Tag Archives: SIlaturrahim

Batasan Memutus Silaturrahim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Admin yang saya hormati, pada saat Idul Fitri kemarin saya belum sempat bersilaturrahim kepada seluruh sanak saudara. Selain terkendala waktu dan tempat, ada beberapa hal lain yang tidak memberi kesempatan kepada saya untuk bersilaturrahim kepada saudara dan teman-teman. Apakah hal tersebut tergolong memutus silaturrahim?. Terimakasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sholihah – Banyuwangi

__________________

AdminWa’alaikumsalam Wr. Wb. Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada ibu Sholihah yang kami hormati.

Silaturrahim (menyambung tali persaudaraan) merupakan salah satu anjuran yang sangat ditekankan dalam agama Islam. Selain dapat mempererat tali persaudaraan sesama manusia, silaturrahim memiliki beberapa keutamaan yang lain, diantaranya ialah melapangkan rizki dan memperpanjang umur.[1] Bahkan di dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk memutus tali silaturrahim:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali persaudaraan.“ (HR. Muslim)[2]

Namun yang perlu dicermati, sebatas manakah perilaku seseorang itu tergolong sebuah tindakan yang memutus tali persaudaraan. Dalam hal ini, Syekh Muhammad bin Salim dalam kitabnya yang berjudul Is’adur Rofiq menjelaskan demikian:

وَمِنْهَا قَطِيْعَةُ الرَّحِمِ وَاخْتُلِفَ فِي الْمُرَادِ بِهَا فَقِيْلَ يَنْبَغِيْ أَنْ تَخُصَّ بِالْإِسَاءَةِ وَقِيْلَ لَا بَلْ يَنْبَغِيْ أَنْ تَتَعَدَّى اِلَى تَرْكِ الْإِحْسَانِ وَاسْتُوْجِهَ فِي الزَّوَاجِرِ أَنَّ الْمُرَادَ بِهَا قَطْعُ مَا أَلَّفَهُ الْقَرِيْبُ مِنْ سَاِبٍق لِغَيْرِ عُذْرٍ شَرْعِيٍّ

Termasuk sebuah kemaksiatan ialah memutus tali persaudaraan. Kategori memutus silaturrahim pun masih dipersilisihkan. Ada yang mengatakan bahwa memutus silaturrahim adalah dengan berbuat jelek. Menurut pendapat lain, memutus silaturrahim adalah meninggalkan perbuatan baik… Pendapat lain dalam kitab Az-Zawajir, bahwa yang dimaksud memutus silaturrahim ialah memutus kebiasaan baik terhadap kerabat tanpa adanya udzur yang dibenarkan syariat.”[3]

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang termasuk memutus silaturrahim adalah berbuat jelek pada kerabat atau tidak berbuat baik pada kerabat serta memutus kebiasaan baik kepada kerabat tanpa adanya udzur (halangan) yang dapat dibenarkan syariat. Sehingga apabila tidak memiliki kesempatan untuk bersilaturrahim kepada kerabat karena keterbatasan waktu, tempat, biaya, ataupun alat komunikasi, maka tidak termasuk kategori perbuatan memutus tali persaudaraan. []waAllahu a’lam

 

 

[1] Shahih Bukhari, III/56, Maktabah Syamilah.

[2] Shahih Muslim, hadis nomor 2556.

[3] Is’adur Rofiq, II/117.

Silaturrahim PP. Ar-Raudlotul Hasanah Medan

(lirboyo.net)  Pondok Pesantren Lirboyo kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah dari Medan Sumatera Utara berjumlah tujuh orang yang merupakan Pimpinan Pondok dan lembaga-lembaga yang ada di Pondok tersebut.

Sekitar pukul 17.00 WIB rombongan tiba di Pondok Lirboyo dengan menggunakan mobil mini bus. Kemudian langsung bersilaturrohim dengan para masyayikh. Agenda selanjutnya  mengadakan studi banding atau ramah tamah dan tanya jawab seputar Pondok Pesantren Lirboyo pada pukul 20.00 WIB bertempat di Kantor Madrasah.

