Merawat lingkungan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga bagian dari ibadah dan bentuk ketaatan kepada Allah. Islam menegaskan bahwa alam semesta adalah amanah (amanah ilahiyah) yang harus kita jaga sebagai seorang muslim. Setiap tindakan merusak, menyia-nyiakan, atau mengotori lingkungan adalah perilaku yang Allah benci. Yang bertentangan dengan prinsip penghambaan kepada Allah sebagai Rabb al-‘Alamîn, Tuhan seluruh alam.
Manusia sebagai Khalifah di Bumi
Allah menegaskan kedudukan manusia sebagai khalifah/pemimpin, yakni makhluk yang diberi mandat untuk memakmurkan bumi, bukan merusaknya demi kepentingan pribadi.
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٣٠
Artinya :“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’”(QS. Al-Baqarah: 30)
Ayat ini menjadi dasar bahwa Manusia adalah Khilafah / pemimpin dunia ini, dan tentu saja menjaga kelestarian hutan dan lingkungan adalah sebagian dari tugas kekhalifahan. Sebuah ibadah yang harus kita lakukan melalui amal nyata dalam mengelola, menjaga, dan memperbaiki bumi.
Baca Juga: Gunakan Media Sosial untuk Akhirat: Tips Dapat Pahala Setiap Hari
Larangan Merusak dan Membuang Kerusakan ke Bumi
Islam melarang segala bentuk perusakan, termasuk merusak lingkungan, mencemari alam, dan membuang sampah sembarangan.
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ٥٦
Artinya :“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”(QS. Al-A’raf: 56)
Kerusakan ini mencakup polusi, penebangan liar, penambangan ilegal, menyia-nyiakan air, dan segala tindakan yang merusak alam.
Baca Juga: Membaca Sebagai Pilar Peradaban
Menanam Pohon dan Merawat Bumi adalah Amal Ibadah
termasuk dari menjaga alam adalah melakukan penghijauan, menjaga bahwa hutan adalah bagian bumi yang penting dan juga harus terlindungi, entah dari penggundulan, penambangan, ataupun kepentingan-kepentingan yang merugikan hutan dan sekitar. Rasulullah juga menjelaskan bahwa merawat lingkungan bisa menjadi amal jariyah bagi seorang muslim
قال رسول الله ﷺ: (مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ، أَوْ إِنْسَانٌ، أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ).
Artinya :“Rasulullah ﷺ bersabda:“Tidaklah seorang Muslim menanam suatu tanaman atau menabur suatu tanaman, lalu ada burung, manusia, atau hewan yang memakan darinya, melainkan itu menjadi sedekah baginya.”[¹ Muḥammad ibn Ismā‘īl al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, tahqīq: Muṣṭafā Dīb al-Bughā (Damaskus: Dār Ibn Kathīr dan Dār al-Yamāmah). hal. 817 juz. 2]
Baca Juga: Mensyukuri Hujan sebagai Rahmat dari Yang Maha Kuasa
Merawat Lingkungan Adalah Jalan Menuju Ketakwaan
menjaga lingkungan bukan hanya sekedar tindakan sosial, tetapi juga salah satu bentuk ibadah yang memiliki akar yang kuat dalam al-Qur’an maupun hadist. setiap pohon yang kita tanam, sampah yang kita bersihkan, bisa menjadi bukti ketaatan kita kepada Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah Khilafah/pemimpin, dan bumi adalah amanah yang harus kita jaga. dan dari setiap kali kita memperhatikan, merawat, dan melindungi lingkungan, insya allah menjadi alasan yang bisa mendekatkan kita kepada Allah SWT.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





