BRI Sumbang Ratusan Bibit Pohon

LirboyoNet, Kediri – Sekitar 200 bibit pohon Kelengkeng dan Mahoni, diberikan Pimpinan Bank Rakyat Indonesia Cabang Kediri kepada Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam seremonial penyerahan secara simbolis bibit pohon Kelengkeng dan pohon mahoni, tadi pagi di Aula Muktamar Lirboyo (15/02), hadir KH. An’im Falahuddin Mahrus, KH. Ma’ruf Zainuddin, Agus H. Reza A. Zahid, Walikota Kediri beserta istri Ny. Dahlia Syamsul Ashar, pimpinan BRI Cabang Kediri Efendi Hidayat, Puluhan pejabat Pemkot dan Karyawan BRI Cabang Kediri.

Dalam sambutan atas nama pimpinan BRI, Efendi Hidayat mengatakan, ” Program penghijauan, yang mengangkat Tema Penanaman 1 Milyar Pohon ini, sekaligus sebagai salah satu program Bulan Bakti BRI, sebagai rangkaian Ulang Tahun BRI ke-116, kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Selanjutnya Walikota Kediri dalam sambutannya mengatakan, “Kami sampaikan terima kasih kepada jajaran direksi BRI dan Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya gus An’im yang bersedian membantu program pemerintah, yakni penanaman 1 milyar pohon,” ujarnya bangga.

Sesaat sebelum acara berakhir dengan Do’a, KH. An’im Falahuddin Mahrus dalam Muqodimahnya mengatakan, “Kami sampaikan terima kasih yang tiada terhingga kepada Pemerintah Kota Kediri dan pimpinan BRI, yang telah memberikan kepercayaan kepada Pondok Pesantren Lirboyo, untuk kembali menghijaukan alam disekitar pondok, yang mulai tandus,” ujar beliau.

Setelah seremonial penyerahan bibit pohon, seluruh hadirin dipersilahkan menuju lapangan selatan Aula, untuk menanam secara simbolis 10 batang pohon. Yang dilakukan oleh Walikota Kediri beserta Istri, Sekda, Kapolresta, Dandim dan pejabat BRI. riff

KH. M. Anwar Manshur : Maulid Nabi, Momen Meneladani Nabi

“Keagungan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW, sungguh sangat besar, sehingga Pahala dan barokah dapat kita peroleh secara bersamaan”, itulah Petikan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. M. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo tadi malam, dalam acara “Malam Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad SAW” yang di helat semalam di Serambi Masjid Lawang Songo Lirboyo.

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar menjelaskan, “Sangat Disayangkan sekali, jika waktu-waktu utama seperti ini, dibiarkan begitu saja, tanpa diperingati dan di hormati. Karena hanya dengan mempunyai krentek (kata samar-red) hati saja, itu sudah mendapatkan pahala, apalagi jika mau bersholawat, semacam ini. Insya Allah syafa’atnya akan sampai pada kita,” ujar beliau tegas.

“Banyak kitab-kitab ulama’ Salaf, yang menjelaskan dengan runtut keutamaan mencintai Nabi, salah satunya adalah dengan memperingati kelahirannya.” Riff

Lirboyo Gelar Malam Ta’dhim Maulid Nabi

LirboyoNet, Kediri – Meskipun agenda Pondok Pesantren Lirboyo, saat ini sedang liburan, namun kemeriahan tetap terlihat dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal ini terlihat dari berkumpulnya ratusan santri Pondok Pesantren Lirboyo di serambi Masjid Lawang Songo.

Dalam kegiatan yang di kemas dalam bentuk “Malam Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad SAW” ini, hadir beberapa Masyayik Pondok Pesantren Lirboyo, seperti KH. M. Anwar Manshur dan KH. An’iem Falahuddin Mahrus. Selain para masyayikh tampak pula beberapa gus-gus muda seperti Agus H. Ya’lu Anwar, agus H. Yasin Emka, Agus H. Adibussholeh Anwar dan Agus, Syamsul Mu’ien.

Dari jajaran kepengurusan, tampak beberapa pimpinan pondok dan beberapa Pengurus yang masih bertugas di Lirboyo, meskipun liburan.

Rangkaian acara Maulid, di mulai dengan pembacaan Sholawat badar, yang dilantunkan oleh Ghozali, salah satu Muadzin Lirboyo. Pembacaan Sholawat Badar yang merdu membuat suasana Serambi Masjid yang asalnya sepi dan kosong berubah menjadi ramai oleh kehadiran santri, selanjutnya acara disambung dengan pembacaan sholawat dengan diiringi rebana, “meskipun mendadak dan minim persiapan, namun Alhamdulillah tim rebana bertugas dengan sukses dan lancar,” ujar Ust. Arif Noer, ketua panitia.

Para pembaca Maulid Nabi, sengaja membaca kitab Maulid Addiba’i secara utuh, agar kesan maulid Nabi terasa total dan dapat dihayati, sehingga ta jarang, seluruh santri yang hadir dalam kegiatan tersebut dapat menyimak hingga tuntas.

