Gaji Takmir dari Kas Masjid

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sekarang ini, khususnya di perkotaan banyak sekali masyarakat muslim yang karena kesibukannya/ tidak adanya kemampuan untuk mengurus masjid/ mushola mengangkat seseorang untuk mengurusnya dengan imbalan gaji yang diambilkan dari kas masjid/ mushola. Sedangkan yang harus dikerjakan antara lain mengurus kebersihan masjid/ mushola tersebut, menjadi muadzin, mengimami salat, khutbah, dan hal-hal lain yang masih berhubungan.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah: Bolehkah mengambil gaji dari kas masjid/ mushola dengan pekerjaan di atas? Dan bagaimana menurut pandangan tasawuf, apakah gaji tersebut baik untuk dimakan?

Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih teriring do’a,  Jazakumullah ahsanal jaza’.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.