Tag Archives: konferwill NU

Bahtsul Masail Konferwil NU Jatim

LirboyoNet, Kediri- (28/07/18) Agenda yang tak kalah penting dalam rangkaian Konferwil PWNU Jatim kali ini adalah bahsul masail. Acara yang digelar menempati dua lokasi. Bertempat di Gedung LBM adalah komisi Waqiiah yang membahas berbagai permasalahan aktual. Diantara soal yang dibahas adalah terkait tayangan di salah satu stasiun televisi swasta. Meski dilaksanakan hingga dini hari, para peserta dari perwakilan PCNU se-Jatim itu tetap bersemangat  dalam mengeluarkan berbagai argumen-argumen dan analisanya.

Sedangkan komisi maudhu’iyyah yang bertempat di Aula Madrasah Baru, dini hari tadi membahas seputar kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tensi perdebatan begitu tinggi mana kala pembahasan sampai pada seberapa jauh batasan-batasan toleransi yang tidak melanggar syariat. Namun, tentu saja berbagai silang pendapat antar peserta pada akhirnya terjawab dengan uraian para perumus dan musahih yang memang sudah membidanginya.

Kedua acara yang dimulai sesaat setelah selesai pembukaan Konferwil di Aula Muktamar itu berlangsung hingga menjelang subuh. Nampak hadir sebagai mushahih  dalam komisi Waqiiyyah KH. Yasin Asmuni, KH. Mahrus Maryani, KH. Ali Maghfur Syadzili dan KH. Murtadlo Ghoni. Sementara dalam komisi Waqiiyyah ditashih oleh KH. Romadlon Khotib, KH. Muhin Aman Ali dan KH. Azizi Hasbulloh.

Tidak hanya itu, “Masalah-masalah yang sudah dirumuskan ini nantinya akan ditashih oleh jajaran Syuriah PWNU Jatim agar nantinya dapat menjembatani dan memberikan panduan kepada umat terkait hal-hal yang dibahas dalam bahsu tersebut.” Tutur Ustadz Ahmad Muntaha AM. selaku moderator acara.

Pembahasan komisi waqiiyyah pagi tadi dilanjutkan dengan pembahasan masalah kontroversi hukum wanita karir yang mengalamai masa ‘iddah, pasca ditinggal suaminya. Juga masalah terkait polemik fasilitas umum di pesantren dan tempat ibadah. Sementara komisi maudhu’iyyah pagi tadi mengkritisi pembahasan masalah terkait zakat profesi.

Untuk hasil selengkapnya, silahkan diunduh disini (komisi waqi’iyyah). [IW]

Konferwil NU Jatim: Meneguhkan NU Sebagai Payung Bangsa

LirboyoNet, Kediri–  (28/07/18) Pembukaan agenda Konferwil PWNU Jatim yang dilaksanakan di aula Muktamar PP. Lirboyo berjalan begitu Khidmat dan meriah. Sebelum manual acara dimulai panitia mengajak para hadirin untuk berdiri bersama-sama melantunkan Indonesia Raya dan Syair Hubbul Wathon.

Dalam sambutannya, KH. Hasan Mutawakkil Alallah selaku ketua tanfidziah PWNU Jatim menyampaiakan bahwa agenda lima tahunan yang bertajuk “meneguhkan kembali NU Sebagai Payung Bangsa” memiliki tujuan agar warga NU senantiasa menjadi warga yang berbangsa dan bernegara dengan baik. “Saya yakin, kita yakin, bahwa keberadaan bangsa Indonesia yang multikultur, multi etnis, multi keyakinan, merupakan anugrah Allah, yang diberikan kepada bangsa ini, yang harus kita jaga, dan pelihara bersama-sama.” Ungkap beliau. “Oleh karenanya, dengan istikamah, (dengan) sikap NU semacam ini, secara global ini, maka NU akan menjadi payung yang teduh untuk bangsa ini, payung yang teduh untuk kader bangsa ini, payung untuk semua elemen bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.”

Beliau juga menekankan bahwa pentingnya menjunjung tinggi Haibah (wibawa) para ulama dan NU, “Karena jika tidak maka yang dikhawatirkan bukan hanya nasib NU tapi juga keutuhan NKRI ini.” Pungkas beliau.

KH. M. Anwar Iskandar juga menekankan, mengenai tiga tugas pokok kita sebagai warga NU. “Paling tidak ada tiga hal penting yang menjadi amanah dari umat dan bangsa ini untuk NU. Nomer satu adalah bagaimana mempertahankan, memperjuangkan, dan melestarikan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah an nahdiyah di bumi nusantara ini. Tutur beliau. “Tugas kedua, bagaimana menyelamatkan negara kesatuan Republik Indonesia ini.” tugas kedua ini, menurut beliau sangat sejalan dengan tema konferwil malam tadi. “Yang ketiga, bagaimana organisasi NU ini kita jadikan alat untuk mejaga kesejahteraan umat nahdhiyyin. Bagaimana umat ini sejahtera dalam ekonomi, kesehatan, keilmuan.” Tutup beliau.

Nampak hadir dalam Acara tersebut, segenap pengasuh PP Lirboyo, ketua umum PBNU KH. Said Aqil Siraj beserta Sekjend PBNU H. Helmi faisal Zaini, juga segenap pengurus NU se-Jatim. Acara berakhir sekitar pukul 23.00 WIB setelah dibuka langsung oleh ketua umum PBNU, KH. Said Aqil Siraj. Agenda-agenda akan berlangsung mulai pagi ini hingga nanti sore.[iw]

 

 

Pembukaan Pasar Rakyat UMKM Konferwill NU

LirboyoNet, Kediri– Gegap gempita Konferensi Wilayah Nahdhatul Ulama Jawa Timur (Konferwill NU Jatim) segera dimulai malam nanti. Sore tadi (28/07/18), sebagai salah satu bentuk acara pendukung Konferwil NU Jawa Timur, panitia menggelar pasar rakyat dan bazar di halaman komplek Aula al-Muktamar Lirboyo, tempat Konferwill NU akan dilaksanakan nantinya. Selain pasar rakyat, tadi sore juga ada penampilan marching band dari PCNU kota Kediri. Pasar rakyat UMKM yang banyak diisi souvebir dan oleh-oleh konferwill tersebut dibuka sore tadi dengan acara seremonial. Dalam pembukaan, Gus Ud (KH. Abu Bakar Abdul Jalil) selaku Ketua PCNU kota Kediri berkesempatan memberikan sambutan. Selain sambutan, ada pula pengguntingan pita oleh Agus H. Ya’lu Anwar Lirboyo sebagai bentuk simbol bahwa bazar telah resmi dibuka.

Kemeriahan pasar rakyat pun sudah terasa sejak sebelum acara pembukaan. Stand-stand yang menjual berbagai macam barang sudah lebih dulu dipadati oleh para pengunjung, tak terkecuali para santri Lirboyo yang tampak begitu antusias.

“Adanya Pasar rakyat ini menjukan bahwa NU senantiasa ikut mendukung kemajuan ekonomi masyarakat”, tutur H. Abdul Mu’id Sohib yang memimpin doa Bersama pembukaan tersebut.

PCNU kabupaten Nganjuk yang meraih NU Award pun ikut memeriahkan pasar rakyat UMKM kali ini. Gus Ab menuturkan bahwa bersamaan dengan acara ini, PCNU kota Kediri juga bisa belajar dari PCNU Nganjuk dalam momen pasar rakyat UMKM kali ini.