All posts by Nur Muhammad Alfatih

Metode Menghafal Paling Efektif

Metode Menghafal Paling Efektif

Sebelum menghafalkan materi pelajaran, ada kiat-kiat khusus yang bisa ditiru untuk memudahkan dan memunculkan semangat dalam menghafal. Kiat-kiat itu antara lain:

1. Tidak harus menunggu paham

Metode menghafal tidak mengharuskan kita untuk faham terlebih dahulu. Ada saatnya, ketika hafalan tersebut sudah kukuh, kita baru bisa memahaminya. Walaupun banyak orang yang tatkala menghafalkan, seketika itu ia bisa mendapat kepemahaman.

Imam Jalaluddin Athiyah dalam Arsyif Multaqo’ Ahli Hadist mencontohkan, seorang anak kecil yang menghafalkan al-Qur’an bersamaan tidak paham akan maknanya, dan tidak mampu meningkatkan penjelasannya, ketika ia telah menjadi besar berserta hafalan yang semakin menancap kuat, seketika ia membacanya, pada saat itu juga ia faham. Atau jika ia membuka ilmu tafsir, ia akan dimudahkan memahaminya. (Athiyah, tt)

2. Menghafal dengan suara yang lantang

Jika seseorang mengeraskan suaranya pada saat belajar atau menghafal–minimal untuk diri sendiri agar tidak mengganggu orang yang berada disekitarnya–hafalan seseorang tersebut akan lebih menghujam ke dalam hati. Dikarenakan telah menjadi tabiat bahwa, suara yang ditangkap oleh telinga seringkali lebih mudah untuk kita ucapkan kembali. Dengan sebab ini, seseorang bisa lebih cepat dalam menghafalkan ilmu.

Ada kisah yang dipaparkan dalam Kitab Al-Khissi ‘Ala Tholabul Ilmi. Gurunya bercerita kepada Imam Al-Askari bahwa ia melihat di sebagian pedesaan, banyak pemuda yang fasih dalam pengucapannya, bagus pula penjelasannya. Lalu gurunya bertanya kepada pemuda itu atas sebab kefasihannya, tatkala kebanyakkan orang di desa tersebut gagap dalam berbicara (susah berbicara dengan baik). Pemuda tersebut menjawab; “Saya membaca setiap hari lima puluh lembar dari beberapa buku-buku unggulan. Saya juga mengeraskan suara pada saat membacanya. Dalam waktu singkat, saya bisa menjadi seperti yang kamu lihat”. (al-‘Askari, tt)

3. Tidak ada kata telat dalam menghafal

Tidak ada kata terlambat dalam menghafal sesuatu. Banyak juga ulama-ulama yang baru memiliki himmah (kemauan kuat) untuk menghafal ilmu ketika telah berumur lanjut. Sahabat Ali Krw. memberikan pernyataan, bahwa batasan akal dapat tumbuh kembang secara sempurna, ketika seseorang tersebut mencapai umur 28 tahun. Selekas itu, sampai batas akhir umurnya, yang ada hanyalah tambahan pengalaman. (As-Sya’roni, tt)

Artinya, kemajuan akal tidak akan pernah jumud selagi seseorang tersebut terus tergerak akan sesuatu yang ingin ia hafal. 28 tahun yang dipersepsikan oleh Sahabat Ali Krw. juga bukan kepastian yang mutlak. Hanya saja pada kenyataannya, ketika seseorang melebihi umur 28 tahun dalam menghafalkan ilmu kurang terasah.

Hal ini disebabkan pada usia tersebut–melihat realita yang ada–merupakan usia seseorang disibukkan dengan berbagai urusan. Namun, ketika kita mau meluangkan waktu untuk menghafalkannya, kita pasti mampu meraihnya.


• Kesimpulan

Dari uraian di atas, menghafal menjadi sarana paling penting menunjang keberhasilan di dalam belajar. Untuk menghafalkannya, tidak mengharuskan paham terlebih dahulu. Akan ada masanya pemahaman bisa kita raih setelah kita menghafalnya. Sama seperti metode yang diajarkan di Pondok Pesantren Lirboyo ini.[]

Metode Menghafal Paling Efektif

Baca juga pendahuluan dari tulisan ini di Tahfidz Sebagai Kontributif Pemahaman
Jangan lupa untuk menonton Prinsip dalam Beramal | KH. M. Anwar Manshur

Program Pascasarjana S2 Ma’had ALy Lirboyo Diresmikan

25 Juni 2021, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Marhalah Tsaniyah Ma’had Aly Lirboyo atau Program Pascasarjana Strata-2 (S2), dengan studi pendidikan “Fikih Kebangsaan” saat berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo Jum’at sore.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama, didampingi KH. M. Anwar Mansur, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, KH. An’im Falahuddin Mahrus, dan KH Atho’illah Sholahuddin Anwar. Dilanjutkan dengan penyerahan SK dari Menag kepada KH. M. Anwar Mansur.

Dalam kesempatan ini, selaku Pengasuh Pondok Lirboyo, Kiai Kafabihi mendorong kepada Menteri Agama untuk menjadikan buku “Fikih Kebangsaan” karya Pondok Lirboyo sebagai kurikulum atau bacaan wajib di seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam di bawah naungan Kementerian Agama. Hal itu sebagai langkah kongkrit membentengi para mahasiswa dari paham-paham yang ingin merongrong NKRI.

Disamping itu, kunjungan Menteri Agama ini sekaligus sosialisasi panduan pelaksanaan shalat Idul Adha 1442 H. dan penyelengaraan penyembelihan kurban untuk menekan pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi melalui Menag, menyampaikan salam kepada Masayikh Lirboyo, serta meminta agar para kiai berkenan memberikan do’a, menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan berpartisipasi dalam vaksinasi.[]

Program Pascasarjana S2 Ma’had ALy Lirboyo Diresmikan

Baca juga: Kuliah Umum Fikih Kebangsaan Ma’had Aly Lirboyo
Simak video: Prof. Mahfud MD | Kuliah Umum Kebangsaan

Launching Virtual AYSI

Dalam acara Haul Emas Al-Maghfurlah KH. Abd. Wahab Hasbullah, Asosiasi Youtuber Santri Indonesia (AYSI) diresmikan.

AYSI merupakan komunitas santri kreatif dalam mengembangkan dakwah digital melalui kanal youtube dan media sosial di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Diinisiatori oleh Helmy M. Noor dengan Visi: Menjadi komunitas dakwah digital santri yang kreatif, inovatif, professional, dan rahmatan lil ‘alamin.

Sedangkan untuk Misi:

  1. Mewujudkan komunitas santri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital;
  2. Memperkuat peran santri dalam mewujudkan dakwah digital yang ramah dan solutif;
  3. Melaksanakan pelatihan pembuatan konten digital yang kreatif dan marketable;
  4. Melaksanakan pelatihan teknis dalam memproduksi konten dakwah digital yang inovatif berstandar broadcast;
  5. Melaksanakan siaran bersama untuk memperkuat edukasi dan syiar keagamaan; dan
  6. Menciptakan santri entrepreneur yang professional dinamis dan agamis

Dalam jajaran penasihat AYSI diisi:

  • Nyai Hj. Mahfudzoh Wahab
  • Hj. Khofifah Indar parawansa
  • Gus Miftah
  • H.M. Arum Sabil
  • Anang Hermansyah
Presidium AYSI

Ketua: Helmy M. Noor
Sekretaris: H. Mujtahidur Ridho

Anggota Presidium
  1. Ade Permana (Praktisi manejemen dan pemasaran)
  2. M. Ghofirin, M.PdI (Akademisi)
  3. Iwan Wahyu Susanto (Praktisi IT)
  4. M. Rizki Kevin Melody (Alumni PP. Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo)
  5. HM. Adibussholeh Anwar (Admin akun Pondok Pesantren Lirboyo Chanel)
  6. Ahmad Tajudin Zahro’u (Admin akun KH. Marzuki Mustamar Chanel)
  7. M. Habibur Rohman S.I.kom (Admin akun Masjid al-Akbar TV)

Peresmian AYSI dilakukan dengan menekan tombol logo AYSI yang berada di depan layar podium acara Haul Haflah KH. Abd. Wahab Hasbullah oleh beberapa tokoh di antaranya: Nyai Hj. Mahfudzoh Wahab, Hj. Khofifah Indar parawansa, Bpk. H. Muhammad Arum Sabil, Gus Miftah, dan KH. Marzuki Mustamar secara bersamaan.[]

Launching Virtual
Launching Virtual

Baca juga: 275 Channel Youtube Menayangkan Haul Kh. Abd. Wahab Hasbullah Secara Virtual
Tonton acara launching virtual di Haul Emas Virtual 50 Tahun KH. Wahab Hasbullah

275 Channel Youtube Menayangkan Haul Kh. Abd. Wahab Hasbullah Secara Virtual

Selasa, 22 Juni 2021, Haul KH. Abd. Wahab Hasbullah yang ke 50 ditayangkan secara langsung oleh lebih dari 275 chanel youtube, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang tergabung dalam AYSI (Asosiasi Youtuber Santri Indonesia) pada pukul 19.00 WIB.

Acara haul virtual ini diselenggarakan untuk pertama kalinya dibeberapa chanel youtube dengan total jumlah subcribe lebih dari 4 juta.

Dihadiri oleh Presiden Jokowi, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuqi Mustamar, Gus Miftah dan beberapa tokoh agama lainnya. Disiarkan langsung dari Masjid Jami’ Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang.

Urutan acara diawali dengan pembacaan Tahlil dan Istighosah oleh KH. Abdul Kholid, dilanjutkan Pembacaan Ayat Suci Alqur’an dan Lantunan Sholawat Nabi oleh Ustadz Moh. Aminuddin, disambung dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia dan Yalal Wathon besutan dari KH. Abd. Wahab Hasbullah. Diteruskan juga beberapa sambutan dari berbagai tokoh, mengenang dan  melecutkan kembali semangat perjuangan KH. Wahab Hasbullah untuk diteladani dan diteruskan oleh para generasi NU.  

Pembacaan do’a dari KH. Masduqi al-Hafidz menjadi penutup dari rangkaian acara Haul Emas KH. Abd. Wahab Hasbullah.[]

Haul KH. Wahab Hasbullah
Haul KH. Wahab Hasbullah


Simak videonya Haul Emas 50 Virtual KH. Wahab Hasbullah
Baca juga: Kisah Adik KH. Wahab Hahab Hasbullah Putuskan Hukum Hormat Bendera

Pemberangkatan Santri ke Pondok Lirboyo V Cabang Majalengka

Pemberangkatan Santri ke Pondok Lirboyo V Cabang Majalengka

20 Juni 2021 M. / 09 Dzulqo’dah 1442 H. para santri yang diterima di kelas III dan IV Ibtidaiyyah Madrasah Hidayatul Mubtadiin dari Propinsi Jawa Barat diberangkatkan ke Pondok Lirboyo V Cabang Majalengka pada pagi tadi pukul 10.00 WIB.

Pada kloter pertama, santri yang dikirimkan ke Pondok Cabang V sebanyak 50 santri. Sedangkan untuk pemberangkatan kloter kedua (terakhir), menunggu hasil ujian masuk MHM yang selesai pada Rabu, 23 Juni 2021.

Dalam pelepasan tersebut, tampak beberapa Mudir Madrasah Hidayatul Mubtadiin dan Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo.

Sebelum ekspedisi zonasi diberangkatkan, pihak pondok telah bersosialisasi terlebih dahulu dengan Dewan Himpunan Pelajar (HP), santri terkait, dan Wali Santri terkait dengan adanya zonasi ini.

Untuk sarana dan prasarana yang berada di Pondok Lirboyo Cabang V sudah terpenuhi dengan baik. Sehingga ketika santri telah sampai di sana, bisa langsung untuk menggunakan fasilitas yang telah disediakan.

Memandang masih dalam suasana Covid-19, para santri diwajibkan untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan. Baik sewaktu di perjalanan, maupun ketika sudah sampai di tempat tujuan.[]

Baca juga: Peresmian Madrasah Hidayatul Mubtadiin Pondok Pesantren Lirboyo V Cabang Majalengka
Baca ulasan: Pemberangkatan Santri ke Cabang Santren Blitar
Jangan lupa simak: [TALKSHOW] PONDOK ZONASI