Category Archives: Pojok Lirboyo

Kuliah Umum: Peran Strategis Santri di Negara Demokrasi

Kuliah Umum Kebangsaan yang diselenggarakan pagi hari di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri kembali diselenggarakan pada Ahad pagi (14/07). Mahasantri Mahad Aly Lirboyo menyimak materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. M. Mahfudz MD.

Dalam Kuliah Umum tersebut Prof. Mahfudz mengutarakan sejarah berdirinya NKRI, mulai dari Kongres Sumpah Pemuda yang menyatukan Bangsa Indonesia, sampai rapat yang menentukan negara ini menjadi Federal atau Republik.

‘Peran Strategis Santri Di Negara Demokrasi’ yang menjadi Tema Kuliah Umum pagi itu diharapkan menjadi motivasi dan pembelajaran Mahasantri dalam mengenal kembali arti Kebangsaan dan Demokrasi di Indonesia.

“Saudara ambil semua bidang ilmu,” menurut beliau, “Karena Santri sekarang mau berperan apa saja, anda tinggal memilih. Dulu, kan, ndak boleh. Sekarang anda yang tentukan peran yang tepat untuk anda. Tidak bisa saya tentukan,” lanjut beliau. “Karena setiap orang mempunyai spesifikasi dan keinginan. Passion anda apa, ambil dan kembangkan.” Pungkas beliau setelah ditanya perihal peran apa yang cocok untuk para santri untuk negara.

Acara selesai pukul 13:10 setelah sesi dialog antara Prof. Mahfudz dan Mahasantri di penghujung acara.[]

Simak selengkapnya di YouTube Pondok Lirboyo

Kuliah Umum; Strategi Dakwah Mahasantri di Era Digital

LirboyoNet, Kediri – Rabu siang (10/07) Ma’had Aly Lirboyo melaksanakan Kuliah Umum, yang mendatangkan Pimpinan Redaksi Times Indonesia; Yatimul Ainun, S.Sos.I. Dalam kuliah umum yang mengusung tema Strategi Dakwah Mahasantri di Era Digital dalam lingkup Ketahanan Informasi Nasional tersebut, beliau memaparkan beberapa hal penting seputar teknologi dan informasi-informasi seputar sebab-akibat kabar bohong (hoax) yang kian menjamur di negara ini.

“Penyakit lama yang sudah akut saat ini (terutama di Indonesia) adalah tersebarnya berita bohong (hoax). Penyakit hoax ini, setelah menjamur dimana-mana, fitnah pun menyebar. Bahkan sudah dianggap biasa. Bahkan bohong pun dianggap benar. Tutur beliau.

“Kenapa ini harus segera ditangani dan diobati? Karena akan merubah pola pikir kita. Kesalahannya terletak dimana setiap sesuatu yang diunggah di media sosial, selalu dianggap benar.” Tandas beliau.

Lihat selengkapnya di YouTube Pondok Pesantren Lirboyo

Pada intinya, para mahasantri yang dinilai sudah mumpuni dalam bidang agama, sudah menjadi keharusan memperjuangkan ilmunya melalui media sosial atau media informasi lainnya. Sehingga kabar bohong bisa segera terobati. Dan masyarakat tidak lagi terbohongi.[]

Ketika Mahasantri Lirboyo Mengajar Santri Papua

LirboyoNet, Bogor-Program Wajib Khidmah Pondok Pesantren Lirboyo terus berlanjut hingga saat ini. Program yang menjadi salah satu syarat  Mahasantri sebelum di Wisuda. Dan untuk pada  tahun ini adalah tahun kedua Ma’had Aly Lirboyo mengirimkan Mahasantri Semester 7-8 menjadi guru bantu di Pondok Pesantren Daarur Rasul.

“Pondok Pesantren Daarur Rasul berdiri pada tahun 2004. Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren ini bermula dari seorang Kyai asal Bogor yang bernama KH. Ahmad Baihaqi yang tak lain adalah salah satu murid KH. Ma’sum Jauhari yang merupakan salah satu Masyayikh Lirboyo yang biasa di kenal dengan sebutan Gus Maksum. KH. Ahmad Baihaqi  telah melakukan dakwah sejak 1994 di Pulau Papua. Dari dakwahnya tersebut  tidak sedikit orang tua yang ingin anaknya mengenyam pendidikan agama Islam secara mendalam, hingga akhirnya beliau membawa anak-anak  dari papua tersebut ke Tanah Jawa untuk diajarkan agama Islam dan Pendidikan umum.”  Terang Abdurrohim Mahasantri Asal Brebes.

“Pondok pesantren yang semua santrinya orang papua ini, mempunyai kegiatan-kegiatan yang tak jauh berbeda dengan pesantren yang ada di indonesia pada umumnya. kegiatan dimulai dengan bangun pagi pukul 04:00 kemudian membaca wiridan sambil nunggu waktu shalat  subuh. Setelah shalat subuh membaca wirid wirdu latif sampai waktu duha, kemudian sarapan pagi.”  Terang Syarif Hidayatullah Mahasantri asal Sragen.

“Tepat Pukul 07:00  semua santri diwajibkan untuk mengikuti sekolah umum. Semua kegiatan pondok selesai sampai pukul 22:00, para santri di persilahkan untuk tidur sampai pukul 04:00.” Timpal Mahbub Mahasantri asal Cianjur.

“ Dan salah satu yang menarik  dari Pondok Pesantren Daarur Rasul selain semua santrinya berasal dari papua, pondok pesantren ini juga tidak memungut  biaya sama sekali.”  Terang Mahbub.

Semoga semua delegasi guru bantu yang disana bisa bermanfaat dan dimudahkan segala urusanya. (TB)

Info Pendaftaran Pondok Pesantren Lirboyo 4 Cabang Santren.

LirboyoNet. Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Santren, yang beralamat di Jl. Sultan Ageng Tirtoyoso Santren Kel. Tanggung Kota Blitar. Menerima pendaftaran santri baru ajaran 1440-1441 H./2019-2020 M.

Dengan Visi :

Terlahirnya kader-kader ulam dan terciptanya masyarakat islam yang berhaluan Ahlu Sunah wal Jama’ah serta diridhoi oleh Allah SWT.

Dengan Misi :

  1. Mengajarkan ilmu pengetahuan agama menuju terbentuknya kader ulama yang taqwa.
  2. Mewujudkan kultur pesantren yang bermartabat, ramah dan santun dalam suasan kekeluargaan.
  3. Menjalin hubungan dan kerja sama yang baik antara Orang tua santri, Pondok, Pemerintah dan Masyarakat.
  4. Meningkatkan kualitas belajar mengajar secara berkelanjutan.
  5. Mengembangkan dan melestarikan tradisi dan amaliyah ahlusunah wal jama’ah an nahdiyah.

Program Pendidikan :

  1. Pondok Pesantren
  2. Madrasah Diniyah
  3. Taman Pendidikan Al Qur’an
  4. Pembelajaran Kitab Kuning
  5. Majelis Taklim

Fasilitas:

  1. Asrama
  2. Masjid
  3. Halaman Luas
  4. Ruang Kelas

Syarat Pendaftaran:

  1. Mengisi Formulir
  2. Membayar Biaya Pendaftaran 20.000
  3. Fotocopy KK+ Akta Kelahiran 1 Lembar
  4. Foto Hitam Putih 3 kali 4 sebanyak 3 Lembar.

Waktu dan Tempat Pendaftaran: Mulai Rabu 3 Juli 2019 – 31 Agustus 2019

Pukul: 08.00-21.00 WIB.

Tempat Kantor Pondok Pesantren Lirboyo 4 Cabang Santren.

Contact Person : Abdul Majid (085755481643). M. Amin (085749197150)

Pembukaan Aktivitas Lajnah Bahtsul Masail

LirboyoNet, Kediri – Para aktivis bahtsul masail Pondok Pesantren Lirboyo, menghadiri acara Pembukaan Aktivitas musyawarah di gedung Lajnah Bahtsul Masail (LBM). Acara yang diselenggarakan Jum’at siang (05/07) itu berlangsung lancar.

Bersama Dewan Rais Am LBM dan masyayikh, para santri diberikan wejangan, agar kegiatan musyawarah selama satu tahun bisa maksimal.

Agus HM. Ibrahim Ahmad Hafidz, selaku Rais Am LBM Pondok Pesantren Lirboyo menegaskan bahwa “Musyawarah adalah budaya turun temurun dari generasi ke generasi. Dari musyawarah kita bisa mempelajari hal sedikit. Namun dapatnya banyak.”

Beliau juga menasihati para aktivis, agar kembali menata niat dalam bermusyawarah perihal mujadalah (adu argumentasi) di dalamnya, “Jangan sampai dalam prakteknya mujadalah kita dalam musyawarah tujuannya Sum’ah (mencari popularitas), atau Hubbul jah (mencari pangkat/jabatan),” tutur beliau. “Kita niati tholabul ilmi.”

Baca Juga: Dawuh KH. AHS Zamzami Mahrus: Jangan pernah putus asa

Dalam kesempatan kali ini. KH. AHS Zamzami Mahrus pun memberikan wejangan dan menutup acara dengan doa. Ashar tiba bersama selesainya acara.[]