Acarapun diawali dengan pemaparan dari Pimpinan rombongan yang sekaligus sebagai Ketua Badan Wakaf menjelaskan maksud kedatangan ke Pondok Pesantren Lirboyo dan sejarah berdirinya Pondok Ar-Raudlatul Hasanah. Setelah itu, dilanjutkan sambutan selamat datang oleh Agus Abdul Qodir Ridlwan selaku Pimpinan Pondok. Beliau menjelaskan historis Pondok Pesantren Lirboyo dan perkembangannya serta sistem pendidikan. Dalam acara tersebut hadir pula beberapa Pimpinan yang lain baik dari Pondok maupun Madrasah. Acara diteruskan dengan dialog yang cukup lama dan ditutup dengan doa kemudian dilanjutkan penyerahan cindera mata dari kedua pondok pesantren. (ais)

Silaturrohim Ke III Dzurriyyah KH. Dahlan

LirboyoNet, Kediri – Ahad (9/12) keluarga Bani  KH. Marzuqi Dahlan mempunyai hajat besar sebagai pelaksana acara Silaturohim dan Halal Bihalal Bani KH. Dahlan. Acara yang dilaksanakan setahun sekali tersebut mengundang semua Dzurriyah Bani KH. Dahlan. Pada tahun sekarang bertepatan Bani KH. Marzuqi Dahlan mendapatlkan giliran sebagai tempat acara tersebut. Agus Aminulloh sebagai salah satu panitia mengatakan, undangan yang hadir pada acara tersebut sekitar 300 orang dari Bani KH.Dahlan.

Pukul 09.30 WIB Acara dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Romo KH. A.Idris Marzuqi. Beliau hadir sejak pagi untuk menemui para Dzurriyah. Sambutan pertama dari  Panitia dan Pengurus Silaturrohim. Dalam hal ini disampiakn oleh Agus H. Irfan Masyru’I. Beliau menyampaikan rasa terimakasih kepada Panitia Pelaksana yang telah mempersiapkan acara tersebut sekaligus Pembacaan sekilas Biografi KH. Dahlan yang sudah dibukukan oleh panitia.

Sambutan kedua atas nama Dzurriyah yang diwakili oleh KH. Busryo Karim. Dalam sambutannya beliau mengharapkan acara seperti ini tidak memandang tempat, tetapi lebih merasa sebagai Dzurriyah sehingga bisa menghadiri dalam acara silaturrohim dimanapun tempatnya, karena mengingat pentingnya acara ini sebagai benteng agar segenap Dzurriyah tidak keluar dari tuntunan dan ajaran KH. Dahlan.

Sambutan ketiga sebagai Shohibul Bait sekaligus Mauidzoh Hasanah disampaikan oleh KH. M Abdul Aziz Manshur. Beliau menjelaskan manfaat acara silaturrohim ini untuk mempererat rasa persaudaraan, dari yang tidak mengenal menjadi kenal, mempertahankan ajaran dan mengikuti langkah-langkah para sesepuh sehingga tidak keluar dari apa yang diajarkan oleh para sesepuh. Acara yang dilaksanakan sejak pagi ditutup dengan doa oleh KH.A. Idris Marzuqi, KH.M.Abdul Aziz Manshur dan KH. Munib Muhammad dan diteruskan mushofahah. Akhlis

Idul Fitri Momentum Silaturrohim

LirboyoNet, Kediri – Sebagai umat Islam, hari raya Idul fitri merupakan momentum yang sangat tepat untuk silaturrohim saling memaafkan diantara sesama. Setelah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa sebagai ujian untuk melatih diri menahan hawanafsu dan ma’siyat di bulan suci Ramadlan.

Dengan berakhirnya bulan suci Ramadlan dan mulainya lembaran baru bulan Syawal mudah-mudahan kita kembali  Fitri/suci laksana bayi yang baru lahir. Momentum anjangsana ini benar-benar di manfaatkan oleh para pejabat teras sewilayah kota Kediri guna bersilaturrohim kepada Masyayikh pondok pesantren lirboyo Kota Kediri.

Pagi tadi hari Selasa (28/08/12) sekitar pukul 09.00 WIB rombongan Pejabat sewilayah Kota Kediri sowan di Kediaman beberapa Masyayikh pondok pesantren Lirboyo. Diantaranya kediaman KH. Ahmad Idris Marzuqi, KH.M. Anwar Manshur, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dan terakhir kediaman Almarhum Al-Maghfurlah KH. Imam Yahya Mahrus yang sekarang dihuni Ibu Nyai dan putranya Yaitu KH. Reza Ahmad Zahid Lc.

Beberapa pejabat yang ikut rombongan diantaranya: Bapak Walikota sekalian, Wawali, Kapolresta Kediri, Ketua DPR Kota, DanBrigif 16, DanYonif 521 dan pejabat lainnya. Rombongan disamping silaturrohim juga memohon do’a kepada para Masyayikh agar amanat-amanat yang mereka emban senantiasa mendapatkan kelancaran dan kota kediri mudah-mudahan menjadi daerah yang aman, tentram, subur dan makmur. Nang