Apa yang Terjadi di Zaman Sekarang?

Zaman Sekarang

Di zaman yang semakin canggih ini telah mengurangi banyak sekali kualitas anak-anak kecil. Keseharian mereka hanya diisi dengan bemain game, menonton dan lain sebagainya. sehingga, hal tersebut berdampak kepada kualitas mereka hingga membuat nilai sekolah dan pengetahuan mereka menjadi berkurang.

Begitu juga di lingkungan Pondok Pesantren. meskipun keseharian mereka tidak memegang gadget. ternyata, kualitas anak di Pondok Pesantren juga sangat menurun baik dari segi adab, ilmu dan juga pengetahuannya.

Baca juga: Rahasia Membangun Akhlak Mulia: Menyelami Nasihat Emas Muhammad Syakir al-Iskandari

Sebenarnya ada beberapa yang membuat kualitas anak di zaman sekarang menurun:

1.      Pergaulan.

Pergaulan sangat mempengaruhi pada kualitas orang zaman sekarang. Karna banyak sekali orang yang pintar menjadi bodoh hanya karna berkumpul dengan orang-orang yang bodoh, ada yang bersih menjadi kotor dan yang lain sebagainya. Sehingga kita harus teliti dalam memilih teman karena ketika kita salah memilih teman hal tersebut akan berdampak pada kehidupan kita seperti kata pepatah “Terkadang ikan mati bukan karna ia sakit, tapi karna air yang berada di sekitarnya.”

2.      Rasa Malas

Malas adalah perasaan yang pasti dimiliki oleh semua orang. tetapi, tata cara menghadapinya yang tidak dimiliki oleh semua orang. Perasaan ini sangat mempengaruhi dengan kehidupan, karena hal tersebut akan memicu kita untuk tidak melakukan apa-apa. Oleh karena itu, kita harus memiliki tata cara masing-masing untuk menghadapi rasa malas misalnya dengan cara berkumpul dengan orang-orang yang memiliki semangat dalam belajar dan yang lain sebagainya.

3.      Kurangnya Keinginan/Usaha

Di zaman yang serba maju ini, menyebabkan kualitas orang-orang menjadi menurun. Karna di zaman sekarang segala sesuatu bisa didapatkan secara instan, bahkan jabatan bisa didapatkan secara instan. Hal serba instan inilah yang membuat keinginan orang-orang di zaman sekarang menurun drastis, mereka hanya ingin mendapatkan ilmu (Menjadi orang yang berkualitas) dengan cara yang instan tanpa harus menghabiskan pikiran, waktu dan tenaga. Pemikiran seperti inilah yang sangat harus dihilangkan pada zaman yang serba instan ini.

Baca juga: Sabar: Satu Kata dengan Segala Kesulitannya

4.      Kurang dukungan

Setelah adanya keingian kita juga membutuhkan yang namanya dukungan agar kita tetap semangat. Dukungan sangat mempengaruhi pembelajaran lebih-lebih itu dukungan dari orang tua. Jika memang dukungan dari orang tua tidak cukup, kita bisa mencari sesuatu yang bisa membuat kita tetap semangat. Seperti mendengarkan music, healing dan yang lain lain, dengan catatan hal tersebut bukan malah menjadi perusak proses kita. Karena, terkadang suatu hal yang seharusnya menjadi patokan kita agar semangat malah menjadi perusak.

5.      Doa.

Yang terakhir ini adalah poros dari semuanya, suatu hal yang paling penting untuk dijalankan.

Seperti kata pepatah “Doa tanpa usaha itu sombong, usaha tanpa doa itu bohong.” Sekuat apapun kita berjuang untuk segala hal jika kita tidak berdoa sama saja halnya kita melakukan sesuatu yang sia-sia.

Penulis: Triandi Gusdi Safuta kelas 3 Aly Bagian C.01 asal Kalimantan barat – Kubu Raya-Sungai Kakap kamar V.05

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses