HomeAngkringMari Lawan Narkoba (Bag-3 Habis)

Mari Lawan Narkoba (Bag-3 Habis)

0 0 likes 421 views share

Baca dulu Bagian II

Narkotika

Arak adalah sesuatu yang dapat menutupi akal, sebuah ungkapan yang pernah dikatakan oleh Umar bin Khattab di atas mimbar Rasulullah saw. Kalimat ini memberikan pengertian yang tajam sekali tentang apa yang dimaksud dengan arak. Dengan demikian tidak banyak lagi pertanyaan-pertanyaan dan  kesamaran-kesamaran. Maka setiap yang dapat mengganggu pikiran dan mengeluarkan akal dari tabiatnya yang sebenarnya adalah arak. Yang dengan tegas telah diharamkan Allah dan RasulNya sampai hari kiamat nanti.

Semua bahan yang kini dikenal dengan nama narkotik, seperti ganja atau mariyuana, kokain, heroin, opium, oplosan, dan sejenisnya, maka pengaruh dari bahan-bahan tersebut sangat mempengaruhi terhadap perasaan dan akal pikiran. Sehingga terkadang yang jauh menjadi terasa dekat dan yang dekat menjadi seperti jauh. Hingga ia dapat melupakan kenyataan, dapat mengkhayal yang tidak akan menjadi kenyataan. Penggunanya bisa tenggelam dalam mimpi-mimpi dan lamunan yang menyesatkan. Orang yang mengkonsumsi bahan-bahan ini dapat melupakan dirinya, agama dan dunianya.

Belum lagi apa yang akan terjadi pada keadaan tubuhnya. Narkotika dapat melumpuhkan fungsi anggota tubuh manusia dan menurunkan tingkat kesehatan. Bahkan, narkotika dapat mengganggu kemurnian jiwa, menghancurkan moral, meruntuhkan kemauan dan melemahkan perasaan untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban. Itu semua menyebabkan  para  pecandunya menjadi orang-orang yang  tak berguna dalam masyarakat.

Dibalik itu semua, narkotika dapat menghabiskan uang dan menghancurkan keharmonisan rumah tangga. Seringkali uang yang dipakai untuk membeli benda tersebut diambil dari  kebutuhan-kebutuhan rumah tangganya. Yang mungkin diambilnya dari dana untuk kepentingan anak-anaknya. Pada kondisi yang lebih parah, biasanya mereka akan melakukan apa saja untuk memenuhi tuntutan  kenginannya itu.

Di atas telah dibahas bahwa segala perbuatan yang haram, dapat membawa kepada keburukan dan bahaya, maka bagi kita sudah cukup jelas tentang haramnya bahan yang sangat buruk ini. Tidak diragukan lagi akan bahayanya terhadap kesehatan, jiwa, moral, masyarakat, maupun perekonomian. Haramnya narkotika ini telah disepakati oleh para ahli fikih, yang pada zamannya dikenal dengan istilah al-khabaits (yang jelek-jelek). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam tinjauannya, mengatakan: ”Ganja (hasyisy) adalah  bahan yang haram, baik orang yang merasakan itu mabuk ataupun tidak. Hasyisy ini selalu dipakai oleh orang-orang yang tidak baik. Biasanya dihirup oleh para pecandunya untuk mabuk-mabukkan dan dinikmatinya dengan cara bersenang-senang. Juga biasanya dibarengi dengan minuman- minuman yang memabukkan.”

Bedanya  ganja  dengan arak, yaitu bahwa arak dapat menimbulkan suatu reaksi pertentangan dan permusuhan. Tetapi ganja dapat menimbulkan suatu krisis dan kelemahan. Karena itu dia dapat merusak pikiran dan membuka pintu syahwat serta hilangnya semangat. Oleh karena itu ganja dapat lebih berbahaya daripada minuman keras. Ini sudah pernah terjadi di kalangan  orang-orang Tartar. Bagi orang yang mengkonsumsinya, baik sedikit ataupun banyak dikenakan hukuman seperti minuman keras. , yaitu didera 80 atau 40 kali.

Ibnu Taimiyah selanjutnya berkata: ”Menurut kaidah syariat, semua barang haram yang dapat mengganggu jiwa seperti arak, zina, dan sebagainya dikenakan hukum had (hukuman tindak kriminal). Sedangkan yang tidak mengganggu jiwa seperti makan bangkai dikenakan tindakan ta’zir (hukuman psikologis). Adapun ganja termasuk bahan yang bila orang merasakannya akan berat untuk meninggalkannya. Hukum haramnya telah ditegaskan dalam Alquran dan Sunnah terhadap orang yang mengkonsumsinya sebagaimana makan makanan lainnya.”

Dalam syariat Islam terdapat suatu kaidah umum, yang menetapkan bahwa setiap muslim tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat mematikan, baik ia bereaksi cepat ataupun lambat. Seperti racun dengan segala macamnya, atau sesuatu yang membahayakan termasuk makan atau minum yang terlalu banyak yang menyebabkan sakit.

Begitulah, betapa kita harus menjauhkan diri dari barang berbahaya ini. Dan sungguh menyedihkan, faktanya bahwa negara kita saat ini sudah masuk menjadi negara darurat narkoba. Hal tersebut dikarenakan angka prevalensi penyalah guna narkotika di Indonesia pada survei tahun 2015 mencapai 2,20 persen atau lebih dari 4 juta orang yang terdiri dari penyalah guna coba pakai, teratur pakai, dan pecandu.

Semoga kita senantiasa diberi pertolongan oleh Allah swt. untuk tetap termasuk dari golongan orang-orang yang beriman. Mereka yang memelihara diri dan keluarganya dari siksa api neraka. Amin…