abdul basit na

Fenomena Kecil-kecil Mondok

Beberapa tahun belakangan ini Pondok Pesantren Lirboyo -mungkin juga yang lainnya- kebanjiran santri di bawah umur, ketika awal ajaran baru tiba tidak sedikit dari para pengais ilmu itu dari kalangan anak–anak, meski mungkin tidak pernah di lakukan pendataan langsung, kenyataannya jumlah mereka semakin banyak di jumpai dilingkungan Pondok. Jauh dari orang tua mungkin sudah biasa…

Lanjutkan

Kadar Kemuliaan Sebanding dengan Cobaan

Ada satu sunnatullah, ketentuan Allah, yang telah berlangsung sejak manusia diciptakan: kesuksesan hanya dapat diraih dengan kerja keras dan keberhasilan dalam melewati rintangan dan cobaan. Di satu ketetapan lain, Allah juga memiliki peraturan, yang sepenuhnya milik Dia:  bisa saja ia memilih salah satu makhlukNya untuk menikmati kemapanan hidup tanpa harus berjerih payah terlebih dahulu. Namun,…

Lanjutkan

Mengkultuskan Kiai? Tunggu Dulu

Dalam praktek beragama, baik tata ritual maupun laku sosial, santri tidak hanya menyandarkannya kepada dalil yang ia kaji dari kutubussalaf, tetapi juga kepada uswah yang bisa ia lihat, ia dengar, dan ia rasakan nurnya secara langsung, yakni tingkah polah para kiai. Kiai yang dimaksud di sini tidak bisa dibatasi dengan pengertian muballigh, atau penceramah. Kiai…

Lanjutkan

Iman itu Ketenangan Jiwa

Hidayah berupa iman yang Allah swt. anugerahkan kepada kita adalah sebuah kenikmatan yang terbesar. Iman merupakan tiket dan syarat pertama diterimanya sebuah amal. Tanpa iman, amal hanya terkatung-katung tak diterima. Seperti halnya amalnya orang-orang kafir, karena mereka tak memenuhi persyaratan, kebaikan yang mereka perbuat hanya dibalas di dunia. Orang-orang kafir Quraisy, meskipun pada akhirnya kebanyakan…

Lanjutkan

Tuhan dan Tukang Cukur

Satu siang, di tempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Kebetulan yang dicukur itu Zaid, seorang alumni sebuah Pesantren ternama. Kian lama obrolan dua orang itu kian hangat saja. Dari tema yang mulanya ngalor-ngidul, si tukang cukur yang “abangan” itu membawa obrolan ke masalah seputar akidah.   “Kalau menurut saya, Tuhan…

Lanjutkan

Dahsyatnya Pengaruh Lingkungan

Lingkungan kehidupan manusia tidak hanya melulu tentang makan dan nyaman yang perlu untuk di pikirkan, akan tetapi juga mengenai keselamatannya di hari mendatang, dan ini yang di rasa sangat perlu paling  di utamakan dan di latih. Sebab selain juga karena sangat berat, tidak hanya membutuhkan waktu bertahun-tahun, atau kalau tidak sama sakali dapat di gapai…

Lanjutkan

Tradisi Bersalaman dengan Guru ala Santri

Setiap selesai shalat Jumat, santri Lirboyo membiasakan diri untuk ikut tahlil bersama di makam para pendiri dan pendahulu pondok ini. Biasanya rutinitas ini dipimpin langsung oleh KH. M. Anwar Manshur. Selepas wiridan dan melaksanakan shalat badiyah Jumat, beliau langsung menuju makam keluarga yang terletak tepat di belakang Masjid Agung Lirboyo. Sebelum beliau tiba di lokasi,…

Lanjutkan

Kesaksian Baik Pada Mayit

Kematian adalah sebuah kepastian bagi setiap yang hidup, kedatangannya tak di duga, bisa kapan saja, tidak peduli dengan kondisi empunya nyawa, sanak yang di tinggal, atau penyebabnya. Hanya bisa pasrah dan rela dengan hasil amal yang pernah di perjuangkan dulu, baik ataupun buruknya. Disaat nyawa sudah terpisah dengan wadanya yakni tubuh, di situlah kewajiban-kewajiban bagi…

Lanjutkan

Terlena di Dunia Modern

Manusia lahir di dunia dengan tanpa membawa bekal apapun, ia terlahir dengan kondisi telanjang tanpa sehelai pakaian, selanjutnya allah memberinya pakaian, harta dan segala-galanya yang dulu sekali sudah allah tetapkan akan Ia berikan padanya. Maka sudah pasti dan harus manusia itu membutuhkan tuhan untuk keberlangsungan hidupnya di dunia dan akhirat. Selain hal-hal yang kasat mata,…

Lanjutkan

Membela Jomblo di Malam Jumat

Keunikan kata-kata dan guyonan gaya baru selalu timbul tenggelam bergantian di lingkungan masyarakat kita, bisa menambah gerr suasana cengkerama di tengah situasi hubungan sesama yang beberapa tahun belakangan banyak keretakan dan semakin melebar saja. Semisal, setiap hari Kamis tiba sebagian masyarakat bercanda satu sama lain, terutama lagi pasangan pengantin baru, dengan ucapan, “Sudah hari Kamis…

Lanjutkan