Usai pembacaan Maulid, acara dilanjutkan dengan sambutan singkat, atas nama Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, yang disampaikan H. Mukhlas Noer, “Mohon maaf jika persiapan kami kurang maksimal dan terima kasih atas segala bantuan dan arahan semua pihak, terlebih lagi kepada Para Masyayikh, kami haturkan terima kasih atas kerawuhannya,” ujarnya.

Usai sambutan atas nama pengurus, acara dilanjutkan dengan Mauidzoh Hasanah, yang di sampaikan oleh KH. Muhammad Anwar Manshur, dalam petuahnya, beliau banyak menceritakan tentang keutamaan peringatan Maulid Nabi dan siroh (perjalanan) para Masyayikh pendiri dan sesepuh Lirboyo, “Hurmat terhadap kelahiran Nabi, pahala dan barokahnya sangat besar, maka jangan dianggap sepele acara sederhana seperti ini,” ujar beliau santun.

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar juga menceritakan sepak terjang para sesepuh Lirboyo, sehingga menjadi besar seperti ini, ” Thoriqohnya Lirboyo itu mempeng, sampai-sampai mbah marzuqi Dawuh, lebih baik tidak puasa sunah tapi rajin belajar dari pada puasa tapi tidak pernah belajar,” ujar beliau dengan tegas. Riff

Liburan, Ribuan Santri Pulang Kampung

LirboyoNet, Kediri – Terhitung mulai rabu ini (01/02) hingga jum’at pekan depan (10/02)seluruh kegiatan Pondok Pesantren Lirboyo di Liburkan. Mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga ektra kurikuler, semua di liburkan. Sekretaris Umum PP. Lirboyo, M. Mufid mengatakan “Liburan ini merupakan kalender kerja Madrasah, yang memberi kesempatan kepada santri untuk beristirahat sejenak dari rutinitas belajar di pondok,” ujarnya.

Senada dengan Ust. Mufid, salah seorang Mudier MHM, Ustad Faqih mengatakan “Meskipun liburan, para santri dihimbau untuk mengisinya dengan kegiatan yang positif,” ujarnya tegas, lebih lanjut ustad muda kelhiran grobogan ini menjelaskan, bahwa kegiatan positif yang dapat dikerjakan, seperti organisasi dan pengajian di pesantren-pesantren lain.

Berdasarkan pantauan crew Lirboyo.net, ribuan santri Lirboyo, secara bergelombaang meninggalkan PP. Lirboyo, mulai selasa pagi (31/01) hingga berita ini diturunkan, banyak santri yang berangkat menuju kampung halaman masing-masing. Ada berbagai moda transportasi yang mereka pakai, mulai bus hingga kereta api.

Ketua Seksi Keamanan PP. Lirboyo, Ustad Sofyan Tsauri mengatakan “Mereka yang mudik ada yang pulang sendiri-sendiri, berkelompok kecil bahkan rombongan besar,” ujarnya, lebih lanjut Ust. Sofyan mengatakan sebagian besar santri pulang sendiri-sendiri, namun untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, keamanan menganjurkan untuk pulang secara berkelompok dan tidak pulang dimalam hari.

Secara khusus Pengasuh PP. Lirboyo, romo KH. Idris Marzuqi menginstruksikan kepada seluruh santri, melalui surat edaran di kelas-kelas, agar para santri senantiasa menjaga nama baik Pondok Pesantren Lirboyo, dimanapun berada. Selain itu Mbah Yai Idris juga berpesan agar mengisi liburan dengan kegiatan yang positif. Riff

Pelajari Pesantren, Puluhan Santri MADIN Sidoarjo Kunjungi Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Untuk menumbuhkan minat kalangan muda terhadap dunia pesantren, ahad pagi (29/01) sekitar 53 santriwan dan santriwati Madrasah Diniyyah Darut Ta’lim Tulangan Sidoarjo, melakukan kunjungan silaturohim ke Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam acara yang dikemas dengan bentuk dialog ringan tersebut, diawali dengan sambutan atas nama perwakilan Pengurus PP. Lirboyo, yang disampaikan oleh Ustad M. Maftuh, anggota sie Penerangan. Dalam sambutannya ust. Maftuh mengatakan ” Mewakili segenap Masyayikh dan jajaran Pengurus PP. Lirboyo, kami menghaturkan selamat datang kepada seluruh santri Madin Darutta’lim,” ujarnya.

Dari pihak Madin Darut Ta’lim yang diwakili oleh salah satu pimpinan Madrasahnya yakni Agus Badrudin mengatakan ” Terima kasih atas sambutannya, tujuan utama kami adalah silaturohim dan mempelajari sejarah singkat PP. Lirboyo, agar bisa menjadi motifasi kami dalam belajar.”

Selanjunya, acara dilanjutkan dengan pemutaran profil pondok pesantren lirboyo, dengan menggunakan proyektor, seluruh santri Madin Darut Ta’lim tampak seksama menyaksikan sejarah dan keberadaan lirboyo ini. Acara di pungkasi dengan penukaran cindera mata dari wakil lirboyo dan madin Darutta’lim. Riff

Lembaga Pendidikan Islam Salaf Berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah