Seminar Pengajuan KH. Subkhi sebagai Pahlawan Nasional

Telah ditemukan beberapa data baru yang menunjukkan bahwa pengaruh dan peranan perjuangan KH. Subkhi Parakan tidak hanya sebatas dalam skup kedaerahan, melainkan skupnya sudah level nasional. Sebab itu, ulama yang dikenal dengan sebutan Kiai Bambu Runcing ini layak mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Salah satu syarat yang diberikan kementerian sosial bisa diterimanya seorang tokoh menjadi pahlawan nasional adalah adanya pengakuan bahwa kiprah pengabdian atau dampak peranannya adalah berskala nasional.

Demikian disampaikan H Anashom, Dosen UIN Walisongo Semarang saat menjadi salah satu pembicara dalam Sarasehan bertajuk “Perjuangan Santri untuk Negeri, Pengajuan KH. Subkhi sebagai Pahlawan Nasional” di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Jumat (21/10).

“Salah satu dari data terbaru tersebut adalah dalam salah satu bukunya almarhum cendekiawan muslim Nur Kholis Madjid bercerita bahwa ayahnya dahulu pada masa perang revolusi sering bepergian beberpa hari lamanya meninggalkan rumahnya di Jombang. Pulang-pulang ternyata membawa oleh-oleh sejumlah senjata tradisional seperti ketapel dan bambu runcing sebagai modal perjuangan melawan penjajah kala itu. Ternyata bapaknya Nur Kholis Majid perginya ke Parakan Temanggung,” tutur Anashom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.