Al-Habib Salim bin Abdulloh Assyatiri Tarim Hadramaut Yaman

Habib Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar asy-Syathiri dilahirkan di Kota Tarim, Hadhramaut pada tahun 1359H. Ayahanda beliau, Habib ‘Abdullah adalah pendiri Rubath Tarim yang telah melahirkan ribuan ulama dan santri dari segenap pelosok dunia Islam. Beliau terkenal sebagai seorang ulama yang sholih. Bonda Habib Salim, Syarifah Ruqayyah binti Muhammad bin Hasan Mawla Aidid, adalah seorang wanita yang sholihah yang gemar beruzlah untuk beribadah kepada Allah.

Tatkala berusia 3 tahun, Habib Salim menjadi yatim dengan pemergian ayahanda beliau ke rahmatUllah. Namun asuhan dan didikan agamanya tidak pernah terabai, belum pun genap umurnya 11 tahun beliau sudah hafal al-Quran. Beliau telah menimba berbagai ilmu pengetahuan dari sekitar 80 orang ulama-ulama besar Hadhramaut dan Haramain, antara guru beliau adalah:

1. Habib Muhammad al-Mahdi;
2. Habib Abu Bakar;
3. Habib Hasan bin ‘Abdullah asy-Syathiri;
4. Habib ‘Alwi bin Syihabuddin;
5. Habib Ja’far bin Ahmad al-‘Aydrus;
6. Habib ‘Alwi bin ‘Abbas al-Maliki al-Hasani;
7. Syaikh Hasan bin Muhammad Masyath;
8. Syaikh ‘Abdullah Sa`id al-Lahji asy-Syafi`i;
9. Habib Hasan bin Muhammad Fad`aq;
10. Syaikh Hasan bin Sa`id.

Sekembalinya beliau ke Yaman, beliau telah menggunakan masanya untuk berdakwah dan menyebar ilmu. Beliau pernah tinggal 15 tahun di Kota Aden dan menjadi guru dan khatib di Masjid Habib Abu Bakar al-‘Adni bin ‘Abdullah al-Aydrus. Pada tahun 1403, atas permintaan Habib Zain bin Ibrahim BinSmith dan Habib Muhammad al-Haddar, beliau bermukim di Kota Madinah dan mengasuh Rubath al-Jufri.

Telah banyak santri yang mengambil manfaat dari kedalaman ilmu beliau. Beliau dikenali memiliki keikhlasan yang tinggi, akhlak yang mulia serta sentiasa menjaga sunnah Junjungan Nabi s.a.w. Dakwah dan menyebarkan ilmu tidak menghalang dirinya untuk memperbanyakkan ibadah-ibadah khususiyyah seperti sholat-sholat sunnat.

Setiap Ramadhan, beliau menambah sembahyang malamnya sehingga 100 rakaat setiap malam. Kini Habib Salim mengabdikan dirinya untuk mengasuh Rubath Tarim yang mempunyai sekitar 500 orang santri dari berbagai negara termasuklah Malaysia. Selain itu, beliau tetap melakukan rehlah dakwah ke berbagai pelosok dunia Islam. Mudah-mudahan Allah memberi kesihatan yang sempurna serta melanjutkan usia ulama yang digelar sebagai “Sulthanul ‘Ilmi” ini demi manfaat agama dan umat. Allahumma aamiin.

 

Pengajian Al Hikam

Semenjak tahun 2002, Pondok Pesantren Lirboyo mempunyai agenda khusus di setiap hari Kamis Legi, yaitu pengajian kitab Al Hikam Diadakannya pengajian ini berawal dari usulan dari beberapa alumni yang meminta kepada Romo Kyai Idris Marzuqi agar bersedia membacakan kitab  karya Ibnu Athoillah as-Sakandari tersebut. Setelah direstui, akhirnya permohonan tersebut ditindaklanjuti dengan

Kegiatan ini bukan hanya diikuti oleh para alumni Pondok Pesantren Lirboyo saja, akan tetapi juga diikuti oleh masyarakat umum. Selain dibacakan kitab, dalam kegiatan ini juga diisi acara tahlil dan kajian politik yang isinya memberi informasi politik terbaru. Dan tentu saja pengajian politik ini diisi oleh mereka yang berkompeten dibidang tersebut. Dengan adanya kajian politik ini diharapkan para alumni dan masyarakat lainnya bisa lebih tahu tentang kebenaran berita yang terjadi.

 

Guru MAN Bondowoso Nyantri Semalam di Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Gerimis yang mengiringi rombongan tamu silaturrohim dari MAN Bondowoso di PP. Lirboyo sore itu tak membuat semangat mereka surut.

Tepatrnya kemaren sore pukul 17.00 Wib tanggal 06 Januari 2012, rombongan dari MAN Bondowoso menginjakkan kaki di bumi Lirboyo.

Rombongan yang di koodinatori Bpk.Drs.H. Imam Barmawi Burhan yang juga selaku Kepala sekolah itu berjumlah 50 orang, mereka terdiri dari dewan guru, staf dan Karyawan.

Seperti biasanya, setiap rombongan tamu yang bersilaturrohim ke PP.Lirboyo akan disambut oleh Pimpinan PP. Lirboyo beserta para pengurus-pengurus yang lain. Rasa antusias terlihat saat dewan guru diberikan wawasan sekilas tentang kondisi pondok pesantren Lirboyo dalam acara sambutan selamat datang di Kantor Muktamar.

