Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Mandi Wajib

Ilustrasi pria membawa handuk dan sikat gigi sambil membuka pintu kamar mandi untuk mandi Mandi wajib bukan sekadar rutinitas, tapi gerbang sahnya ibadah—jangan sampai asal basah, tapi harus benar-benar sah.

Orang-orang bilang, bulan Syawal adalah musimnya orang pada kawin, melepas status lajang mereka. Ketika bulan Syawal, sering rasanya kita jumpai banyak pasangan-pasangan pengantin baru entah di dunia nyata maupun di dunia maya. Oleh karenanya, edukasi seputar hal-hal yang berkaitan dengan tuntunan ibadah pasca pernikahan rasanya saat ini sangat penting untuk para pengantin baru tersebut ketahui. Di antaranya adalah perihal mandi wajib sebagai sarana menyucikan diri dari hadats besar. Berikut adalah hal-hal yang harus mendapatkan aware terkait prosesi mandi wajib.

Fardhu Mandi Wajib

Dalam kitab Fath al-Qarib, Syaikh Muhammad bin Qasim Al-Ghazi memberikan keterangan bahwa fardhunya mandi wajib setidaknya ada tiga:

  1. Niat
  2. Menghilangkan najis yang terdapat di badan
  3. Meratakan air ke sekujur tubuh

Nah, dari masing-masing fardhu tersebut, masih ada perincian-perincian penting yang hendaknya mendapat perhatian lebih.

Baca Juga: Cara Bersuci, dan Menjaga Ibadah Saat Mendaki gunung

Kapan Niat Berlangsung?

Niat mandi wajib tidak bisa sembarangan. Namun, niat harus terjadi bersamaan dengan permulaan bagian badan yang terbasuh. Dari bagian tersebutlah mandi wajib mulai terhitung sah. Sehingga apabila ada seseorang yang sedang mandi kemudian baru niat mandi wajib di pertengahannya, maka ia harus mengulangi basuhan sebelumnya.

Mengulangi Basuhan Ketika Ada Najis

Ketika di bagian tubuh ada najis ‘ainiyah menempel maka tidak serta merta cukup melakukan satu basuhan agar mandi wajib hukumnya sah. Harus ada pengulangan membasuh pada bagian yang terdapat najis tadi supaya mandi wajibnya bisa menuntaskan hadats besar seseorang.

Semisal pada bagian tangan terdapat najis. Maka, agar mandi wajib terhitung sah dan menghilangkan hadats besar secara merata maka pertama-tama bagian tersebut harus mendapat basuhan agar suci dari najis. Kemudian dibasuh lagi.

Baca Juga: Tata Cara Bersuci di Kamar Mandi Terminal atau SPBU Menurut Fiqih

Baik Kulit Maupun Rambut, Semuanya Harus Terbasuh

Kewajiban meratakan basuhan ini mengharuskan seseorang yang sedang mandi wajib untuk memastikan air benar-benar telah merata di sekujur tubuh, baik kulit maupun rambut. Ungkapan “kulit” di sini, masih menurut kitab Fath al-Qarib, diidentifikasikan sebagai kulit bagian luar. Sehingga, wajib hukumnya bagi seseorang yang mandi wajib untuk membasuh bagian-bagian yang nampak dari lubang telinga, hidung yang terpotong dan sela-sela badan. Bagian-bagian lain yang tidak boleh luput dari basuhan yakni bagian dalamnya kulup orang yang belum khitan, bagian farji perempuan yang nampak saat duduk berjongkok dan masrabah.

Apa itu Masrabah?

Masrabah adalah bagian tubuh manusia yang menjadi tempat keluarnya kotoran/feses. Umumnya disebut bol, dubur, atau anus. Bagian tubuh ini perlu terbasuh ketika mandi wajib sebab, bagian ini nampak ketika seseorang sedang buang hajat sehingga terkategorikan sebagai bagian luar badan.

Baca Juga: Hukum Menunda Qadha Puasa hingga Ramadan Berikutnya: Wajib Fidyah?

Memperhatikan Basuhan Rambut

Selanjutnya, hal yang perlu mendapat perhatian saat Mandi wajib adalah ketika membasuh rambut di sekujur tubuh. Kiranya, perlu diketahui bahwa seluruh rambut, baik yang tipis maupun lebat, semuanya wajib terbasuh air tanpa terkecuali. Bahkan, apabila rambut tersebut sedang dalam keadaan tergelung dan tidak memungkinkan air bisa membasuh bagian dalamnya, maka wajib untuk menguraikannya.

Demikianlah sedikit tuntunan ibadah yang berkaitan dengan mandi wajib yang hendaknya mendapat kewaspadaan lebih. Sebab, sah tidaknya kegiatan bersuci tersebut sangatlah menentukan sah tidaknya prosesi ibadah-ibadah kita yang lainnya seperti sholat, i’tikaf dan lain sebagainya. Wallahua’lam bisshowab.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses