abdul basit na

Sungguh Indah Menjadi Kekasih Rasulullah

Suatu ketika, ada seorang laki-laki yang jarang membaca shalawat kepada Rasulullah saw. Pada suatu malam ia bermimpi melihat Rasulullah. Anehnya, sang Nabi tidak mau menoleh kepadanya. Dengan raut heran dia beranikan diri untuk bertanya, “Ya Rasulullah, apakah engkau marah kepadaku?”  “Tidak.” Lelaki itu masih menyimpan rasa heran. Kemasygulannya belum terjawab.  “Lalu sebab apakah engkau tidak…

Lanjutkan

Maulid Tidak Ada di Zaman Sahabat: Kenapa?

Budaya Maulid Nabi, dalam beberapa statemen yang ditulis para pakar sejarah, dipelopori oleh al-Muzhafar Abu Said (549-630 H/1154-1233 M) Raja Irbil, Baghdad. Ia adalah adik ipar panglima besar perang salib, Shalahuddin al-Ayyubi (532-589 H/ 1137-1193 M). Sampai sekarang, perayaan ini menjadi rutinitas tahunan di berbagai belahan dunia, termasuk Nusantara tercinta. Para sahabat tentu waktunya banyak…

Lanjutkan

Sedalam Cinta, Sesering Menyebut Namanya

Ubayy bin Ka’ab Al-Anshary ra. adalah salah seorang sahabat Rasulullah saw. yang gigih berjuang bersama Rasulullah saw. Ia bukan termasuk sahabat yang pertama kali masuk islam. Ia baru berikrar ketika Baiat Aqabah kedua. Namun, ia memiliki tempat tersendiri di hati Rasulullah saw. Bahkan, Rasulullah saw. memberinya nama kunyah (julukan), layaknya yang juga dilakukannya kepada sahabat-sahabat…

Lanjutkan

Pencetus Istilah Billahit Taufiq Wal Hidayah

  Kalimat penutup pidato dan surat-menyurat khas warga NU sebelum salam penutupan adalah والله الموفق الي اقوام الطريق. yang Arti harfiahnya: “Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya.” Istilah ini diciptakan oleh KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, Jawa Tengah. Sebelum menciptakan kalimat Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq, Kiai Ahmad telah menciptakan istilah…

Lanjutkan

Lonceng Keramat dan Menghitung Liburan

Lirboyo masih menyimpan sisi keunikannya dengan rapi, dari segi tata bangunannya saja yang terkesan carut-marut tidak seperti pondok-pondok lainnya yang tersusun rapi berbaris, tapi justru itu yang patut di banggakan, karena menandakan bahwa pondok ini berdiri setelah kedatangan santri, baru setelah itu bangunan menyusul, pun di bangun atas dasar suka-rela dan gotong-royong para santrinya. Pondok…

Lanjutkan

Kisah Nasehat untuk Pejabat

Zaman digital seperti sekarang ini apapun dari belahan dunia lain bisa kita temukan di tempat. Informasi yang di dapatpun dari berbagai sumber yang keakuratannya di sesuikan dengan tujuan penyebarnya. Sehinga ujaran kebencian atau hoax tak terelakkan. Ketika ada apapun yang mengenai harga diri atau nama kebesaran akan berbuntut pada permusuhan dan saling caci. Semua bermula…

Lanjutkan

Sensitifitas Perppu Ormas dan Semangat NKRI

Kondisi kenegaraan dan kebangsaan dekade belakangan ini sangat miris dan perlu untuk di tegak ulangkan. Karena wabahnya tidak hanya menasional tapi sudah mengglobal. Kalau kita perhatikan, banyak sekali  negara di dunia, dewasa ini mengalami hal yang sama tentang kenegaraan; krisis nasionalisme. Rong-rongan pada kewenangan  pemerintah banyak sekali kita jumpai, dengan berbagai cara di lakukan.melalui ideologi,…

Lanjutkan

Menyimak Sisi Kemunduran Islam

Zaman kejayaan Islam, yang kalau di hitung-hitung di mulai pada tahun 750 hingga 1258 masehi. Di kurun  tahun tersebut, lingkungan kehidupan dunia islam begitu gegap gempita dalam semarak laku agama, sosial, keilmuan, politik dan sebagainya. Berlomba dalam kebaikan sangat di prioritaskan, bebas dalam berpikir dan berpendapat mendapatkan tempat yang nyaman, sehingga tak heran sempalan islam…

Lanjutkan

Lupa Tidak Mengerjakan Rukun Shalat

Assalamualaikum wr. Wb. Saya ingin bertanya. Bagaimana tindakan makmum yang lupa tidak mengerjakan rukuk, padahal imam sudah di posisi sujud. Apakah ia langsung memenuhi rukun yang lupa tidak ia kerjakan? Padahal ia sedang sholat berjamaah, yang mana harus mengikuti imam, dan kalau dikerjakan langsung berarti ia sudah keluar dari jamaah, ataukah bagaimana? Mohon penjelasannya, terima…

Lanjutkan

Pacaran Islami, adakah ?

Assalaamualaikum wr. Wb Saya sering mendengar istilah pacaran islami, sebenarnya apakah memang ada cara-cara berpacaran ala islam itu, melihat kata-kata pacaran itu berkonotasi negativ, yang pasti merujuk pada perilaku-perilaku menyimpang. Terimakasih Wassalamu’alaikum Hadi, jember. Walaikum salam wr. Wb. Rasa cinta pada lawan jenis ada sebuah kepastin dan kodrat wajar dari manusia. Ada banyak kandungan hikmah…

Lanjutkan