HomeKonsultasiSalat Qasar dan Jamak

Salat Qasar dan Jamak

0 3 likes 699 views share

I. Sholat Qashar
A. Hukum Qashar Sholat
Orang yang bepergian jauh diperbolehkan untuk meringkas (qashar) salat fardlu yang bilangan rakaatnya empat. Yakni sholat dhuhur, ashar, dan ‘isya. Sementara hukum mengqashar sholat secara lebih terperinci adalah sebagai berikut:
1. Boleh, bila perjalanan telah mencapai dua marhalah.
2. Lebih baik qashar, bila jarak tempuh telah mencapai tiga marhalah atau lebih.
3. Wajib, jika waktu sholat tidak cukup untuk melakukan sholat kecuali dengan cara meringkas sholat.
B. Syarat-Syarat Qashar Sholat

1. Tujuan bepergian tidak untuk maksiat.
2. Jarak yang ditempuh telah mencapai dua marhalah/16 farsakh. Jarak ini bila diukur menggunakan satuan kilometer, maka terdapat beberapa pendapat :

Menurut Mayoritas ulama’ 119,9 KM
Menurut Ahmad Al-Husain Al-Mishny 94,5 KM
Menurut Al-Ma’mun 89,999992 KM
Menurut Kitab At-Taqnrat Syadidah 82 KM
Menurut Kitab fiqh Al-Islamiy 88,7C4 KM
Menurut Kitab Tanwir Al-Qulub 80, 64 KM

3. Sholat yang diqashar adalah sholat yang dikerjakan dalam waktunya (ada).
4. Niat qashar sholat pada saat takbiratul ihram:

أصلي فرض الظهر مقصورة لله تعالى

 

5. Tidak dilakukan dengan cara bermakmum kepada imam yang tidak mengqashar sholat, baik imam ltu seorang musafir atau muqim.
6. Dilakukan setelah keluar dari batas desanya.
7. Dilakukan ketika masih dalam bepergian.
8. Memiliki tujuan daerah atau tempat yang jelas.
9. Mengetahui hukum diperbolehkannya qashar sholat.

II. Sholat jama’
A. Hukum dan Ketentuan Jama’
Orang yang telah memenuhi syarat-syarat diperbolehkan melakukan qashar sholat, juga diperbolehkan untuk jama’ (mengumpulkan) sholat dalam satu waktu. Sementara pelaksanaannya bisa dengan jama’ taqdim (dilakukan pada waktu sholat pertama ) atau dengan jama’ ta’khir (dilakukan pada waktu sholat kedua).
1. Jama’ taqdim, yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan ashar yang dilakukan pada waktu sholat dhuhur, dan mengumpulkan sholat maghrib dan ‘isya yang dilaksanakan pada waktu sholat maghrib.
2. Jama’ ta’khir, yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan ashar yang dilakukan pada waktu sholat ashar, dan
mengumpulkan sholat maghrib dan ‘isya yang dilaksanakan pada sholat ‘isya.
B. Syarat-Syarat Jama’ Taqdim
1. Niat jama’ ketika melaksanakan sholat yang pertama pada saat takbiratul ihram.
• Niat sholat pertama (Dhuhur):

أصلى فرض الظهر مجموعا إليه فرض العصر جمعا تقديما لله تعالى

• Niat sholat kedua (Ashar):

أصلى فرض العصر مجموعا إليه فرض الظهر جمعا تقديما لله تعالى

2. Tertib, dalam artian mendahulukan sholat dhuhur dari sholat ashar dan mendahulukan sholat maghrib dari isya’.
3. Muwalab, artinya setelah melaksanakan sholat pertama, langsung melakukan sholat kedua tanpa dipisah oleh waktu yang lama menurut keumuman. Sebagian ulama’ berpendapat, standar pemisah yang lama adalah waktu yang cukup digunakan untuk melakukan sholat dua rakaat, kecuali jika pemisah tersebut masih berkaitan dengan kemaslahatan sholat seperti melaksanakn wudhu, mendengarkan adzan dan lain-lain.
C. Syarat-Syarat Jama’ Ta’khir
1. Niat (menyengaja) akan melaksanakan sholat pertama dalam waktu sholat yang kedua, dimana niat tersebut dilakukan mulai masuknya waktu sholat yang pertama hingga akhir waktu sekira cukup digunakan untuk mengerjakan kira-kira satu rakaat sholat.
2. Dikerjakan dalam bepergian hingga selesai melaksanakan sholat yang kedua.
Dalam jama’ ta’khir tidak disyaratkan tertib, muwalah dan niat jama’ dalam waktu sholat pertama. Namun ketiganya sunah dilakukan.
• Niat sholat pertama (Dhuhur):

أصلى فرض الظهر مجموعا إليه فرض العصر جمعا تأخيرا لله تعالى

 

• ,Niat sholat kedua (Ashar):

أصلى فرض العصر مجموعا إليه فرض الظهر جمعا تأخيرا لله تعالى

 

Catatan:
Keringanan melakukan sholat jama’ taqdim dan ta’khir juga diperuntukkan bagi orang sakit yang merasa berat bila harus melakukan sholat secara sempurna. Menurut qoul aujah, batasan sakit yang diperbolehkan jama’ taqdim dan ta’khir adalah sakit yang
sekira menyebabkan diperbolehkan duduk di dalam sholat fardlu.

Catatan Penting:
Jama’ dan qoshor juga terkadang hukumnya wajib. Seperti ketika mengluarkan waktu sholat dluhur hingga sampai waktu ashar dengan niat jama’, dan belum melakukan sholat hingga waktu ashar tersisa hanya cukup untuk melakukan sholat empat rakaat, maka dalam keadaan tersebut wajib baginya untuk melakukan jama’ dan qoshor.

 

Disarikan dari buku Kado Turats, karya tamatan MHM Lirboyo 2011.