HomeDawuh MasyayikhKunci Terbukanya Hati

Kunci Terbukanya Hati

0 15 likes 1.3K views share

Agama bukan hanya tentang shalat dan puasa. Ia juga berarti dînul mu’âmalah. Agama yang menghubungkan satu sama lain, tidak sebatas dirinya dan tuhannya. Maka, harus kalian jaga benar-benar hubungan baik dengan tetangga, dengan masyarakat sekitar, karena itu berarti menjaga agama kalian.

المسلم من سلم المسلمون من يده و لسانه

Muslim adalah ketika orang muslim yang lain selamat dari tangan dan lisannya.

Perhatikan gaya hidup yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Itu sudah lebih dari cukup bagi kita untuk dijadikan bekal. Rasulullah saw. menyukai hal-hal yang bersih. Karena itu aku berwasiat kepada kalian untuk menjaga kebersihan. Kebersihan pakaian, kamar mandi, kamar tidur, badan. Dengan begitu, hati kalian juga akan ikut bersih.

Ingat! Kalian semua akan jadi ibu. Perhatikan hubungan kalian dengan orangtua, karena kelak kalian akan diperlakukan sama oleh anak-anak kalian. Jangan hanya berbuat baik saat butuh kepada mereka. Banyak orang yang meninggalkan orangtua setelah menikah. Meninggalkannya saat sakit. Apa tidak ingat masa kecil kita? Bagaimana mereka merawat kita saat sakit. Memandikan, mencuci pakaian kotor. Membersihkan badan kita.

Berbakti kepada orangtua adalah sebab turunnya kebaikan, barokah dan futûh, terbukanya hati dan pikiran. Saat di rumah nanti, bersimpuhlah di kaki ibumu. Ciumi kakinya. Setiap hari, setiap petang. Itu adalah sebuah jalan bagi kalian untuk menggapai cita-cita.

Kalian juga nantinya akan menjadi istri dari suami kalian. Taati mereka. Wanita yang shalihah adalah mereka yang taat kepada suaminya. Bersihkan rumah. Bersihkan diri kalian untuk menyambut suami pulang. Pakai pakaian terbaik. Jangan terbalik. Zaman sekarang, para istri telah lalai. Saat keluar rumah, memakai pakaian bagus, berdandan cantik, seperti pengantin baru. Tapi untuk menyambut suaminya, memakai pakaian seadanya. Yang kotor, berlubang, Bau. Tidak karuan. Seperti jin saja. Jangan seperti itu. Karena Rasulullah saw. pernah bersabda, “jikalau boleh bersujud kepada selain Allah, maka aku perintahkan kalian untuk sujud kepada suami.”

Semoga kalian benar-benar menjadi putri yang shalihah.

 

Disarikan dari mauidzah yang disampaikan Habib Abdul Qodir Jailani as-Syathiri saat berkunjung ke Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat pada Senin, 03 Rabiul Akhir  1438 H./02 Januari 2017 M. di Aula P3HM.