Lupa merupakan salah satu sifat umum manusia. Entah lupa akan agenda pertemuan hari ini, lupa menaruh barang, atau melupakan sesuatu yang seharusnya sudah kita hafal. Kendati demikian bukan berarti lupa tidak bisa kita lawan. Kita bisa menolak lupa dengan mengusahakannya baik secara lahir maupun batin. Secara lahir tentu dengan dengan telaten dan mengingat sebaik mungkin apa yang ada di hadapan kita. Dalam konteks menghafal, konsistensi mengulang-ulang hafalan adalah salah satu usaha menolak lupa yang ampuh. Sedangkan usaha batin, dalam Islam sendiri ternyata ada amalan, doa, maupun dzikir yang bisa membantu meningkatkan kualitas hafalan kita.
Amalan pencegah lupa
Sebelum kita menghafalkan, hendaknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa amalan yang bisa menguatkan hafalan untuk kita amalkan. Dalam kitab Fath ar-Rahman fi ‘Ilaj an-Nisyan terdapat banyak keterangan yang menjelaskan tentang amalan-amalan untuk memperkuat hafalan. Di sini kita akan membahas yang ringan-ringan dan mudah untuk amalan sehari-hari.
Makan Secukupnya
Membiasakan diri makan secukupnya, sekiranya hanya menghilangkan lapar sebelum kenyang adalah salah satu faktor penting kuatnya hafalan. Sebab, kenyang sendiri itu ibarat lawan kata dari hafalan. Maka tak heran kalau ada satu ungkapan yang mengatakan
البطنة تذهب الفطنة
“Kenyang itu menghilangkan kecerdasan”
Menjauhi Maksiat
Selanjutnya adalah menjauhi maksiat, baik itu besar maupun kecil, atau juga dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan. Hal ini menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas hafalan kita.
Dalam suatu kisah, Imam Syafi’I pernah mengadu kepada gurunya, Imam Waki’ perihal buruknya hafalan yang ia miliki dalam suatu syair
شكوت إلى وكيع سوء حفظي * فأرشدني إلى ترك المعاصي
وأعلمني بأن العلم نور * ونور الله لا يؤتى لعاصي
“Aku mengadu kepada Imam Waki’ soal hafalanku buruk. Lalu beliau membimbingku agar meninggalkan maksiat.
Beliau juga mengajarkan padaku bahwa ilmu itu cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan pada ahli maksiat.”
Dzikir Penguat Hafalan
Dalam kitab Fath ar-Rahman fi ‘Ilaj an-Nisyan tercantum beberapa amalan untuk menguatkan hafalan. Di antaranya
- Membaca surat Al-Baqoroh ayat 164 tiap kali hendak tidur yakni
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri wal-fulkil-latī tajrī fil-baḥri bimā yanfa’un-nāsa wa mā anzalallāhu minas-samā’i min mā’in fa aḥyā bihil-arḍa ba’da mautihā wa batstsa fīhā min kulli dābbah, wa taṣrīfir-riyāḥi was-saḥābil-musakhkhari bainas-samā’i wal-arḍi la āyātin liqaumin ya’qilūn.
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering)-nya dan Dia menyebarkan di bumi itu segala macam hewan, pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda (keesaan dan kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengerti.”
- Memperbanyak dzikir Asmaul Husna. Ternyata, beberapa Asmaul Husna memiliki faidah yang erat kaitannya dengan memperkuat hafalan yaitu
- يَا مُهَيْمِنُ
Yā Muhaimin
“Wahai Dzat Yang Maha Memelihara”
Imam Suhrawardi mengungkapkan barangsiapa melanggengkan bacaan tersebut niscaya kuat hafalannya serta hilang penyakit lupanya
- يَا قَيُّومُ
Yā Qayyūm
“Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri dan Memelihara seluruh makhluk”
Selain itu, Imam Suhrowardi mengungkapkan ketika ada orang yang bebal mau membacanya sebanyak 16 kali sehari di tempat sepi, maka Allah akan menjaganya dari hal-hal yang menyebabkan lupa serta menguatkan hafalan dan menerangi hatinya.
- يا مبدئ يا معيد
Yā Mubdi’ Yā Mu’īd
“Wahai Dzat Yang Maha Memulai dan Yang Maha Mengembalikan”
Faidah dari membaca asma ini adalah agar saat lupa, kita tetap bisa ingat sesuatu yang sudah kita hafalkan.
Doa Penguat Hafalan
Selain amalan dan dzikir yang sudah kita bahas sebelumnya, untuk memperkuat hafalan hendaknya juga memperbanyak bacaan doa berikut
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيهِ، فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ، وَلَا تُنْسِنِيهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ أَخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ، وَأَكْرِمْنَا بِنُورِ الْفَهْمِ، وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَةِ الْعِلْمِ، وَحَسِّنْ أَخْلَاقَنَا بِالْحِلْمِ، وَسَهِّلْ لَنَا أَبْوَابَ فَضْلِكَ، وَانْشُرْ عَلَيْنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Allāhumma innī astawdi‘uka mā ‘allamtanīhi, fardudhu ilayya ‘inda ḥājatī ilaihi, wa lā tunsinīhi yā Rabbal-‘ālamīn. Allāhumma akhrijnā min ẓulumātil-wahmi, wa akrimnā binūril-fahmi, waftaḥ ‘alainā bima‘rifatil-‘ilmi, wa ḥassin akhlāqanā bil-ḥilmi, wa sahhil lanā abwāba faḍlika, wansyur ‘alainā min khazā’ini raḥmatika, yā Arḥamar-Rāḥimīn.
“Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada-Mu ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Maka kembalikanlah ilmu itu kepadaku ketika aku membutuhkannya, dan janganlah Engkau jadikan aku melupakannya, wahai Tuhan seluruh alam.
Ya Allah, keluarkanlah kami dari kegelapan prasangka dan kebodohan. Muliakanlah kami dengan cahaya pemahaman. Bukakanlah bagi kami pintu-pintu ma’rifat terhadap ilmu. Perindahlah akhlak kami dengan sifat santun dan penuh kesabaran. Mudahkanlah bagi kami pintu-pintu karunia-Mu. Limpahkanlah kepada kami perbendaharaan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara semua yang mengasihi”.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





