Ki Slamet Gundono Mampir di Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Dalang wayang fenomenal dengan media suket sebagai perantaranya, Ki Slamet Gundono, ahad pagi (3/12) mampir di Pondok Pesantren Lirboyo. Dalang Kontemporer asal Tegal Jateng ini didampingi beberapa teman karibnya dari komunitas Wayang Suket dan seorang pengamat kesenian dari Negara Jepang.

Dalam kunjungan silaturohim singkat tersebut. Ki Slamet Gundono di terima para Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo di Kantor Muktamar , diantaranya adalah Ketua Umum Agus Abdul Qodir Ridlwan, Ketua Satu Ust. H. Mukhlas Noer, Ketua Empat Ust. Murtadlo Yasin, Anggota Staf Penerangan Agus Syamsul Muien dan beberapa perwakilan pengurus Pondok Pesantren Lirboyo.

Dari penuturan yang disampaikan Ki Slamet kepada Pengurus Pondok, salah satu tujuan utama dia mampir di Lirboyo adalah mengunjungi salah satu sahabat di jejaring sosial, yang kebetulan adalah Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, “saya dan Ustad Mukhlas ini teman akrab di Facebook, jadi salah satu tujuan utama saya mampir kesini, adalah membuktikan keaslian ustad Mukhlas ini, jangan-jangan dia palsu,” ujar ki slamet di sambut tawa meriah para hadirin.

Dalam forum silaturohim yang dikemas dengan obrolan ringan seputar dunia Pesantren ini, Ki Slamet menjelaskan bahwa, sejatinya dia adalah orang Pesantren yang berdakwah ditengah masyarakat dengan media kesenian sebagai perantaranya, “sebenarnya diantara seni kebudayaan dan pesantren, tidak terdapat sekat sama sekali, namun justru berjalan beriringan,” ujarnya serius, lebih lanjut ki slamet berharap agar budaya dalam dunia Pesantren tetap dilestarikan, bukan malah di kucilkan, agar kedepan bisa berbaur dengan Masyarakat yang heterogen.

Di akhir kunjungan singkat itu, Ki Slamet memberikan hadiah indah kepada pengurus Pondok Lirboyo, dengan menyanyikan sebuah tembang akustik, yang ia ciptakan secara spontan pada saat masuk ke Pondok Pesantren Lirboyo. Suara Ki Slamet yang merdu dan petikan kecapi yang mendayu, menjadikan suasana menjadi hening sarat makna, ditambah dengan syair-syair yang di nyanyikan penuh dengan kritikan sosial.

Sesaat sebelum ki Slamet Gundono meninggalkan Lirboyo dan bertolak menuju Surabaya, Ki Slamet Gundono menyempatkan diri sowan ke ndalem KH. Idris Marzuqi dan meminta Do’a Restu dari pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. riff

Ribuan Santri Ikuti Doa Awal Tahun Hijriyah

LirboyoNet, Kediri – “Mensikapi fenomena bencana yang kerap kali terjadi akhir-akhir ini, harusnya kita dapat berbenah dengan instropeksi terhadap diri kita sendiri, mengapa musibah yang sedemikian besar dan beruntun ini datang silih berganti, sehingga kita mau bertobat dan mawas diri, “. Demikianlah sekilas penggalan ceramah yang di sampaikan oleh KH. Anwar Iskandar (pengasuh pondok pesantren Assidiqiyyah jamsaren Kota Kediri), dalam acara Do’a bersama akhir dan awal tahun Hijriyyah, yang di helat di Masjid Agung Kota Kediri sabtu petang (26/11).

Dalam kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini, berbagai elemen masyarakat tampak mengikuti dengan seksama seluruh kegiatan, mulai dari golongan santri hingga masyarakat umum, sehingga kapasitas Masjid Agung Kota Kediri tidak mampu menampung jamaah yang berjumlah belasan ribu jamaah, akhirnya meluber hingga terpaksa jalan raya di depan Masjid Agung ditutup sementara untuk menampung jamaah.

Khusus santri lirboyo Sejak sore hari, mereka telah berduyun-duyun menuju Masjid Agung Kediri dengan berjalan kaki, meskipun jarak yang ditempuh lumayan jauh, yakni sekitar 3 KM. Iring-iringan santri yang berjalan menuju masjid Agung membuat jalanan yang dilewati santri menjadi penuh, hingga membuat arus lalu lintas merambat pelan.

Dalam seremonial acara do’a bersama akhir dan awal tahun hijriyaah ini, diawali dengan istighotsah yang dipipin oleh KH. Abdul hamid Abdul Qodir (Pengasuh PP. Maunah sari Kediri), usai istigotsah dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Anwar Iskandar, diteruskan pembacaan do’a akhir tahun oleh KH. M. Anwar Manshur.

