Tag Archives: dosa

Dosa yang Tak Tersisa

Allah Swt telah berfirman dalam al-Qur’an:

مَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zalzalah: 7-8)

Terkait kandungan ayat tersebut, terdapat sebuah kisah menarik yang diceritakan dalam kitab an-Nawadir, karya syekh Ahmad Syihabuddin bin Salamah al-Qulyubi, hlm. 126-127 (cetakan Al-Haromain) :

Suatu ketika, terjadi sebuah pertemuan antara dua malaikat di atas langit ke empat.

Mau kemanakah dirimu?” salah satu malaikat bertanya.

Hendak mengurusi suatu keperluan, yakni di sebuah negara tertentu ada seorang yahudi yang hampir mendekati ajalnya. Sementara ia sangat menginginkan salah satu jenis ikan laut, namun di seluruh lautan di negara tersebut tidak ada satupun ikan yang dia inginkan. Sehingga Allah memerintahkanku agar menyuruh ular-ular yang ada di lautan untuk memburu jenis ikan yang dimaksud untuk orang tersebut.” Jawab salah satu dari keduanya.

Selanjutnya ia menuturkan alasannya, “Hal itu dikarenakan dia tidak melakukan sebuah kebaikan melainkan Allah akan membalasnya di dunia, dan dia hanya memiliki satu sisa kebaikan. Atas dasar itulah Allah menghendaki untuk memenuhi keinginannya agar ia mati tanpa membawa kebaikan sedikitpun.”

Mendengar jawaban itu, malaikat yang sebelumnya bertanya lantas mengatakan, “Tuhan juga mengutusku untuk mengurusi suatu keperluan, yakni terhadap seorang muslim saleh yang tidak pernah melakukan sebuah keburukan melainkan Allah akan membalasnya, sehingga ia hanya memiliki satu dosa. Sekarang ia hampir mendekati ajalnya dan menginginkan buah Ziatun. Allah memerintahkan kepadaku agar menghalangi keinginannya. Atas dasar itulah Allah akan melebur sisa dosanya sehingga ketika ia meninggal dunia dan menghadap Tuhannya, ia tidak memiliki dosa sedikitpun.

Menurut Muhammad bin Ka’ab, cerita itulah yang menjadi contoh aplikatif dari firman Allah Swt dalam Surah al-Zalzalah ayat 7-8. Artinya, bahwa ketika orang kafir berbuat suatu kebaikan maka Allah Swt akan membalasnya di dunia dan ketika orang mukmin berbuat keburukan di dunia maka Allah Swt akan membalas habis keburukan tersebut di dunia sebelum ia masuk ke alam akhirat. []waAllahu a’lam

 

 

Kematian Tragis Sang Manusia Sadis

Dikisahkan, dulu bangsa Israel memiliki satu orang yang terkenal sebagai ahli ibadah di masanya. Ia bernama Barshisho, ia dikenal sejak lama sebagai ahli ibadah yang masyhur di kalangan umat manusia pada zaman itu.

Suatu hari, lahirlah seorang putri kerajaan di suatu negara. Sebagai pewaris tahta kerajaan, sang raja tak ingin putrinya terkontaminasi pergaulan bebas bersama laki-laki yang ada di lingkungannya. Sebagai pilihan, sang raja akhirnya mengirimkan putrinya yang masih belia di asrama yang diasuh oleh orang yang ahli ibadah di masa itu, yakni Barshishoh. Sehingga sejak saat itu juga tidak ada satu orangpun yang mengetahui keberadaan putrinya.

Waktu terus berjalan, putri raja yang dulu masih kanak-kanak di asrama itu kini tumbuh menjadi seorang remaja cantik. Pada suatu hari datanglah setan dengan menyamar sebagai lelaki tua. Setan itu telah membujuk Barshisho untuk memperkosa putri sang raja. Akhirnya Barshisho kalah akan bujuk rayu tersebut menyetubuhi putri sang raja yang berada di bawah asuhannya.

Ketika kehamilan putri raja semakin membesar, setan datang menghampiri Barshisho. Lantas berkata, “Engkau terkenal sebagai orang yang zuhud. Apabila putri raja sampai melahirkan, maka akan tersebar kasus persetubuhan yang telah kau lakukan. Kasus itu akan mencoreng nama baikmu di mata masyarakat luas”.

Maka bunuhlah putri raja itu sebelum ia melahirkan. Dan katakan pada sang raja bahwa anaknya meninggal dunia seperti biasanya. Dengan begitu raja pasti akan mempercayaimu. Setelah itu kuburlah putri raja itu dan kasusmu tidak akan diketahui oleh siapapun”, setan melanjutkan bujuk rayunya.

Setalah merenung beberapa saat, Barshisho menuruti bujukan setan. Akhirnya  ia nekad membunuh sang putri. Lantas memberitahukan akan kabar meninggalnya sang putri terhadap raja serta meminta izin untuk menguburnya. Dalam keadaan sedih, sang rajapun mengizini Barshisho untuk mengubur putrinya.

Usaha setan untuk menyesatkan umat manusia tak berhenti sampai di situ. Kali ini ia mendatangi raja dengan menyamar menjadi seorang ulama. Dalam penyamarannya itu, setan menceritakan kejadian sebenarnya tentang apa yang telah dilakukan Barshisho terhadap putrinya.

Galilah kuburan putrimu, kemudian bedahlah perutnya. Apabila engkau melihat janin dalam perutnya, maka apa yang kuceritakan benar. Apabila sebaliknya, maka bunuh saja diriku” ujar setan itu dalam penyamarannya.

Atas dasar ujaran setan, sang raja akhirnya benar-benar mencari tempat persemayaman putrinya. Kuburan itu digali, mayatnya dikeluarkan, dan perutnya dibedah. Ternyata, apa yang dikatakan setan benar, terdapat janin di dalam perut sang putri.

Akhirnya sang raja mencari Barshisho atas dugaan kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap putrinya. Barshisho ditangkap dan dibawa ke negaranya untuk dihukum. Barshisho pun akhirnya divonis menjalani hukuman salib.

Setan menghampiri Barshisho yang tak berdaya di tiang salib. Lantas berkata, “Engkau telah berzina atas bujukanku, dan kau telah membunuh nyawa seseorang juga atas perintahku. Maka berimanlah kepadaku, niscaya akan kuselamatkan dirimu dari siksaan raja tersebut”.

Kali ini, Barshisho benar-benar menjadi orang yang celaka. Ia beriman kepada setan itu. Namun setan justru pergi menjauhi Barshisho.

Mengapa kau tak menyelamatkan aku?” tanya Barshisho.

Sesungguhnya aku saja takut kepada Allah, Tuhan sekalian alam” jawab setan seraya meninggalkan Barshisho yang telah kufur dan beriman kepadanya. Naudzubillahi min Dzalika.

[]waAllahu a’alam bis Shawab

 

____________________

Disarikan dari kitab an-Nawadir, karya syekh Ahamd Syihabuddin bin Salamah al-Qulyubi, hlm 50-51, cet. Al-Haromain.