Tag Archives: Kemendikbud

Presentasi Lomba Esai

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya”
Begitulah ungkapan Presiden RI pertama.

          Di tengah zaman yang terus melaju meninggalkan masa lalu, Para Santri Lirboyo berlomba-lomba menulis esai berbahasa Arab dengan tema “Merawat Ingatan Sejarah untuk Memperkokoh Ke-Indonesiaan.”

          Perlombaan ini diikuti oleh Siswa tingkat Aliyah dari berbagai Pondok Pesantren dan Sekolah se-Jawa Timur.
Dengan minimal tulisan 5 halaman HVS, para peserta mengumpulkan referensi dari kitab-kitab salaf maupun buku-buku terpercaya untuk menyusun esay mereka.

          Pada hari Kamis kemarin, tanggal 3 Oktober 2019 M., 10 peserta yang terseleksi dari sekian banyak peserta yang mengikuti perlombaan ini mempresentasikan hasil karyanya di depan para juri dan audiens. Selama 4 jam acara presentasi, audiens dibuat takjub mendengarkan argumentasi-argumentasi yang dibangun dan pola pikir para peserta 10 besar itu.

          Acara tersebut merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Kebudayaan dan Kementrian Pendidikan & Kebudayaan di Aula Al-Muktamar sejak hari Rabu, 2 Oktober 2019 M., dengan tema Penguatan Nilai Kebangsaan di Pesantren.

Penguatan Nilai Pesantren

LirboyoNet, Kediri – Rabu (02/10) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Sejarah mengadakan kegiatan penguatan nilai kebangsaan di Pondok Pesantren Lirboyo.

Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan di 5 daerah yakti Pulau Jawa, Lombok, Kalimantan, Banjarmasin, dan Sulawesi.

Sebelum bersua dengan para santri, KH. Agus Sunyoto, Dr. Zawawi Imran, dan Ibu Triana Wulandari beramah tamah ke kediaman Romo KH. M. Anwar Manshur.

Acara tersebut resmi dibuka pukul 10.23 WIB bersama para santri dan masyayikh lirboyo di Aula al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.

Tujuan dari kagiatan ini menguak tentang sejarah mengenai peran serta para santri yang dulunya memiliki kontribusi dalam masa pembentukan bangsa Indonesia.

“Selain itu, kami juga ingin kegiatan di pondok pesantren itu juga diketahui sekolah-sekolah umum,” katanya.

Setelah dibukanya acara, teman-teman santri diajak untuk melihat pameran sejarah di gedung yayasan sebelah utara al-Hasan.

Sesuai dengan rundown acara yang telah disusun panitia, setelah dzuhur Halaqoh Kebangsaan berjalan dengan lancar hingga ashar tiba, Dr. Zawawi Imran yang membacakan puisi Resolusi Jihad terlihat sempurna ketika KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menutup acara dengan do’a.

Semoga Pesantren selalu menjaga Indonesia agar tetap utuh, dan para santri diharapkan memiliki kesadaran akan slogan nahdlatul ulama bahwa nasionalisme adalah sebagian dari iman.[]