Sebagian masyarakat masih menganggap bulan Safar sebagai bulan yang identik dengan nasib buruk. Untuk menjawab apakah pemahaman tersebut memiliki dasar hukum dalam ajaran Islam, kami menghadirkan materi naskah khutbah berjudul “Khutbah Jumat: Safar Bukan Bulan Sial”. Simak penjelasan selengkapnya untuk memahami perspektif syariat yang tepat.
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ أَجْسَادَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Pernahkah kita merenungkan, bagaimana sebuah mitos yang lahir ribuan tahun lalu di zaman Jahiliyah, ternyata masih sanggup menjajah pikiran sebagian umat Islam hari ini?
Kita hidup di era teknologi canggih, era di mana manusia mendamba rasionalitas. Namun sungguh ironis, ketika bulan Safar tiba, sebagian dari kita mendadak lemah logika dan lemah iman. Kita dapati ada orang yang membatalkan rencana pernikahan, menunda perjalanan bisnis, atau dilanda kecemasan luar biasa hanya karena kalender beralih ke bulan Safar.
Mari kita bertanya pada diri kita: Bagaimana mungkin sebuah waktu—yang merupakan makhluk ciptaan Allah yang pasif—memiliki kekuatan untuk menentukan sial atau beruntungnya nasib hidup manusia?
Baca juga: Khutbah Jumat: Ujian yang Harus Kita Syukuri
Sejarah Nama Safar dan Distorsi Maknanya
Secara historis dan bahasa, tidak ada satu pun ruang bagi kesialan di bulan Safar. Para ulama menyebutkan dua sebab utama penamaan bulan ini:
- Dinamakan Safar karena rumah-rumah orang Arab Jahiliyah saat itu kosong (shofur). Mereka bergegas pergi berperang atau bepergian setelah selesainya bulan Muharram (bulan haram yang dilarang berperang).
- Tanah lapang menjadi kosong karena seluruh penduduknya pergi mencari nafkah atau melakukan ekspansi setelah sekian lama tertahan aturan bulan haram.
Namun, apa yang terjadi? Keadaan sosiologis masyarakat Arab Jahiliyah yang gemar berperang ini distorsi oleh ketakutan mereka sendiri. Mereka mulai menganggap Safar sebagai bulan pembawa sial.
Tiga Alasan Logis Mengapa Sial di Bulan Safar Adalah Khayalan
Jika kita bedah dengan akal sehat dan bimbingan wahyu, ada tiga alasan mengapa ketakutan terhadap bulan Safar adalah sebuah kekeliruan yang fatal:
Pertama, waktu tidak memiliki kehendak sendiri
Zaman dan waktu adalah makhluk. Mereka bergerak atas perintah penciptanya. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
“Tidak ada penularan penyakit (secara mandiri tanpa izin Allah), tidak ada ramalan sial , tidak ada kesialan karena burung hantu (hamah), dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.”
Nabi ﷺ menegaskan bahwa Safar adalah waktu biasa, sama seperti bulan Syawal, Rajab, atau Ramadan. Ia tidak memiliki daya untuk memberi manfaat maupun mendatangkan mudarat.
Kedua, hakikat takdir sudah selesai Allah tulis
Mengapa kita harus cemas pada hari esok atau bulan esok? Dalam hadis sahih riwayat Imam Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ، خَلَقَ اللهُ كُلُّ نَفْسٍ فَكَتَبَ حَيَاتَهَا وَرِزْقَهَا وَمَصَائِبَهَا
“Tidak ada penularan penyakit (tanpa izin Allah) dan kesialan bulan Safar. Allah telah menciptakan setiap jiwa, lalu menuliskan garis hidupnya, rezekinya, dan musibah-musibahnya.”
Jika takdir Anda hari ini adalah sehat, maka seluruh mitos kesialan di dunia tidak akan mampu membuat Anda sakit. Sebaliknya, jika Allah menetapkan sebuah ujian, ia akan datang tanpa perlu menunggu bulan Safar tiba. Allah SWT berfirman:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.” (QS. Al-Hadid: 22)
Ketiga, sumber sial yang sebenarnya adalah maksiat, bukan bulan
Waktu akan menjadi waktu yang baik jika kita mengisinya dengan ketaatan. Dan waktu akan berubah menjadi sial serta mendatangkan murka Allah jika kita mengisinya dengan kemaksiatan.
Bukan bulan Safar yang menghancurkan hidup seorang manusia, melainkan dosa-dosa yang ia lakukan di dalamnya. Sungguh keliru mereka yang menyalahkan kalender atas kegagalan hidup yang sebenarnya lahir dari kelalaian mereka sendiri kepada Allah.
Baca juga: Khutbah Jumat: Amalan dan Doa Orang Tua agar Anak di Pondok Pesantren Sukses Dunia Akhirat
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Mari bersihkan cermin iman kita. Ketakutan yang tidak berdasar ini jika dibiarkan akan mengikis tauhid kita. Ketika seseorang mulai percaya bahwa bulan Safar bisa mendatangkan kesialan, ia telah tergelincir ke dalam jurang syirik asghar (syirik kecil) karena menyandarkan sebab akibat kepada sesuatu yang tidak dijadikan sebab oleh syariat maupun logika.
Semoga Allah menyelamatkan kita dari segala bentuk khurafat, takhayul, dan penyakit mental Jahiliyah yang merusak kemurnian iman kita.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى عِظَمِ نِعَمِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَى محمد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ.
Baca juga: Khutbah Jumat: Refleksi dari Cerita Mimbar Rasulullah
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Mari kita jadikan bulan Safar ini sebagai momentum untuk membuktikan kemurnian tauhid kita. Silakan menikahlah di bulan Safar, mulailah bisnis di bulan Safar, dan lakukan perjalanan di bulan Safar dengan keyakinan penuh bahwa tiada satu pun urusan di alam semesta ini yang bergerak melainkan atas izin, rahmat, dan kehendak Allah SWT.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ إِنَّا اسْتَوْدَعْنَاكَ بِلَادَنَا وَوُلَاةَ أَمْرِنَا، فَاحْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَأَيِّدْهُمْ بِنَصْرِكَ، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ. اللَّهُمَّ رُدَّنَا إِلَيْكَ رَدًّا جَمِيلًا، وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ آجَالَنَا. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْواتِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





