Memasuki bulan Safar, mahasantri Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo mulai bersiap menghadapi agenda rutin muhafadzah hadis yang akan dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) di Aula Al-Muktamar, Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran yang harus diikuti seluruh mahasantri.
Bagi sebagian mahasantri, muhafadzah hadis bukanlah perkara mudah, terutama bagi mereka yang memiliki amanah organisasi di samping aktivitas akademik. Salah satunya ialah Aliffuddin, mahasantri semester III yang saat ini menjabat sebagai salah satu ketua jam’iyyah.
Baca juga: Studi Banding PP. Miftahul Ulum Karangdurin Sampang
Aliffuddin mengakui bahwa padatnya aktivitas sehari-hari sering kali menyulitkannya untuk meluangkan waktu melakukan murajaah terhadap hadis-hadis yang telah dihafalkan. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melalar hafalan setiap hari demi memperoleh hasil terbaik dalam ujian muhafadzah.
“Intinya harus ingat tujuan berangkat dari rumah dan harapan orang tua,” ujarnya saat ditemui di kawasan Pondok Unit HMC.
Menurutnya, salah satu cara paling efektif untuk mempersiapkan diri ialah memperbanyak setoran hafalan kepada teman sekelas maupun teman sekamar. Selain membantu menguatkan hafalan, cara tersebut juga melatih mental ketika harus menyetorkan hafalan di hadapan penyimak pada hari pelaksanaan.
“Perbanyak berhadapan atau disimak oleh teman ataupun orang lain,” ungkapnya.
Tempat Hafalan
Selain metode belajar, Aliffuddin menilai pemilihan tempat dan waktu juga berpengaruh terhadap keberhasilan dalam muhafadzah hadis ini. Baginya, maqbarah kesepuhan Pondok Lirboyo menjadi lokasi yang paling nyaman untuk menghafal maupun mengulang pelajaran.
“Di situ sangat mendukung dan cocok untuk melakukan (aktivitas) apapun yang berkaitan dengan keilmuan. Saya merasa lebih tenang, nyaman, dan fokus. Suasananya juga kondusif karena orang-orang yang berada di sana sama-sama serius belajar, sehingga sangat membantu melancarkan hafalan,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa waktu setelah salat Subuh merupakan saat yang paling efektif untuk menghafal ataupun belajar.
“Pada saat itu rahmat dan rezeki Allah Swt. banyak diturunkan. Selain itu, waktu setelah Subuh juga termasuk waktu yang mustajab,” tambah mahasantri asal Banten kelahiran 2002 tersebut.
Harapan dari Muhafadzah Hadis
Menjelang pelaksanaan muhafadzah hadis, Aliffuddin berharap seluruh temannya dapat memperoleh hasil terbaik. Menurutnya, nilai yang baik bukan sekadar menjadi capaian akademik, tetapi juga bentuk bakti kepada para masyayikh, orang tua, sekaligus bekal untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
Baca juga: Skrining Sistematis Tuberkulosis di Pondok Pesantren Lirboyo
“Targetnya tentu mendapatkan nilai jayyid. Namun, yang lebih penting, semoga hafalan hadis ini menjadi bekal ketika kembali ke rumah, membawa manfaat, dan menghadirkan keberkahan karena menghafalkan hadis-hadis Nabi saw.,” pungkasnya.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





