HomeAngkringKisah Tragis Pembenci Shalawat

Kisah Tragis Pembenci Shalawat

0 3 likes 158 views share

Alkisah, hidup seorang pecinta Rasulullah saw., Abdulloh bin Mubarok namanya. Nafas yang dihembuskannya tak pernah lepas dari menyebut nama sang kekasih, Nabi Muhammad saw. Mulutnya selalu terbasahi oleh ucapan shalawat kepadanya.

Suatu saat, ia didatangi seseorang tiba-tiba. Seseorang itu begitu membenci bacaan shalawat yang terus didengungkan Abdulloh. Ia menenteng senjata tajam. Kala berhadap-hadapan dengan Abdulloh, ia angkat senjatanya. Ia tarik lidah Abdulloh. Crass!! Lidah Abdulloh tergelepar di atas tanah.

Abdulloh merintih. Sang pemotong lidah itu berlalu dengan bangga. Gembira karena tak bakal ada lagi lantunan shalawat yang mengganggunya.

Tetapi pena malaikat tak diam. Ditulisnya peristiwa itu. Di waktu yang tak disangka-sangka kelak, laknat Allah dihujamkan padanya.

Seusai kejadian kejam itu, Abdulloh yang tak bisa lagi mendesahkan shalawat dengan bahagia, tentu saja berkeluh kesah. Rasulullah, kekasih yang selalu ia sebut namanya itu, mendengar keluh kesah itu.

Beliau hadir di dalam mimpi Abdulloh. didengarnya kisah mengerikan itu. Maka kemudian inilah yang terjadi: lidah Abdulloh tersambung seperti sediakala, si pemotong lidah terkutuk menjadi kera.

Sangat lama kera itu menanggung perbuatannya. Sang anak, yang tak tega melihat penderitaan ayahnya, berulangkali memohonkan maaf atas peristiwa itu kepada Abdulloh.

Ia memohon dengan sebenar-benarnya. Ia berjanji, maaf yang diberikan akan ia tebus dengan bacaan shalawat sepanjang hidupnya.

Hati Abdulloh bin Mubarok yang penuh belas kasih, menerima permohonannya. Maka sang ayah sembuh seperti semula. Dan sang anak berjuang memenuhi janjinya: mengembuskan shalawat bersamaan dengan setiap detak jantungnya.

 

*disarikan dari mauidhoh hasanah KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam even Lirboyo Bersholawat, dalam rangka Haul Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Putri Tahfidzil Qur’an (P3TQ), Kamis (15/03) kemarin.