Cara Pengobatan Sifat Sombong Ala Syekh Abu Yazid

obat dari sifat sombong amat

Dalam tradisi spiritual Islam, sifat sombong sering kali dianggap sebagai salah satu penyakit hati yang paling berbahaya, menghalangi individu dari jalan menuju ketakwaan dan keikhlasan. Apakah ada sebuah obat untuk menghilangkan sifat sombong ini?

Syekh Abu Yazid al-Bustami, seorang sufi terkemuka, memberikan panduan berharga tentang obat dari sifat sombong ini.

Ada sebuah kisah pada suatu hari ada seorang murid yang mendatangi Syekh Abu Yazid Al-Busthami. Beliau adalah tokoh sufi yang mencapai derajat qutub di eranya.

Baca Juga: Marahnya Rasulullah Terhadap Pemilik Unta

Di hadapan Syekh Abu Yazid Al-Busthami, murid itu berkata: “Wahai Syekh, sudah tiga puluh tahun lamanya aku berpuasa di siang hari dan selalu sholat di malam hari. Dan setiap malam saya lewati tanpa tidur. Akan tetapi, kenapa aku belum juga menemukan sedikitpun dari segala hal yang anda ceritakan? Padahal aku menyakini semua ucapan anda dan membenarkannya.”

Syekh Abu Yazid Al-Busthami menjawab: ”Meski kamu melaksanakan sholat selama tiga ratus tahun lagi apabila keadaanmu seperti yang aku lihat, maka kamu tidak akan mendapatkan apapun, walau seberat biji atom”.

“Mengapa begitu wahai guru?” tanya sang murid.

“Karena kamu terhijab oleh dirimu sendiri.” Jelas Syekh Abu Yazid Al-Busthami.

“Bagaimana caranya supaya hijab itu sirna?” tanyanya lagi.

“Kamu tidak akan mau menerima resep dariku dan tidak akan mengamalkannya.” Kata Syekh Abu Yazid Al-Busthami.

“Aku akan menerima dan mengamalkannya.” Janji sang murid.

Resep dari Syekh Abu Yazid

“Pergilah ke tukang cukur untuk memotong rambut dan jenggotmu! Kemudian lepaskan pakaian yang kau kenakan, dan gantilah dengan pakaian orang biasa. Dan gantungkanlah seutas kantong di lehermu, lalu isilah kantong itu dengan buah badam. Kemudian Kumpulkan anak-anak kecil di sekitarmu, kemudian katakan dengan suara lantang: ‘Siapa yang menampar pipiku sekali, akan kuberi satu buah badam.’ Setelah itu, dalam keadaan demikian, masuklah ke tempat yang biasa kau hormati, agar semua orang yang mengenalmu melihat keadaanmu.”

“Subhanallah.” desah seorang murid dengan kekaguman.

“Ucapan subhanallah-mu itu adalah syirik.” kata Syekh Abu Yazid Al-Busthami.

“Kenapa bisa begitu?” tanyanya.

“Karena hakikatnya kamu Cuma mengagungkan dan mensucikan dirimu.” Terang Syekh Abu Yazid Al-Busthami.

“Aku tidak mampu melaksanakan yang anda sarankan itu, bisakah anda tunjukkan cara lain yang bisa ku lakukan?” Tanya sang murid.

Syekh Abu Yazid Al-busthami menyarankan “Mulailah dengan cara itu sebelum cara yang lain, sampai kesabaranmu jatuh dan hawa nafsumu terhina. Setelah itu baru akan kuajarkan cara lain yang pantas untuk dirimu.”

“Maaf, aku tidak mampu melakukan itu.” Jawab Si Murid.

“Tadi sudah ku bilang bahwa kamu tidak akan menerima dan tidak akan melakukannya dan mengamalkannya. Seorang hamba tidak akan memperoleh rahasia-rahasia yang terhijab darinya kecuali setelah hawa nafsunya mati dan setelah ia menyalahi kebiasaan masyarakat awam.

Pertanyaan :

Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas?

Jawaban :

Ucapan Abu Yazid Al-Busthami adalah sebagai obat dari sifat sombong. Dengan demikian maka obat yang sangat ampuh ialah apa yang Abu Yazid katakan. Yakni: dengan bersabar dan tidak mengikuti hawa nafsu.

Nabi Bersabda : Ada tiga hal, jika ia memenuhi nya maka sempurnalah imannya”.

1.Tiada rasa takut mendapat cacian dalam urusan Allah SWt.

2.Tidak memamerkan amal sedikit pun

3. Jika dihadapkan dua pilihan antara dunia dan akhirat, maka ia memilih akhirat dan mengalahkan dunia.

Baca Juga: Jangan Marah-Marah!

Nabi juga bersabda : “Tidak sempurna iman seseorang kecuali dalam hatinya ada tiga hal”.

1. Saat kondisi marah, kemarahannya tidak sampai mengajak dirinya keluar dari kebenaran

2. Saat sedang ridha, keridhoannya tidak sampai memasukkan dia kedalam ridha terhadap kebatilan.

3. Jika ia sedang berkuasa, kekuasaannya tidak digunakan mengambil harta yang bukan miliknya.

Pada riwayat hadist yang lain, Nabi bersabda : “Terdapat tiga sifat, dimana jika seseorang dikaruniai ketiganya, maka ia seperti memiliki apa yang dimiliki keluarga nabi dawud”.

1. Adil baik dalam keadaan ridho atau dalam kondisi marah

2. Tujuan hidup hanya satu yaitu Allah SWT. Baik dalam kondisi kaya dan miskin

3. Selalu takut pada Allah SWT. Baik dalam kondisi ada manusia atau tidak.

Baca Juga: Hukum Berobat Ke dukun

Itu lah yang diisyaratkan baginda nabi terkait dalam kesempurnaan iman. Begitu juga Firman-NYA “Sesungguhnya hamba yang kujadikan temanku ialah hamba yang tak kenal lelah dalam berdzikir pada-Ku. Tidak ada hasrat sedikitpun selainku, tak mendahulukan yang lain kecuali aku. Jika ia di bakar dengan api, maka tiada rasa panas yang ia rasakan . Jika anggota tubuhnya di potong dengan pisau, maka tiada rasa sakit yang ia derita.

Bagi seseorang yang kualitas cinta pada Allah belum sampai fakultas ini, mana mungkin dapat memahami karomah dan mukasyafah yang keduanya berada di balik iman? Dan semuanya ada dibalik cinta, dan keberadaan cinta ada dibalik kesempurnaan iman.

Ditulis oleh: M.Khoirul Mufid,HMC 30 Az-Zamzamiyyah

Jangan lupa kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses