30 views

Bunga Istimewa Hanya Untuk yg Istimewa

Oleh: Bayu Gautama

Bunga adalah simbol kesegaran, keceriaan dan kebahagiaan. Bisa jadi ada makna yang lebih dalam dari penamaan Rasulullah atas putri tercintanya, Fatimah az Zahra, yang mana az Zahra sendiri berarti ‘bunga.’ Tidaklah mengherankan jika Fatimah menjadi anak yang paling disayang dibanding saudara-saudara Fatimah lainnya. Hal itu teriihat dari ungkapan Rasulullah, “Siapa yang membuatnya sedih, berarti juga membuat aku sedih. Dan barang siapa menyenangkannya, berarti menyenangkanku pula.”

‘Bunga’ Fatimah yang tumbuh dan berkembang dalam binaan langsung dari ayahanda Rasul yang baik, lemah lebut dan terpuji menjadikannya seorang gadis yang penuh kelembutan, berwibawa, mencintai kebaikan, plus akhlak terpuji meneladani sang ayah. Maka, tidaklah aneh, bunga yang di-nisbatkan Rasul menjadi wanita penghulu surga itu menjadi primadona di kalangan para sahabat Rasulullah.

Tercatat, beberapa sahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab pemah mencoba melamar Fatimah. Hanya saja, sayangnya dengan halus Rasulullah menolak lamaran para sahabat itu. Hingga akhirnya datanglah Ali bin Abi untuk meminang Fatimah.

“Aku mendatangi Rasulullah untuk meminang putri beliau, yaitu Fatimah. Aku berkata: ‘Demi Allah aku tidak memiliki apa-apa, namun aku ingat kebaikan Rasulullah, maka aku beranikan diri untuk meminangnya’.” Akhirnya Rasulullah menerima pinangan Ali meski hanya mempersembahkan baju besi al Khuthaimah (yang juga merupakan pemberian Rasul).

Fatimah adalah bunga yang terpelihara, tidak tanggung-tanggung, yang mendidik, membina, memeliharanya adalah manusia agung nan mulia, Muhammad SAW, yang memiliki segala keterpujian. Bunga yang indah dengan segala keistimewaannya, harus dipelihara dan dijaga oleh orang yang istimewa dan memiliki berbagai kelebihan pula, dalam hal ini Ali bin Abi Thalib. Siapa yang meragukan kapasitas Abu Bakar dan Umar bin Khattab, yang keduanya kemudian berturut-turut menjadi khalifah meneruskan perjuangan kaum muslimin menggantikan Rasul. Lalu kenapa Nabi menolak mereka?

Pertanyaan setanjutnya, kenapa Ali yang hanya bermodalkan baju besi (yang juga pemberian Rasul) menjadi pilihan Rasul untuk mendampingi Fatimah? Meski memang Rasulullah yang paling tahu alasan itu (termasuk juga alasan menolak pinangan dua sahabat yang juga istimewa), namun kita bisa melihat sisi kelebihan dari Ali bin Abi Thalib, pemuda pemberani ini.

Ali adalah lelaki istimewa, masuk dalam as Sabiqunal Awalun (golongan pertama yang masuk Islam) dengan usia termuda. Soal keberanian, jangan pernah menyangsikan lelaki satu ini. Perang Badar yang diikuti seluruh menusia pemberani didikan Rasul, terselip satu lelaki muda yang dengan gagahnya maju ke depan ketika seorang pemuka dan ahli perang kafir menantang untuk duel. Meski awalnya dilecehkan karena dianggap masil kecil, namun Ali dengan kehebatannya mampu mengalahkan musuh duelnya itu. Tidak sampai di situ, Rasulullah tak bisa melupakan jasa besar dan keberanian Ali menggantikan Rasul tidur di pembaringannya saat Rasulullah ditemani Abu Bakar menyelinap ke luar saat hijrah. Padahal, resikonya adalah mati terpenggal oleh bala tentara kafir yang telah mengepungnya.

Tentu masih banyak dan tidak akan cukup tulisan ini untuk mencatat kelebihan Ali yang menjadikannya begitu istimewa. Satu yang bisa kita tangkap secara jelas, bahwa wanita istimewa memang dipersiapkan untuk lelaki istimewa. Seperti halnya, ‘bunga’ Fatimah yang hanya Ali bin Abi Thalib yang diizinkan Rasulullah untuk memetiknya. Oleh karenanya, jangan pernah berharap akan datangnya seseorang istimewa jika tak pernah menjadikan diri ini istimewa. Wallahu a’lam bishshawaab.

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.