Empat Kunci Kesempurnaan Laki-laki di Dunia Menurut Imam Syafi’i

Kesempurnaan Laki-Laki

Manusia telah Allah ciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Ia memiliki akal, nafsu, dan perasaan, menjadikan manusia hidup sebagai makhluk yang sangat kompleks. Meskipun dalam sejarah yang terkandung dalam al-Qur’an, manusia tercipta dari tanah yang Allah beri ruh (nyawa). Terlepas dari itu semua, tidak bisa kita pungkiri bahwa manusia satu-satunya makhluk yang Allah ciptakan secara bersuku-suku dan berbangsa-bangsa:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَروَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْج إِنَّ أَكرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْج

Hai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. (QS. al-Ḥujurāt: 13).

dan manusia sendiri adalah pemimpin, sekali pun hanya sebagai pemimpin bagi keluarga mereka sendiri.,

ٱلرِّجَالُ قَوّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan

Sebagaimana makhluk yang Allah ciptakan sebagai pemimpin di bumi, pastinya harus punya ciri-ciri dan ketentuan. Dari semua itu, ciri utama seorang pemimpin adalah seorang laki-laki. Namun, laki-laki yang seperti apa yang  pantas menjadi seorang pemimpin? Pastinya, laki-laki yang mempunyai kesempurnaan, baik lahir maupun batin. Dari itu muncul pertanyaan lanjutan bahwa seperti apa  kesempurnaan dari seorang laki-laki?

Di dalam kitab Manaqib al-‘aimmatu al-arba’ah, salah satu kitab yang menjadi kurikulum di Madrasah Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, terdapat suatu bab yang membahas manaqib Imam Syafi’i yang menukil satu maqolah bahwa “Laki-laki yang sempurna di dunia itu hanya dengan empat perkara.”

Baca juga: Merawat Warisan Budaya dengan Mengaji di Pesantren

Berikut adalah empat perkara pengantar kesempurnaan dari laki-laki.

Pertama, dengan kukuhnya agama (ad-diyanah).

Dari pengantar dengan agama yang kokoh, bisa kita ambil sedikit kesimpulan bahwa, jika ingin menjadi seorang laki-laki yang sempurna di dunia haruslah memiliki agama yang kuat. Jika kita tinjau dari segi lafaz, diksi ‘kukuh’ dari segi pendalaman makna bahasa Indonesia memiliki dua arti “kuat terpancang pada tempatnya yang pasti tidak mudah roboh atau rusak. Dan makna yang kedua adalah teguh.”[3] Dari dua makna itu, bisa kita artikan bahwa seorang laki-laki yang agamanya kuat adalah ciri-ciri pertama laki-laki yang sempurna.

Baca juga: Rahasia Kebahagiaan: Belajar Ikhlas Total dari Cara Kita Buang Hajat

Kedua, punya sifat amanah (al-amanah).

Sebenarnya, amanah adalah satu sifat penting yang harus seseorang miliki untuk mendapatkan derajat yang mulia di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana seorang utusan, harus punya sifat yang satu ini. Barulah dikatakan sempurna seorang rasul ketika sempurna memiliki empat sifat, salah satunya sifat amanah ini.

 Amanah menjadi sangat penting untuk dimiliki oleh seseorang dalam menjalani kehidupannya. Amanah secara nyata menjadi sifat yang menentukan kehidupan seseorang. Dalam Islam orang yang punya sifat amanah sangat dimuliakan dan dihormati. Contoh kecil, ketika seseorang naik jabatan atau mendapat kenaikan pangkat, yang dilihat pertama kali adalah sifat amanahnya. Amanah menjadi dasar dari kepercayaan pada orang lain.

Ketiga, punya sifat menjaga (assiyanah).

Dalam keterangan di kitab Manaqib al-A’immatu al-Arba’ah tidak menyebutkan secara gamblang menjaga seperti apa yang di maksud. Namun, jika dilihat secara tekstual saja, bisa kita maknai dengan banyak makna. Contoh saja, menjaga diri dari sifat-sifat tercela. Yang pastinya, untuk menjadi seorang laki-laki yang sempurna harus terjaga dari sifat-sifat yang dapat merendahkan martabat diri.

Jika di tafsiri lebih jauh, punya sifat menjaga bisa juga diartikan bisa menjaga orang lain pula. Yang pastinya, menjaga dari perkara yang tercela dan melanggar aturan. Dalam hal ini, bisa kita sebut dengan amar makruf nahi munkar. Sangat sempurna sekali menjadi laki-laki yang mampu mencegah diri dan orang lain dari perbuatan mungkar.

Baca juga: Bisakah Kita Membalas Budi kepada Orang Tua?

Keempat, teguhnya hati (arrizanah).

Untuk menjadi laki-laki yang sempurna harus mempunyai sifat yang teguh pada pendirian. Tidak bergantung penuh pada orang lain. Harus punya sifat dan pendirian yang teguh, agar tidak terombang-ambing dengan hal-hal yang sepele yang dapat menggoyahkan diri. Dengan hati yang teguh, orang akan mudah menentukan tujuan dirinya. Dengan hati yang teguh, dan tetap pada pendirian orang tidak akan mudah terkontaminasi oleh hal-hal buruk.

Jika seseorang telah memiliki keempat sifat tadi, berarti seorang laki-laki bisa dikatakan sebagai laki-laki yang sempurna di dunia. Namun, lantas apakah hanya daengan keempat sifat tersebut. Tentunya ada sifat-sifat tambahan lainnya yang bisa lebih menyempurnakan seorang laki-laki. Yang penting, senantiasa menjadi seseorang yang mengusahakan diri melakukan kebaikan. Dengan satu kebaikan akan mampu mengantarkan kebaikan-kebaikan yang lain.

Penulis: Marnadi asal Kalimantan Barat kelas 2 Aliyah periode 2025-2026.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses