HomeAngkringDosa yang Tak Tersisa

Dosa yang Tak Tersisa

0 4 likes 193 views share

Allah Swt telah berfirman dalam al-Qur’an:

مَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zalzalah: 7-8)

Terkait kandungan ayat tersebut, terdapat sebuah kisah menarik yang diceritakan dalam kitab an-Nawadir, karya syekh Ahmad Syihabuddin bin Salamah al-Qulyubi, hlm. 126-127 (cetakan Al-Haromain) :

Suatu ketika, terjadi sebuah pertemuan antara dua malaikat di atas langit ke empat.

Mau kemanakah dirimu?” salah satu malaikat bertanya.

Hendak mengurusi suatu keperluan, yakni di sebuah negara tertentu ada seorang yahudi yang hampir mendekati ajalnya. Sementara ia sangat menginginkan salah satu jenis ikan laut, namun di seluruh lautan di negara tersebut tidak ada satupun ikan yang dia inginkan. Sehingga Allah memerintahkanku agar menyuruh ular-ular yang ada di lautan untuk memburu jenis ikan yang dimaksud untuk orang tersebut.” Jawab salah satu dari keduanya.

Selanjutnya ia menuturkan alasannya, “Hal itu dikarenakan dia tidak melakukan sebuah kebaikan melainkan Allah akan membalasnya di dunia, dan dia hanya memiliki satu sisa kebaikan. Atas dasar itulah Allah menghendaki untuk memenuhi keinginannya agar ia mati tanpa membawa kebaikan sedikitpun.”

Mendengar jawaban itu, malaikat yang sebelumnya bertanya lantas mengatakan, “Tuhan juga mengutusku untuk mengurusi suatu keperluan, yakni terhadap seorang muslim saleh yang tidak pernah melakukan sebuah keburukan melainkan Allah akan membalasnya, sehingga ia hanya memiliki satu dosa. Sekarang ia hampir mendekati ajalnya dan menginginkan buah Ziatun. Allah memerintahkan kepadaku agar menghalangi keinginannya. Atas dasar itulah Allah akan melebur sisa dosanya sehingga ketika ia meninggal dunia dan menghadap Tuhannya, ia tidak memiliki dosa sedikitpun.

Menurut Muhammad bin Ka’ab, cerita itulah yang menjadi contoh aplikatif dari firman Allah Swt dalam Surah al-Zalzalah ayat 7-8. Artinya, bahwa ketika orang kafir berbuat suatu kebaikan maka Allah Swt akan membalasnya di dunia dan ketika orang mukmin berbuat keburukan di dunia maka Allah Swt akan membalas habis keburukan tersebut di dunia sebelum ia masuk ke alam akhirat. []waAllahu a’lam