Diantara tujuan mereka ke PP. Lirboyo adalah dalam rangka ingin merasakan menjadi santri sekalipun hanya semalam, ternyata kesempatan itu tidak disia-siakan, mereka melaksanakan sholat berjamaah, Sowan kepada Kyai, ziaroh makam Pendiri PP.Lirboyo dan ada pula yang mengikuti pengajian Tafsir Jalalain kepada Romo Kyai Idris Marzuqi bersama santri-santri Lirboyo.

Agenda seperti ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun, untuk kali ini, disamping tujuan utamanya ke PP.Lirboyo, mereka juga ingin ziaroh ke Makam Gus Miek Mojo Kediri dan GusDur Tebuireng Jombang, tutur salah satu anggota rombongan.Nang

Pengasuh Pondok Lirboyo Menerima Penghargaan KEMENAG

LirboyoNet, Kediri – Dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) dan Hari Ulang Tahunnya (HUT) yang ke-66 yang diselenggarakan pada hari Senin, 02 Januari 2012, Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berperan aktif dalam memajukan Pendidikan bangsa.

Dalam acara yang diselenggarakan di hotel Borobudur Jakarta tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia, H. Suryadarma Ali, menyematkan Pin Emas sebagai wujud penghargaan kepada pihak-pihak yang telah proaktif memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan Islam, antara lain kepala daerah, tokoh masyarakat, guru, santri, pengajar madrasah dan wiraswasta.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) KEMENAG RI Affandi Mochtar menjelaskan, bahwa menurut hasil verifikasi dan seleksi KEMENAG RI di lapangan, yang lolos  ada 14 Bupati atau Walikota yang telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam termasuk KH. Ahmad Idris Marzuqi Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Para Tokoh, Bupati dan Walikota diberi penghargaan karena dinilai mampu memajukan dan mengembangkan daerahnya melalui pendidikan Islam. ”Mereka memiliki kepedulian dan komitmen yang sangat tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan agama dan keagamaan dengan megalokasikan anggaran yang sesuai dan memadai”, demikian ungkapan Sesditjen Pendis. Nang

Ribuan Orang Hadiri Majelis Muwasholah

LirboyoNet, Kediri – Meriah dan khidmat, itulah kesan yang timbul dalam acara Majelis Muwasholah Bainal Ulama wal Muslimin, wilayah Mataraman, yang dihelat di Aula Al-Muktamar PP. Lirboyo Kediri tadi malam (10/12), ribuan orang dari pelbagai daerah hadir dalam acara tahunan tersebut, jumlah pengunjungpun membludak dan meluber hingga keluar pagar Aula.

Dalam kegiatan yang diformat dengan bentuk Tabligh Akbar tersebut, hadir beberapa Habib terkemuka, seperti Habib Musthofa Ba’abud (Kediri), Habib Sholeh Al-Jufri (Solo), Habib Jamal Ba’aqil (Malang), Habib Sholeh (Malang), Habib Ubaidillah Al Habsy (Surabaya)dan beberapa habib dari wilayah karesidenan Kediri.

Dari golongan Ulama’ hadir beberapa Kyai ternama di Jawa Timur diantaranya KH. Miftahul Akhyar (Rois Syuriyah PWNU Jatim/Surabaya), KH. A. Idris Marzuqi (Lirboyo), KH. M. Anwar Manshur (Lirboyo), dan beberapa Kyai dari Karesidenan Kediri.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sholawat Nabi yang dipandu Habib Sholeh dari Malang dan diiringi Group Rebana Kolaborasi Santri Lirboyo, alunan sholawat yang mendayu membuat jamaah yang mayoritas berbaju putih itu, menjadi hanyut dalam kesyahduan meridukan kehadiran Rosulillah SAW. Hingga tak jarang para Jama’ah mengangkat tangan tinggi-tinggi mengharap Syafaat Rosulillah SAW.

Selain melaksanakan Tabligh Akbar, acara Majelis Muwasholah juga di sisipkan pelaksanaan sholat Khusuf (gerhana bulan.red), karena kebetulan tadi malam terjadi gerhana bulan total. Sholat dipimpin Habib Sholeh Al-Jufri (Solo) dan Khotbah Sholat Khusuf di sampaikan oleh Habib Ubaidillah Al Habsy (Surabaya).

Usai pelaksanaan sholat Khusuf acara dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi yang dibacakan oleh Syeikh Muhammad Fauzi, seorang guru tugas dari Mesir yang di perbantukan di Pesantren di Indonesia, usai pembacaan Sholawat nabi, acara berlanjut dengan sambutan Shohibul Bait, yang disampaikan oleh KH. A. Idris Marzuqi.

Acara berlanjut dengan sambutan Rois Syuriyah PWNU Jatim KH. Miftahul Akhyar, usai acara sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan Mauidzotul Hasanah yang disampaikan yang disampaikan Habib Jamal Baaqil (Malang) dan Habib Sholeh Al-Jufri (Solo), yang menarik dalam kesempatan akhir hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf, sehingga gus ipul langsung di daulat untuk memberikan Mauidzhoh Hasanah juga. Riff

Lembaga Pendidikan Islam Salaf Berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah