Hisyam Syafiq

Gus Mus dan Karomah KH. Marzuqi Dahlan

Banyak kisah yang dikenang KH. Ahmad Mustofa Bisri ketika mesantren di Lirboyo. Salah satunya pernah beliau ungkapkan pada Haul & Haflah Akhirussanah beberapa tahun lalu. Suatu saat, beliau bersama beberapa kawannya menyusun rencana nakal. Mereka hendak menuju kebun tebu milik sang pengasuh, KH. Marzuqi Dahlan. Sengaja mereka pilih waktu sore hari, karena itu adalah waktu…

Lanjutkan

Mahasiswa IAI Tribakti Lirboyo Perdalam Wawasan tentang ASEAN

LirboyoNet, Jakarta— Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN menerima kunjungan studi dari 120 mahasiswa Program Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Tribakti Lirboyo Kediri, di Jakarta, Senin (12/3). IAI Tribakti Lirboyo melakukan kunjungan ini untuk memperdalam pengetahuan mengenai perkembangan kerja sama ASEAN saat ini. Untuk memenuhi tujuan tersebut, Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN memberikan materi paparan bertema…

Lanjutkan

Nyai Nadziroh, Perempuan yang Gemar Riyadloh

LirboyoNet, Kediri—Nyai Hj Nadziroh Manshur Denanyar, Jombang, Jawa Timur merupakan salah seorang ulama perempuan yang mempunyai keistikamahan dalam melakukan riyadloh. Menantu KH. Bisri Syansuri yang wafat di usia 80 tahun pada Senin (19/03) malam sekitar pukul 20.00 WIB itu mempunyai pesan kuat yang hingga kini melekat kepada diri para santrinya. “Pesan yang paling melekat dari…

Lanjutkan

Kisah Tragis Pembenci Shalawat

Alkisah, hidup seorang pecinta Rasulullah saw., Abdulloh bin Mubarok namanya. Nafas yang dihembuskannya tak pernah lepas dari menyebut nama sang kekasih, Nabi Muhammad saw. Mulutnya selalu terbasahi oleh ucapan shalawat kepadanya. Suatu saat, ia didatangi seseorang tiba-tiba. Seseorang itu begitu membenci bacaan shalawat yang terus didengungkan Abdulloh. Ia menenteng senjata tajam. Kala berhadap-hadapan dengan Abdulloh,…

Lanjutkan

Syaikh Wasil Kediri: Muslim Pertama di Indonesia (2-habis)

Baca dulu Bagian I Prof. Dr. Habib Mustopo, guru besar Universitas Negeri Malang yang melakukan penelitian dengan basis data historis dan arkeologis menyimpulkan bahwa tokoh Syaikh Syamsuddin al-Wasil yang dikebumikan di makam Setana Gedong adalah ulama besar yang hidup pada abad ke-12, yaitu pada masa kerajaan Kediri. Jika nama al-Wasil tercantum pada inskripsi Setana Gedong,…

Lanjutkan
salat rebo wekasan

Mungkinkah Allah Dilihat?

Memandang Allah adalah kenikmatan terbesar (al-Ladzah al-Kubra) yang tidak tertandingi oleh apapun. Tak ada saat-saat nikmat melebihi situasi perjuampaan seorang hamba dengan Sang Penciptanya. Bahkan kelak, menurut Imam al-Ghazali, ahlul jannah, para penghuni surga, akan melupakan kenikmatan-kenikmatan yang telah disediakan di surga ketika tengah memandangNya. Berbicara tentang Zat Allah, seringkali menimbulkan kontroversi mendalam mengenai batas-batas…

Lanjutkan

Surat Ketetapan Ma’had Aly MHM

PEMBERITAHUAN RESMI MHM Nomor : 55/Asn/MHM/L/II/2018 Bismillahirromanirrohim, Dengan memohon rahmat dan hidayah Alloh SWT. Kami segenap Pimpinan Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM) Lirboyo memberitahukan kepada Santri, Alumni, Wali Murid dan Simpatisan Pondok Pesantren Lirboyo bahwa : 1. Berdasarkan petunjuk dan restu dari Masyayikh dan Badan Pembina Kesejahteraan Pondok Pesantren Lirboyo; 2. Memperhatikan Surat Keputusan Direktur Jenderal…

Lanjutkan

Hanyut di Sungai, Santri Lirboyo Meninggal Dunia

LirboyoNet, Kediri—“Mayit itu laksana orang yang tenggelam,” dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus suatu ketika. “Mereka membutuhkan pertolongan dari saudaranya.” Dan pertolongan bagi mereka yang telah wafat itu adalah doa. Selasa sore (06/02) kemarin, Qushay, salah seorang santri Pondok Pesantren Lirboyo meninggal dunia. menurut informasi dari Kapolsek Mojo, Kediri, ia hanyut di sungai Brenggolo, Gedangan, Mojo,…

Lanjutkan

Lebih Dekat dengan KH. Said Aqil Siroj

Ketika usia negara ini masih belia–delapan tahun–dan para pendiri bangsa baru beberapa tahun menyelesaikan sengketa status kemerdekaan Indonesia di Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949, di sebuah desa bernama Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, senyum bahagia KH Aqil Siroj mengembang. Tepat pada 3 Juli 1953, Pengasuh Pesantren Kempek itu dianugerahi seorang bayi laki-laki, yang kemudian…

Lanjutkan