Ternyata, Zakat Bukan Sekadar Menggugurkan Kewajiban!

Sebagai umat muslim, kita pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya zakat. Zakat merupakan salah satu dari ibadah yang disebutkan dalam rukun islam, di mana kita wajib menunaikannnya. Akan tetapi, pernah gak sih? kita bertanya kepada diri kita sendiri, untuk apa kita melaksanakan zakat? Apakah hanya sekadar tuntutan syariat Islam saja? Ataukah memiliki nilai lain dari adanya kewajiban zakat?

Pada dasarnya, zakat memanglah suatu perintah syariat Islam yang wajib bagi orang muslim laksanakan dengan syarat-syarat tertentu, tetapi banyak di antara kita yang masih belum tahu bahwa dalam zakat terdapat muatan nilai lain, yaitu berupa hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil di dalamnya, di antaranya ialah hikmah dalam segi sosial. kok bisa, hikmah sosial dari mananya? Oke, jadi begini gambarannya.

Baca juga: Hukum Fikih Mengenai Genangan Air di Musim Hujan

Tidak sekadar tuntutan syariat

Pernah tidak kita berfikir bahwa zakat merupakan ibadah yang berbeda di antara ibadah yang ada pada rukun islam (shalat, puasa, dan haji). Memangnya beda dari mana, bukannya sama saja ya? Sama-sama wajib dilaksanakan dan akan mendapatkan pahala. Iya benar, tetapi zakat itu bisa terealisasi dan sah dengan adanya orang lain yang berupa mustahiq az-zakat (orang yang menerima zakat). Dibandingkan kita melaksanakan shalat, puasa, dan haji, yang tidak membutuhkan orang lain untuk merealisasikan ibadah tersebut. Dari situlah munculnya hikmah sosial, yang mana kita butuh orang lain untuk merealisasikan ibadah zakat tersebut, sehingga menjadikan zakat memiliki peran penting dalam segi sosial. Memangnya apa saja sih peran zakat dalam segi sosial?  Berikut adalah dua peran penting zakat dalam segi sosial:

Baca juga: Muharram: Awal Tahun Islam dan Sejarah Lahirnya Kalender Hijriah

1. Memperkuat ikatan persaudaraan dan kasih sayang

Sebagaimana dawuh beliau Habib Muhammad bin Ahmad bin Umar Ay-Syathiri “Andaikan zakat ditunaikan dan dialokasikan secara benar, sesuai tuntunan syariat, niscaya tidak akan ada orang fakir lagi di muka bumi ini“ Pernyataan ini menunjukan bahwa, ketika seorang muslim menunaikan zakat, maka secara tidak langsung kita telah membangun hubungan erat sesama muslim, antara orang yang membutuhkan dengan orang yang mampu, sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial.   

Baca juga: Galau Gulana Jumlah Rakaat Salat? Apa yang Harus Dilakukan Jika Ragu 3 atau 4 Rakaat?

2. Menciptakan tatanan masyarakat yang kokoh

Hal ini menunjukan bahwa zakat memiliki kontribusi penting dalam menjaga kesejahteraan Bersama. Oleh karena itu, zakat dapat menciptakan struktural kehidupan masyarakat yang solid, sehingga terciptalah keharmonisan, kerukunan, dan rasa kepedulian terhadap sesama umat Islam. Yang mana hal ini ditegaskan oleh Rasulullah dalam sebuah hadis:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا.

“Sesungguhnya seorang mukmin bagi mukmin lainnya adalah seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain” (HR. Imam Bukhari)

Dari sini dapat kita gambarkan dan pahami dalam kehidupan masyarakat kita, khususnya di Indonesia yang memiliki keadaan sosial yang berbeda-beda. Sehingga mengingatkan kepada kita sebagai umat muslim, bahwasanya setiap ibadah yang kita lakukan bukan sekadar tuntutan syariat dan jalan untuk mendapatkan pahala bagi orang yang melaksanakannya, seperti halnya zakat.

Oleh karenanya, hal-hal seperti inilah yang sering kali kita abaikan dalam kehidupan sehari-hari, padahal memiliki makna-makna tersirat yang memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitar. Hal ini juga menunjukan gambaran kecil, bahwa agama Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan serta mempedulikan kesejahteraan bagi penganutnya dan alam semesta ini.

Baca juga: Apa yang Terjadi di Zaman Sekarang?

Identitas penulis :

  1. Nama  : Imam Akbar
  2. Kelas   : 1 A’liyah
  3. Kamar : HMC 46 ( JF. Al-Aqsha)

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses