Solusi Mencari Barang Hilang Versi Abu Hanifah

Sebagai ulama ahli fikih yang terkenal dengan kedalaman ilmunya, tak heran jika Imam Abu Hanifah menjadi rujukan dari setiap permasalahan yang dialami umat Islam kala itu. Bahkan masyarakat sering pula menanyakan persoalan dan mencari solusi yang sebenarnya bukan ‘wilayah’ Imam Abu Hanifah. Seperti yang pernah dilakukan oleh salah seorang pemuda. Ia mengadu kepada imam Anu…

lanjutkan

Mensyukuri Jodoh

Pada suatu hari, Al-Atabi sedang berjalan di jalanan kota Bashrah, Irak. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang wanita berparas cantik jelita yang sedang bergurau dengan lelaki tua yang berwajah buruk. Ketika lelaki tua itu berbicara sang wanita, wanita tersebut pun lantas tertawa. Melihat kemesraan tersebut, akhirnya Al-Atabi penasaran. Ia bertanya kepada sang wanita, “Siapakah…

lanjutkan

Kehebatan Sayyidah Aisyah yang Tersembunyi

Abu Abdullah al-Husein bin Ahmad bin Sa’danseorang menteri pada dinasti Buwaihi (373-375 H), pernah mengajukan pertanyaan menarik, “Apakah ada perempuan yang menjadi laki-laki?” Abu Hayyan at-Tauhidi menjawab, “Abu Sa’id al Sairafi menceritakan kepadaku bahwa Aisyah binti Abu Bakar pernah disebut sebagai laki-laki Arab (Rajulah al-Arab). Sayangnya, orang asing (non Arab) kemudian menenggelamkan predikat ini dari…

lanjutkan

Para Pemuda yang Terperangkap Dalam Gua

Rasulullah saw. pernah menceritakan:  Dahulu kala ada tiga orang berjalan-jalan. Di tengah perjalanan turunlah hujan, akhirnya mereka mendapatkan sebuah gua yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh, maka mereka pun masuk ke dalamnya. Kemudian tiba-tiba ada batu dari atas bukit yang menggelinding dan menutupi pintu gua itu sehingga mereka tidak dapat keluar. Salah seorang di antara mereka…

lanjutkan

Berpura-pura Buta

Pada suatu hari, Abu Hanifah datang ke sebuah pemandian umum. Lumrahnya pemandian umum, membuka aurat seakan menjadi hal yang biasa. Tak dapat dihindari, akhirnya Abu Hanifah mendapati seseorang yang membuka auratnya. Demi menyelamatkan kedua matanya dari maksiat, Abu Hanifah memejamkan matanya dan terus berjalan. Akibatnya, dia menginjak orang yang membuka aurat tersebut. “Sejak kapan Allah…

lanjutkan

Antara Melupakan dan Mengingat Dosa

Imam Junaid, salah seorang ulama Sufi kenamaan, pernah bercerita: Pada suatau hari, aku menemui Sari As-Saqiti yang sedang tertunduk sedih. Aku bertanya, “Apa yang terjadi padamu?” “Ada seorang pemuda mendatangiku dan bertanya perihal taubat. Kemudian aku menjawab bahwa taubat itu tidak melupakan dosa yang pernah diperbuat. Tetapi pemuda tersebut tidak setuju. Ia berkata bahwa taubat…

lanjutkan

Di Antara Dua Kesibukan

Pada suatu hari, ada seseorang yang berkata kepada Hasan al-Basri, “Wahai Abu Said (julukan Hasan al-Basri), di balik tiang itu ada seorang pria yang selalu duduk menyendiri dan enggan bergabung dengan yang lainnya.” “Wahai hamba Allah, aku melihatmu suka menyendiri, apa yang menghalangimu untuk bergaul dengan yang lain?” tanya Hasan al-Basri seraya menghampiri orang tersebut….

lanjutkan

Kuatnya Keyakinan Gadis Kecil

Salah satu orang saleh bercerita: Dalam suatu perjalanan, di tengah gurun Sahara yang panas, aku bertemu dengan seorang gadis kecil. “Dimana engkau tinggal?” tanyaku singkat. “Di tengah gurun Sahara ini,” jawab gadis tersebut. “Apakah engkau tak merasa kesepian?” tanyaku kembali. “Wahai orang yang pengangguran, apakah orang yang nyaman bersama Allah swt. akan merasa kesepian?” jawabnya….

lanjutkan

Etika Bermasyarakat Versi Hatim Al-Asham

Dalam salah satu kitabnya yang berjudul Salalim al-Fudhala’, syekh Nawawi Banten mengutip percakapan antara Hatim al-Asham dan Imam Abu Hanifah: Pada suatu kesempatan, Imam Abu Hanifah bertanya kepada Hatim al-Asham mengenai cara untuk selamat dari bahaya kehidupan dunia. “Wahai Aba Abdirrahman (Hatim al-Asham), sesuatu apakah yang dapat menyelamatkan dari dunia?” tanya imam Abu Hanifah. “Wahai…

lanjutkan

Cerita Bubur Suro

Ketika pertama kali berlabuh dan turun dari kapal, Nabi Nuh as. dan para pengikutnya merasakan kelaparan. Sementara perbekalan yang mereka miliki telah habis. Akhirnya nabi Nuh as. memerintahkan para pengikutnya untuk mengumpulkan sisa-sisa perbekalan yang masih ada. Hasilnya pun terkumpul, ada yang membawa satu genggam biji gandum, biji adas, biji kacang, kacang putih, dan biji-bijian…

lanjutkan