Mading Hidayah

Kesempurnaan Laki-Laki

Empat Kunci Kesempurnaan Laki-laki di Dunia Menurut Imam Syafi’i

Manusia telah Allah ciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Ia memiliki akal, nafsu, dan perasaan, menjadikan manusia hidup sebagai makhluk yang sangat kompleks. Meskipun dalam sejarah yang terkandung dalam al-Qur’an, manusia tercipta dari tanah yang Allah beri ruh (nyawa). Terlepas dari itu semua, tidak bisa kita pungkiri bahwa manusia satu-satunya makhluk yang Allah ciptakan secara…

Lanjutkan
Santri Bukan Pemuda Berjiwa Kosong

Santri Bukan Pemuda Berhati Kosong

Tepat pada tanggal 22 Oktober, peran santri dan kiai divalidasi serta diabadikan dalam sejarah bangsa dengan sebutan Hari Santri Nasional. Hal ini wajar, sebab para santri telah turut serta menyalurkan tenaga, pikiran, dan pengorbanan untuk mempertahankan serta memajukan negara. Para santri dididik dengan kedisiplinan tinggi dan adab yang mulia. Meskipun santri identik dengan aktivitas keagamaan,…

Lanjutkan
Monumen Pancasila Sakti

Back To Pancasila: Sejenak Kita Kembali Mengingat Pancasila

Pancasila merupakan mutiara warisan leluhur bangsa yang para pendiri negara gali kembali untuk dijadikan pondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila memuat nilai-nilai agama, kemanusiaan, persatuan, kepemimpinan, dan keadilan. Kita dapat mengamalkan nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan terkecil hingga lingkungan yang lebih luas. Kembali ke Pancasila berarti kita berniat memperbaiki kesalahan-kesalahan…

Lanjutkan
istirahat dengan cara ibadah

Istirahat dengan Cara Ibadah

Tak ada yang abadi, termasuk tenaga manusia. Tubuh punya batas. Kalau dipaksa terus, ujungnya bukan sekadar lelah, tapi bisa jatuh sakit. Maka dari itu, kita butuh istirahat. Bukan hanya sebagai pilihan, tapi sebagai kebutuhan. Istirahat berarti berhenti sejenak. Melepaskan diri dari aktivitas untuk memulihkan tenaga dan menjaga fokus. Dalam dunia kerja, belajar, bahkan ibadah, jeda…

Lanjutkan
santri masa kini

Peran Santri Masa Kini

Di era modern, setiap individu dituntut berperan aktif, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga bagi masyarakat. Santri—yang menempuh pendidikan di pesantren—pun tak lepas dari tuntutan dan peran ini. Mereka dididik untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Namun, masih ada kekhawatiran dari sebagian orang tua yang menganggap pesantren kurang mampu menyiapkan anak untuk bersaing di…

Lanjutkan
cinta tanah air

Cinta Tanah Air dalam Kacamata Santri

Hubbul wathan (cinta tanah air) dapat memiliki makna; sebagai wujud pengabdian pribadi seseorang kepada negara. Namun, cara mengartikulasikan cinta tanah air ini berbeda-beda, tergantung dari sudut pandang dan latar belakang seseorang. Baca Juga: Resensi; Hukum Musik dalam Islam Dari sudut pandang santri, cinta tanah air dapat kita wujudkan melalui khidmah—pengabdian tulus tanpa pamrih—baik kepada masyarakat…

Lanjutkan

Cahaya Syaikh Yusuf Makasar

Syaikh Yusuf al-Makasari merupakan peletak dasar dari ide komunitas dan ujung tonggak awal mula adanya komunitas Islam di Afrika. Beliau adalah ulama Nusantara yang namanya harum tidak hanya masyhur di bumi Nusantara saja, namun sampai Ceylon (Srilangka dan Cape Town Afrika Selatan). Sayangnya sebagian santri milenial yang mengaku sebagai penerus estafet ulama, banyak yang belum…

Lanjutkan