Usai sholat magrib, rangkaian kegiatan Do’a bersama diteruskan dengan pembacaan ayat kursi dan do’a awal tahun, dipungkasi dengan pembacaan Do’a yang di pimpin KH. A. Idris Marzuqi.

Menteri Agama Singgahi Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Menteri agama RI Drs. Suryadharma Ali, beserta beberapa staf Kementerian Agama RI dan beberapa staf Kantor Kemenag Wilayah Jawa timur didampingi KH. Nur Iskandar SQ (Pengasuh pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta), sabtu petang (03/12), berkesempatan sowan ke Kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. A. Idris Marzuqi.

Dalam kunjungan singkat tersebut, Menag di sambut langsung oleh KH. A. Idris Marzuqi didampingi KH. M. Anwar Manshur dan beberapa perwakilan Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo, di Ndalem Timur KH. A. Idris Marzuqi.

Keakraban diantara para Kyai dan Menteri Agama terlihat hangat, apalagi Menteri agama beserta KH. A. Idris Marzuqi dan KH. M. Anwar Manshur bersama-sama menunaikan Ibadah Haji dalam kapasitas sebagai Amirul Hajj RI, obrolan terasa ringan manakala kembali membicarakan kembali memori indah kala bertugas bersama memantau kegiatan seluruh Jamaah Haji Indonesia di tanah suci.

Mengutip pernyataan yang di sampaikan Menteri Agama di hadapan Mbah Kyai Idris, Menteri Agama ingin bersilaturohim kepada Masyayikh Lirboyo, sambil mengantarkan Air Zam-zam milik KH. A. Idris Marzuqi, pada saat menunaikan Ibadah haji.

Dari Informasi yang dihimpun oleh crew lirboyo.net, kehadiran Menteri Agama ke Lirboyo adalah, singgah sejenak setelah menghadiri acara Haul Pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kabupaten Kediri, usai dari Lirboyo rombongan bertolak menuju Jakarta via Bandara Juanda Surabaya.riff

Mbah Idris dan Mbah Anwar Kembali ke Tanah Air

LirboyoNet, Jakarta – (12/11/2011) Setelah melaksanakan rangkaian Ibadah Haji selama hampir 25 hari, akhirnya Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. A. Idris Marzuqi dan KH. Anwar Manshur, yang tergabung dalam Rombongan Amirul Hajj RI, kembali ketanah Air dengan selamat. Rona bahagia terpancar dari wajah beliau berdua, meskipun kondisinya masih terlihat kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang Jeddah-cengkareng.

Pesawat yang mengangkut Rombongan amirul hajj RI, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng Sabtu malam (12/11/11) tept pukul 21.00 WIB. Selanjutnya Rombongan Amirul Hajj RI beristirahat di VIP ROOM Bandara Sooekarno-Hatta hingga pukul 23.00 WIB, karena menunggu usainya konferensi Pers yang dilakukan oleh Menteri Agama RI dan KH. A. Hasyim Muzadi selaku Pimpinan Amirul Hajj Indonesia tahun 2011.

Beberapa anggtavkeluarga Mbah Yai Idris dan Mbah Yai Anwar, didampingi perwakilan pengurus dan beberapa Alumni senior Pondok Pesantren Lirboyo, asal Jakarta dan banten, berkesempatan menjemput kedatangan beliau berdua di cengkareng. Dari keluarga KH. Idris Marzuqi tampak Ibu Nyai Hj. Addiniyyah, Agus H. A. Muhasyim. Ning Hj. Tuti Amanah Nafisah dan Agus H. Muh. Yasin EMKA. Dari keluarga KH. M. Anwar Manshur tampak ikut menjemput adalah Nyai Hj. Mahfudzotin, Nyai Hj. Aina Ainaul Mardliyah, Ning Hj. Roudlotul Jannah, Agus H. Adibussholeh Anwar. Dari perwakilan pengurus dan Alumni tampak HM. Mukhlas Noer (ketua I PP. Lirboyo), Munifi Zaini (Banten), H. Muhtadi Zaini (Banten), ustadz Munshorun (Jakarta), H. Sholahuddin (Jakartar) dan H. Tsauban (Jakarta).

[ads script=”1″ align=”center”]

Usai meninggalkan Bandara Soekarno Hatta, KH. A. Idris Marzuqi, KH. A. Anwar Manshur beserta keluarga dan rombongan penjemput, menginap kediaman KH. A. Hasyim Muzadi di komplek PP. Al Hikam Depok Jawa Barat. Keesokan harinya (13/11) Ba’da sholat subuh, KH. Moh. Anwar Manshur bersama KH. A. Idris Marzuqi di daulat, memimpin doa bersama yang diikuti oleh seluruh santri PP. Al Hikam Depok. Hal ini adalah agenda khusus yang direncanakan oleh KH. A. Hasyim Muzadi, semenjak beliau di tanah suci, KH. Hasyim Muzadi mengharapkan agar KH. A. Idris Marzuqi dan KH. Moh. Anwar Manshur berkenan singgah di PP. Al Hikam Depok untuk ndungani (mendo’akan-red) Pondok Pesantren  dan seluruh santri beliau.

Pada pukul 07.00 WIB KH. A. Idris Marzuqi beserta keluarga dengan didampingi perwakilan pengurus dan beberapa Alumni, berangkat menuju Surabaya via Cengkareng-Juanda. dan beberapa saat selanjutnya KH. Anwar Manshur beserta keluarga tepat pukul 10.00 WIB keluar dari kediaman KH. A. Hasyim Muzadi juga menuju Surabaya Cengkareng-Juanda.

Tepat pukul 11.09 WIB KH. Idris Marzuqi beserta rombongan mendarat di Juanda, beliau disambut oleh adik ipar beliau KH. Thoha Khozin (Probolinggo) dan keluarga, yang sekaligus menjemput putra KH. Thoha Khozin, Agus HM. Yasin EMKA, yang juga beribadah Haji atas undangan dari Robithoh Alam Islami. Selain Keluarga KH Idris, tampak pula beberapa orang perwakilan pengurus yang berkesempatan menjemput KH. Ahmad Idris Marzuqi. Selanjutnya beliau beristirahat di kediaman beliau di daerah Medaeng Sidoarjo. Dan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Lirboyo keesokan harinya.

Beberapa saat kemudian, tepatnya pukul 15.30 WIB. KH. M. Anwar Manshur juga mendarat dengan selamat, dibandara juanda surrabaya. kerawuhan beliau disambut oleh seluruh putra-putri dan beberapa cucu beliau, tampak juga beberapa orang pengurus Pondok Pesantren Lirboyo. Selanjutnya beliau beserta rombongan penjemput menuju Pondok Pesantren Paculgowang Jombang untuk berziarah ke makam Leluhur beliau. Usai melakukan Ziarah, KH. M. Anwar Manshur beserta rombongan berangkat menuju Lirboyo. riff

Mbah Yai Idris : Haji, Sebuah Ujian Dengan Semua Ujian

LirboyoNet, Kediri – Sehari setelah kedatangan KH. Ahmad Idris Marzuqi di tanah Air, beliau langsung kembali melaksanakan tugas-tugas harian beliau sebagai pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu aktifitas rutin yang beliau laksanakan dengan Istiqomah, adalah menjadi Imam Masjid Agung PP. Lirboyo. Dalam sholat Jama’ah pertama bersama para santri usai berpisah selama beberapa minggu, Mbah Yai Idris berkenan memberikan memberikan wejangan singkat kepada seluruh Jamaah sholat Magrib.

“Haji adalah Rukun Islam ingkang amrad sanget (yang sangat berat-red), didalamnya terdapat ujian demi ujian yang harus dilalui oleh setiap umat islam, baik jasmani maupun ruhani” ujar beliau dengan tegas.

Lebih lanjut Mbah Yai Idris menjelaskan, Diantara ujiannya adalah kesungguhan dalam hati, yang berwujud niat yang tulus, sebab dengan dilandasi dengan niat yang murni maka akan terbukalah pintu pertolongan Allah, melalui panggilan yang di sampaikan Nabi Ibrahim AS.

Jadi kekayaan bukanlah kunci utama bagi umat Islam untuk mampu berangkat haji. Banyak sekali orang kaya tidak mampu dan tidak mau melaksanakan Ibadah Haji, padahal sebenarnya dia mampu. Karena tidak adanya niat tulus dalam hati.

Selanjutnya kemampuan dana untuk pembiayaan diri, baik berupa biaya perjalanan dan biaya selama menjalankan ibadah di tanah suci,

Yang terakhir adalah kekuatan fisik, karena ibadah haji membutuhkan stamina yang prima dan kondisi badan yang sehat sehingga mampu menjalankan semua rukun haji dengan baik. “Kulo piyambak (saya sendiri-red) sebenarnya merasa ragu, apakah nanti mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik, padahal kondisi saya yang masih dalam masa pemulihan, namun Alhamdulillah berkat Do’a panjenengan semua, saya mampu menjalankan semua rukun-rukun dan kesunahan Haji. Oleh karenanya saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman santri semua” ujar beliau tawadlu.

Di akhir wejangan yang beliau sampaikan, Mbah yai Idris berkenan mendo’akan seluruh santri Lirboyo agar kelak dikemudian hari, bisa melaksanakan ibadah haji. “Saya do’akan panjenengan semua, akan di panggil oleh Nabi Ibrahim AS, sehingga bisa melaksanakan ibadah Haji,” ujar beliau terbata-bata seraya mengangkat kedua tangan. Setelah memberikan wejangan singkat, mbah Yai Idris melanjutkan wirid-wirid Bada sholat Magrib dan di pungkasi dengan Do’a. riff

 

Lembaga Pendidikan Islam Salaf Berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah