12 views

Selamat Datang Jamaah Haji: Semoga Mabrur

Selamat datang di kampung kembali, Bapak, Ibu. Selamat berkumpul dengan keluarga, semoga kalian menjadi haji yang mabrur. ‘Level’ yang diimpikan semua muslim, karena kata Nabi, “Ibadah umrah sampai umrah yang lain, menghapus dosa antara keduanya. Dan haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga.”

Haji mabrur sendiri jika disimpulkan dari pendapat para ulama adalah haji yang dilaksanakan sesuai dengan aturan hukum syariat dan memenuhi ketentuan sempurna: tidak dikotori dengan perbuatan dosa, banyak bersedekah pada fakir miskin, bagus ucapannya dan maqbul di sisi Allah SWT. Dan termasuk tanda seseorang mendapatkan haji mabrur adalah semakin baik di hari-hari setelahnya dan tidak mengulangi dosa-dosanya. Menurut Ibnu Hajar, maksud dari tidak mengulang dosa ini adalah tidak mengulangi dosa yang menyebabkan fasik atau dosa kecil yang dilakukan terus menerus.

Agar tercapai impian mendapatkan haji mabrur tersebut, tentu banyak hal yang harus dilakukan. Terutama ketika para jamaah mulai berangkat sampai saat berada di tanah suci. Seperti halnya menggunakan biaya dan perbekalan halal, memurnikan niat, merendahkan diri dan berpenampilan sederhana, tidak memakai pakaian yang terlalu tipis dan bercorak, dan lain sebagainya. Semoga lain waktu tulisan tentang hal itu bisa dibahas.

Termasuk dari upaya agar mendapatkan haji mabrur adalah tidak melakukan pelanggaran atau larangan ketika melakukan ibadah haji dan umrah. Larangan tersebut banyak ragamnya, dan sebagian larangan itu pada akhirnya menuntut jamaah melakukan/ membayar dam (denda). Hal inilah yang kiranya perlu diperhatikan. Ada baiknya jika pihak keluarga terdekat menanyakan kepada jamaah dan berusaha agar jamaah menjawab dengan jujur. Karena tentunya yang tau dilapangan adalah mereka. Jika memang masih punya tanggungan denda, lakukanlah demi kesempurnaan ibadah hajinya.

Menyempurnakan ibadah tentu tidak mudah, termasuk haji dan umrah. Karena memang besar kecilnya pahala suatu amal bergantung pada seberapa berat kita menjalaninya, maka wajarlah jika demikian. Sebagai penghujung, mari kita catat bahwa sebagai penyambut jamaah haji kita disunnahkan meminta doa ampunan dari mereka sebelum para jamaah masuk rumah. Bahkan menurut sebagian ulama, hal ini tetap disunnahkan hingga 40 hari dari kedatangannya.

Dan bagi yang menyambut, sebelum mereka masuk rumah, ucapkanlah salam, kemudian rangkullah mereka dan kecuplah antara kedua mata mereka sambil berdoa :

تَقَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ وَزِيَارَتَكَ وَغَفَرَلَكَ ذَنْبَكَ وَأَخْلَفَ عَلَيْكَ نَفَقَتَكَ 

Kemudian para jamaah juga dianjurkan mendoakan penyambut/ para kerabat. Doa ini lebih utama dibacakan sebelum masuk rumah dan sampai 40 hari seteleh tiba di rumah:

اَللَّهُمَّ إغْفِرْلَنَا وَلِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَإِخْوَانِنَا وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ فَاعْفُ عَنَّا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ النَّارِ اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا مَكَّةَ وَالمَدِيْنَةَ لِأَدَاءِ نُسُكِناَ وَلِزِيَارَةِ حَرَمِكَ وَحَرَمِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْرًا وَلاَعُسْرًا مَرَّةً بَعْدَ مَرَّةٍ مَعَ السَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.