Category Archives: Pojok Lirboyo

Himasal Mesir Shalat Ghaib untuk Yai Habib

LirboyoNet, Mesir — Aroma duka yang semerbak di Pondok Pesantren Lirboyo kala KH. A. Habibulloh Zaini wafat, berhembus hingga belahan dunia seberang sana. Di Mesir, para alumni Ponpes Lirboyo berkumpul untuk bersama menerbangkan doa bagi beliau, Selasa malam (11/02/20) waktu setempat.

Mereka yang sedang menimba ilmu di salah satu kota ilmu tertua dalam sejarah Islam, Kairo, itu bermaksud mengadakan shalat ghaib bagi Yai Habib—sebutan para santri kepada KH. A. Habibulloh Zaini. Setelah shalat ghaib, mereka mendoakan Yai Habib dengan bacaan tahlil.

Acara ini diselenggarakan di salah satu rumah alumni Ponpes Lirboyo, Azizah, yang berada di Distrik Darb al-Ahmar, Kairo. Ia adalah koordinator Kajian Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Mesir. Karenanya, usai acara doa bersama, perkumpulan itu juga membicarakan agenda Himasal ke depan. “Kami juga menyiapkan hasil kajian kami selama enam bulan sebelumnya. Kami berencana menyusunnya menjadi satu buku khusus,” ujar Farhan al Fadhil, ketua Himasal Mesir.

Di kesempatan berkumpul ini, mereka juga menyambut kedatangan empat anggota Himasal Mesir baru. Mereka kemudian mendapatkan arahan dari para senior, di antaranya Hakam (mantan ketua PCINU Mesir) dan Imron Hasani, kandidat magister universitar Al-Azhar.

3 Menteri Resmikan Bangunan Rusun Lirboyo

LirboyoNet- Kediri. (15-02) siang tadi Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan segenap rombongan hadir di Pondok Lirboyo guna meresmikan bangunan rusun baru yang ada di sebelah utara bangunan rusun lama.

Acara berlangsung renyah penuh candaan, sebagai sambutan perwakilan dari pengasuh pondok Lirboyo, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menyambut baik dan mengapresiasi kinerja pemerintah dengan adanya pembanguna rusunawa ini. “Terimakasih kepada pemerintah telah bersinergi dengan pesantren.” Tukas beliau. Bangunan rusunawa ini sangat menunjang keperluan pesantren. Dalam candaanya beliau ‘membocorkan’ soal isu mengenai takutnya petinggi negeri ini kalau mengunjungi Kediri utamanya Lirboyo karirnya akan terganggu.

“Saya mendapat sebuah ‘bisikan’ kalau ingin aman berkunjung kesini, sebelumnya ziarah dulu ke makam Syekh Wasil.”

Beliau juga mengungkapkan permohonan kebutuhan pesantren yang lainnya seperti sarana dan prasarana yang kurang memadai agar mendapatkan perhatian dari para Menteri.

Sambutan kedua dari Sekretaris Kabinet Pramono Anung W. Beliau yang lahir dan besar di Kediri terlihat begitu akrab dengan masyayikh, juga menanggapi permohonan dari Kyai Kafabih dengan berupaya mengabulkannya. Selain itu beliau menyampaikan salam dari Bapak Presiden Joko Widodo yang sejatinya sangat ingin sekali berkunjung ke Lirboyo namun di cegah oleh beliau karena isu tadi. Sehingga saat mendengar ‘bocoran’ dari Kyai Kafabih agar sebelum berkunjung ziarah ke makam Syekh Wasil terlibih dahulu beliau berniat menyampaikannya kepada Jokowi.

Acara ditutup dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti dan disusul penyerahan cinderamata dari pondok kepada Seskab. Rencananya rombongan akan langsung bertolak meresmikan bangunan rusun yang ada pondok Ploso dan Ngasinan asuhan KH. Anwar Iskandar, baru kemudian jadwal rombongan meninjau perkembangan pembangunan Bandara Kediri. [n.a]

Penutupan FMPP XXXVI, Menag Fachrul Razi: Bangsa ini Merdeka, karena Peran Besar Pesantren

LirboyoNet, Kediri—Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi menutup secara resmi acara FMPP (Forum Musyawarah Pondok Pesantren) ke-XXXVI se-Jawa Madura pada kamis malam jumat (14/02).

Acara tersebut, dihadiri juga oleh segenap Masyayikh dan Dzuriyah Pondok Pesantren Lirboyo, dan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.

Acara yang dimulai sehabis isya itu dibanjiri oleh segenap delegasi FMPP dan santri Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam kesempatan ini, Menag RI Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi menyampaikan sambutan beliau, bahwa “Saya di amanahi oleh Presiden dan Wakil Presiden sebagai menteri Republik Indonesia.”

“Jabatan ini cukup berat, namun saya berprinsip, sepanjang ada doa dan barokah dari para kiai,”

“Terutama keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, insyaAllah Allah akan memudahkan tugas-tugas saya.”

