HIMASAL Yaman Gelar Khataman Qur’an

LirboyoNet, Yaman – Tarim, Hadhromaut, Yaman (09/12/2015). Mahasiswa Indonesia, Yaman, Tanzani, Somalia, China, Thailand, Malaysia, menggelar Khatamann Qur’an dan Tahlil bersama atas wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi’in, Paculgowang, Jombang, adik KH. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Acara yang dipelopori oleh HIMASAL (Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo) Cabang Yaman ini…

Lanjutkan

Pesan dan Harapan KH. A. Idris Marzuqi

Harapan saya, setelah Pondok Pesantren Lirboyo mencapai usia satu abad ini mudah-mudahan para keluarga tetap menjaga keharmonisan dan keberlangsungan pondok. Selain itu, semoga mereka mampu menjaga apa yang diwariskan oleh sesepuh dahulu. Yang dimaksud warisan di sini berupa ilmu pengetahuan, bukan bentuk fisik pondok. Salah satu alasan mengapa Lirboyo tetap mempertahankan metode salafiyahnya hingga saat…

Lanjutkan

Pewaris Akhlak Rasulullah Saw

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. إِنَّمَا  بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ  مَكَارِمَ  الْأَخْلَاقِ Akhlak adalah faktor yang sangat penting dalam kehidupan ini untuk menjaga stabilitas perdamaian di masyarakat juga bagi perdamaian dunia. Apabila manusia berakhlak, dia akan saling menghormati, mengahargai, dan akan saling menyayangi. Di samping itu ia tidak akan semena-mena, tidak akan saling menindas. Rasulullah Saw. merupakan…

Lanjutkan

Belajar Memegang Prinsip

Listrik pertama kali masuk ke Pondok Pesantren Lirboyo pada tahun 1971 M, yang merupakan sumbangan dari pemerintah Orde Baru. Tepat tiga bulan sebelum PEMILU 1971, Presiden Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri memberikan bantuan listrik untuk menggantikan cahaya teplok dan petromak di Pesantren Lirboyo. Setelah selesai pemasangan, diadakan acara serah terima dan peresmian oleh Mayjen TNI Wahono,…

Lanjutkan

Peran Kiai Meneguhkan Kedaulatan RI

Jauh sebelum Kiai Mahrus diamanati menjadi anggota Musytasyar Pengurus Besar NU, hasil muktamar NU yang ke-27 di Situbondo pada tahun 1984 M, peran serta kiai mahrus dalam NU sudah dimulai, seperti waktu mengadakan kongres Nu se-Jawa dan Madura pada tanggal 21-22 Oktober 1945 dalam menghadapi kedatangan NICA yang ingin merebut kembali kemerdekaan bangsa Indonesia. Kiai…

Lanjutkan

Konsep Dakwah Kiai Mahrus

“Kita harus pandai berdakwah di masyarakat. Dakwah harus bisa mengikuti gerak dan denyut kehidupan masyarakat. Mengikuti arus tidak berarti terbawa arus. Kita mengikuti, tetapi untuk menarik mereka”. * * * Singkatnya, kita harus bisa merayu masyarakat. Zaman sudah berubah. Yang tidak menyimpang dari syar’i kita ikuti, sementara yang melenceng kita rubah sedikit demi sedikit. Jangan…

Lanjutkan

Ilmu yang Bermanfaat

KH. Marzuqi Dahlan (1906-1975) pernah dhawuh, “Yang dinamakan santri yang manfaat ilmunya, adalah santri yang ilmunya bisa menuntun mereka meraih ridho Allah subhanahu wa ta’ala. Masalah keadaan tiap-tiap santri di rumahnya kelak terserah gusti Allah.” *Disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Manshur dalam penutupan bahtsul masail LBM PP. Lirboyo.

Lanjutkan

Silaturrahim PP. Ar-Raudlotul Hasanah Medan

(lirboyo.net)  Pondok Pesantren Lirboyo kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah dari Medan Sumatera Utara berjumlah tujuh orang yang merupakan Pimpinan Pondok dan lembaga-lembaga yang ada di Pondok tersebut. Sekitar pukul 17.00 WIB rombongan tiba di Pondok Lirboyo dengan menggunakan mobil mini bus. Kemudian langsung bersilaturrohim dengan para masyayikh. Agenda selanjutnya  mengadakan studi…

Lanjutkan

Takut Jadi Kiai dan Orang Kaya

Saat mengaji kitab Nashaihuddiniyyah di hadapan para santri KH. Mahrus Ali dhawuh, “Santri-santri, aku biyen neng pondok gak pernah mbayangke iso dadi kiai. Gak pernah mbayangke iso dadi wong sugih lan mulyo. Akhire dadi koyo ngene iki aku wedi, ojok-ojok bagianku iki thok, akherat ga entuk.” (Santri-santri, saya dulu waktu di pondok tidak pernah membayangkan…

Lanjutkan

Wasiat KH. Marzuqi Dahlan

Sebelum wafat, K.H. Marzuqi Dahlan menyampaikan tiga nasihat dan beliau wasiatkan kepada keluarga, pengurus, dewan guru, dan seluruh santri untuk tetap dijunjung tinggi dan diugemi. Tiga wasiat beliau ialah: 1. Semua tata tertib dan peraturan pondok pesantren hendaknya ditegakkan dan dipatuhi dan jangan sekali-kali diubah. 2. Semua santri harus tetap tekun belajar dan mempertinggi himmah…

Lanjutkan