasal Magelang dalam menjaga Islam Aswaja dan kesatuan NKRI melalui wadah Nahdlatul Ulama.

“PKPNU segmen alumni pesantren ini menjadi yang pertama kalinya di indonesia, Apa yang telah dilakukan oleh Himasal Magelang dengan mengikuti pendidikan kader penggerak NU merupakan keputusan besar, cerdas dan strategis. Masa depan NU akan lebih baik, karena kekuatan penopang utama telah terkonsolidasi,” Katanya saat pembukaan.

Ia berharap sejumlah alumni pondok pesantren yang berada di lingkungan NU yang lain dapat mencontoh terhadap langkah Himasal Magelang ini. “Bila alumni pondok pesantren di lingkungan NU mengambil langkah yang sama seperti Alumni Lirboyo ini, kita yakin masa kejayaan NU akan terwujud di abad ke-2 dari kelahiran Jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” dawuh Kiai Mukhlison meyakinkan.