Beliau juga menyampaikan, bahwa beliau merasakan ketenangan ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo ini.

“Bangsa ini dapat merdeka, karena peran besar Pesantren”,

“Negara dan pemerintah tidak pernah lupa atas jasa para syuhada’ bangsa dari kalangan Pesantren.”

“Indonesia dari dulu tidak pernah memisahkan antara identitas islam dan identitas kebangsaan,” kata beliau,

“Dan ujung tombak paling utama adalah Nahdlatul Ulama.” Pungkas beliau.

Para ulama kita adalah nasionalis sejati. Jauh sebelum kita merdeka, ulama dan pesantren sudah berkontribusi nyata, mengambil bagian, mengukir peradaban, serta mencerdaskan kehidupan bangsa lewat lembaga-lembaga pendidikan yang didirikannya.

Mereka tetap mempertahankan identitas ke-indonesia-an, menguatkan nasionalisme santri dalam situasi apapun juga.

Pada bulan September 2019 lalu, telah disahkan undang-undang tentang pesantren. Undang-undang ini terbit bukan untuk menyeragamkan pesantren, seperti sekolah, madrasah, atau mengatur pesantren agar mau mengikuti pemerintah. Undang-undang ini hadir dalam rangka menjaga khas pesantren.

Apa yang selama ini dilakukan oleh pesantren, berupa proses belajar-mengajar dengan segala khas-nya.

Baik segi metode, kurikulum dan lainnya tetap akan dipertahankan sebagai sebuah sistem pendidikan yang diakui sebagai sistem pendidikan nasional.

Kalau kita membaca sejarah, bisa akan tergambar dengan jelas bahwa pendidikan asli Indonesia adalah pendidikan pesantren.

Acara pungkas diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, dan ditutup dengan doa yang dibawakan oleh KH. Zainuddin Jazuli.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Muhasabah Membuat Diri Berubah

Program Sosial Bank Indonesia kepada Pondok Pesantren Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Sabtu (08/02) Dedikasi Untuk Negri melalui Program Sosial yang dibawakan oleh Bank Indonesia alhamdulillah terlaksana di Pondok Pesantren Lirboyo. Acara yang dimulai pagi hari, tepatnya pukul 08:57 itu dihadiri oleh segenap Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo yakni KH. A. Hasan Syukri Zamzami Mahrus, Deputi Gubernur Bank Indonesia yakni Bapak Sugeng.

Juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi JATIM, Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Syariah, Direktur DSDM, Direktur DKom, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Perwakilan BI Malang, Kepala Perwakilan BI Jember, Kepala Divisi Departemen Regional, juga segenap santri Pondok Pesantren Lirboyo.

Menurut KH. Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus, keberadaan Pondok Pesantren Lirboyo tidak lain sangat membantu dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat kediri, dengan budaya konsumtif yang ada di Pondok (santri), disamping kebutuhan pokok yang sangat banyak.

“Di Kediri tidak dapat dipungkiri bahwa lirboyo termasuk menjadi tempat perputaran ekonomi terbesar, dengan jumlah santri yang mencapai dua puluh lima ribu bahkan bisa lebih.” Tutur beliau.

Deputi Gubernur Bank Indonesia juga memberikan semangat kepada para santri dalam sambutannya, agar kelak para santri tidak hanya pintar dalam masalah agama saja, juga pintar dalam masalah ekonomi.

“Santri itu di masa depan harus punya kombinasi ilmu, selain harus belajar ilmu fiqh, juga harus belajar ilmu sugih (kaya),” tutur Bapak Sugeng.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Nurul Huda Ahmad setelah pemberian cinderamata dari Pondok Pesantren Lirboyo kepada Bank Indonesia, begitu pula sebaliknya.[]

Baca Juga : Khutbah Jumat: Pentingnya Kolaborasi Ilmu, Amal, dan Niat

Pasar Rakyat 2020

Dalam rangka memeriahkan MUNAS IV HIMASAL & Reuni Akbar VI Pondok Pesantren Lirboyo menggelar Pasar Rakyat yang bertempat di Lapangan Barat Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.

Acara yang dibuka untuk umum ini dimeriahkan oleh grup-grup musik Islami ternama, di antaranya Subbanul Muslimin & Gus Azmi (Probolinggo), At-Taufiq (Madura), Subbanus Salimiyah (Kediri), Gambus Ihsan Latif (Lampung), penampilan para finalis Lomba Rebana se-Karisidenan Kediri, serta Pameran Sejarah & Peninggalan Sesepuh Pondok Lirboyo.

Untuk Anda yang ingin Mendaftarkan Stand, Anda bisa menghubungi nomor
087738885857.
Jika anda ingin mensponsori, Anda bisa menghubungi nomor
08978093033

Informasi lebih lanjut bisa Anda hubungi nomor
085731372011