Setiap Muslim merindukan Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Semua berburu, menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan penuh harap. Namun, tahukah Anda? Kerahasiaan waktu pastinya adalah salah satu Rahasia Cinta Allah kepada hamba-Nya.
Seringkali kita bertanya, mengapa Allah tidak memberitahukan tanggal pasti malam agung ini? Padahal, seandainya kita tahu, tentu ibadah bisa kita fokuskan dan kita maksimalkan!
Jawabannya tersemat dalam kebijaksanaan ilahiah yang mendalam. Berikut adalah penjelasan ulama tentang hikmah tersembunyi di balik kerahasiaan Lailatul Qadar.
Baca juga: Delapan Perkara yang Membuatmu Berhenti Mokel
Rahasia Ilahi: Kunci Tersembunyi di Balik Kerahasiaan Malam
Para ulama menjelaskan bahwa hikmah menyembunyikan Lailatul Qadar serupa dengan hikmah Allah menyembunyikan waktu wafat dan Hari Kiamat. Tujuannya adalah untuk mendorong hamba-Nya pada Ijtihad (kesungguhan) yang maksimal.
1. Mendorong Ibadah Maksimal dan Konsisten
Syaikh Wahbah az-Zuhaili menyebutkan bahwa hikmah utama dalam kerahasiaan Lailatul Qadar, adalah:
حَتَّى يَرْغَبَ الْمُكَلَّفُ فِي الطَّاعَاتِ، وَيَزِيدَ فِي الِاجْتِهَادِ، وَلَا يَتَغَافَلَ، وَلَا يَتَكَاسَلَ، وَلَا يَتَّكِلُ.
Artinya: “Sehingga hamba yang mukalaf (terbebani syariat) berhasrat pada semua ketaatan, menambah kesungguhan, tidak lalai, tidak malas, dan tidak bersandar (pada kepastian waktu).”
Bayangkan, jika malam itu diketahui pasti, kebanyakan kita mungkin hanya akan beribadah keras di malam tersebut dan mengabaikan malam-malam lainnya. Kerahasiaan ini membuat kita menghidupkan seluruh 10 malam terakhir seolah-olah setiap malam adalah malam Lailatul Qadar.
Baca juga: Kunci Sukses Puasa Ramadan: 5 Adab Rahasia yang Wajib Kamu Tahu!
2. Bentuk Kasih Sayang (Syafaqah) Agar Tidak Berdosa
Selain dorongan ibadah, kerahasiaan ini juga merupakan bentuk kasih sayang dari Allah. Syaikh Wahbah az-Zuhaili melanjutkan dalam kitabnya at-Tafsir al-Munir:
وَمِنَ الْإِشْفَاقِ أَيْضًا أَلَّا يَعْرِفَهَا الْمُكَلَّفُ بِعَيْنِهَا لِئَلَّا يَكُونَ بِالْمَعْصِيَةِ فِيهَا خَاطِئًا مُتَعَمِّدًا.
Artinya: “Termasuk kasih sayang (Allah) juga, agar hamba yang mukalaf tidak mengetahui malam itu secara pasti, supaya jika ia bermaksiat pada malam itu, ia tidak tergolong sebagai orang yang sengaja dan tahu (berbuat dosa besar di malam mulia).”
Ini adalah rahmat bagi mereka yang mungkin tergelincir dalam dosa di malam itu. Dosa yang dilakukan tanpa pengetahuan bahwa itu adalah Lailatul Qadar tidak sama konsekuensinya dengan dosa yang dilakukan secara sadar di malam yang kemuliaannya telah diketahui pasti.
Baca juga: Menabur Bunga dan Menanam Tumbuhan di atas Kuburan, Bolehkah?
3. Bukti Keagungan Firman Allah
Puncaknya, kesungguhan hamba mencari malam yang disembunyikan ini menjadi kebanggaan di sisi Allah.
فَهَذَا جِدُّهُمْ فِي الْأَمْرِ الْمَظْنُونِ، فَكَيْفَ لَوْ جَعَلْتُهَا مَعْلُومَةً لَهُمْ؟
Ketika seorang hamba bersungguh-sungguh mencari malam yang hanya diduga waktunya, Allah membanggakan mereka di hadapan Malaikat-Nya, seraya berfirman, “Inilah kesungguhan mereka dalam perkara yang masih disangka-sangka, bagaimana jika Aku menjadikannya pasti bagi mereka?”
Tanda-Tanda Malam yang Penuh Berkah (Amārāt Lailatul Qadar)
Meskipun waktunya dirahasiakan, Rasulullah ﷺ memberikan kita “peta jalan” berupa tanda-tanda yang dapat kita amati untuk meningkatkan kesungguhan beribadah.
Baca juga: Ziarah Kubur: Tradisi Umum di Nusantara
1. Udara dan Cuaca yang Tenang
Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kedamaian, tidak ada kegaduhan, dan cuacanya sangat bersahabat.
Rasulullah ﷺ bersabda, seperti yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah:
لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ، لَا حَارَّةَ وَلَا بَارِدَةَ، وَتُصْبِحُ شَمْسُ صَبِيحَتِهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاءَ
“Lailatul Qadar adalah malam yang lapang (tenang) dan cerah, tidak panas dan tidak pula dingin, dan matahari pagi harinya terbit dalam keadaan lemah (sinarnya) dan kemerah-merahan.” (HR. Abu Dawud Ath-Thayalisi)
وَهِيَ طَلْقَةٌ بَلْجَةٌ، لَا حَارَّةَ وَلَا بَارِدَةَ، كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا، لَا يَخْرُجُ شَيْطَانُهَا حَتَّى يُضِيءَ فَجْرُهَا
“Malam itu cerah dan terang, tidak panas dan tidak dingin, seolah-olah ada rembulan di dalamnya. Setan-setannya tidak keluar hingga fajar menyingsing.” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim An-Nabil)
2. Matahari Pagi yang Berbeda
Salah satu tanda fisik yang paling jelas adalah kondisi matahari di pagi harinya:
Matahari terbit tanpa sinar menyilaukan (بيضاء لا شعاع لها). Matahari tampak putih, bulat sempurna, namun sinarnya lembut, seolah-olah tidak memancarkan cahaya yang kuat.
Baca juga: Kenapa Masih Ragu Ziarah Kubur? Ini Dalil dan Penjelasannya!
Pesan Kunci untuk Kita Semua
Jangan pernah lelah! Kerahasiaan Lailatul Qadar adalah undangan langsung dari Allah untuk memperbanyak ibadah, bukan untuk bermalas-malasan.
Maka, tingkatkan kesungguhan Anda dalam beribadah di setiap malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Raihlah kemuliaan malam seribu bulan itu, karena:
Jika kita bersungguh-sungguh dalam urusan yang kita duga, sungguh Allah lebih tahu pahala yang akan diberikan.
Semoga kita termasuk hamba yang meraih ampunan dan kemuliaan Lailatul Qadar tahun ini. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
