Tag Archives: Kunjungan Pondok Lirboyo

Kunjungan Mahad Tarbiyatul Islamiyah Jakarta ke Pondok Pesantren Lirboyo

Kediri, (Lirboyo.net). Mahad Tarbiyatul Islamiyah mengadakan studi banding ke Pondok Pesantren Lirboyo siang tadi 24 Desember 2019. Sekitar 90 santri bersama beberapa asatidznya berkumpul di kantor Al-Muktamar berbincang-bincang dengan Pengurus Pondok Lirboyo mengenai sejarah, kurikulum, maupun kegiatan sehari-hari di Pondok Pesantren Lirboyo.

Mahad Tarbiyatul Islamiyah merupakan pondok milik MTs Negeri 24 Jakarta yang kini tengah mendidik lebih dari 100 santri dari sekitar 450 siswa madrasahnya.

Salah seorang asatidznya yang ikut berkunjung merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo. Beliau adalah ustadz Andri. Beliau merupakan satu dari tiga alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang kini menjadi pengajar di Mahad Tarbiyatul Islamiyah.

Dengan mengadakan kunjungan tadi, para peserta memperoleh banyak informasi mengenai Pondok Pesantren Lirboyo.

Kunjungan Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (FORPESS)

Lirboyonet, Kediri- Minggu (19/11) dini hari rombongan FORPESS (Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan) sampai di Ponpes Lirboyo, dengan keadaan letih karena terjebak macet dalam perjalanan, meski telah larut dan dalam keadaan letih acara study banding tetap dilaksanakan di Gedung Rusunawa Lirboyo.

Acara yang dimulai pukul 00.00 Wib dini hari itu di hadiri pimpinan pondok dan pimpinan MHM Lirboyo, dari rombongan FORPESS ada 47 Orang, rata-rata dari rombongan adalah kiyai-kiyai dari pondok yang ada di Sumetra Selatan.

Kedatangan kami kesini untuk bersilaturrahmi sekaligus lebih akrab dan hendaknya kami mendapat berkah dari kunjungan ini, sehingga bisa kami tularkan di pondok-pondok Sumatera Selatan” kata KH. Saifulloh Hadi yang merupakan Pimpinan FORPESS.

Agus H. Adibussoleh Anwar selaku DPP Ponpes Lirboyo memberikan penjelasan tentang struktur keorganisasian Ponpes Lirboyo dan menceritakan kisah pendiri Ponpes Lirboyo. “KH. Abdul Karim memiliki istiqomah mempeng sebagai bentuk keberhasilan dalam belajar”

Sebagai perwakilan dari MHM Lirboyo Bpk. Imam Rosikin Chumaidi yang menjabat salah satu mudir MHM Lirboyo menjelaskan tentang kegiatan yang ada dalam madrasah, termasuk menjelaskan keberhasilan santri dalam belajar  salah satunya adalah adanya musyawaroh di MHM dan lagi di Lirboyo Mustahiq mengikut kepada anak didiknya ketika naik kelas.

Silaturahim Guru-Guru Dayah Aceh

LirboyoNet, Kediri- Silaturahim memang menjadi media penting dalam mempererat tali persaudaraan. Silaturahim juga dapat ‘memanjangkan umur’, sabda Nabi Muhammad SAW. Kemarin, Ponpes Lirboyo kedatangan tamu dari provinsi Aceh. Mereka adalah para guru-guru dayah, sebutan untuk pondok dan madrasah diniyah di Aceh. Mereka adalah guru-guru terpilih yang mendapatkan misi untuk belajar Bahasa Inggris secara khusus di kampung Inggris, Pare, Kediri. Mereka mewakili seluruh guru yang ada di provinsi Aceh, yang total memiliki 23 kabupaten dan kota.

Mereka dikirim oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk selama sebulan belajar Bahasa Inggris di kota Kediri. Selain rombongan guru yang hendak mengikuti kursus kilat bahasa Inggris, terdapat juga rombongan yang menghendaki kursus bahasa Arab. Ditengah kesibukan studi mereka inilah, mereka sempatkan bersilaturahim ke Ponpes Lirboyo, sekaligus ‘menimba sedikit pengalaman’ akan beberapa metode yang diterapkan di Ponpes Lirboyo.

Agus Zulfa Ladai Robbi, selaku pimpinan Ponpes Lirboyo menyambut hangat kedatangan mereka. “Kami dari pondok pesantren Lirboyo, sangat berbangga dan berbahagia atas kedatangan teman-teman sekalian.” Tutur Agus Zulfa. “Ini merupakan nambah-nambah saudara dan silaturahim.” LanjutAgus Zulfa.

Setelah sekitar dua jam berada di Ponpes Lirboyo, sekitar 30 orang guru asal negeri serambi Mekah ini kemudian kembali bertolak menuju Pare untuk melanjutkan studi.

Kunjungan Syekh Muhammad Bin Ismail Zain al-Yamani di Lirboyo

Lirboyonet, Kediri – Pondok Pesantren Lirboyo Senin malam (24/07/17) mendapat kunjungan ulama yang berasal dari kota mulia, Mekah. Beliau adalah Syekh Muhammad bin ismail Zain al-Yamani. Beliau adalah ulama yang masih cukup muda, namun sudah banyak berkiprah dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Bertempat di serambi Masjid Lawang Songo, Syekh Muhammad bin Ismail memberikan kalam hikmahnya kepada santri-santri untuk menyegarkan santri yang haus akan ilmu.

“Allah menginginkan dengan keberadaan pesantren, madrasah islamiah, agar mempunyai peran penting di dalam memperluaskan ajaran agama. Sejarah mencatat, ulama berperan besar dalam melindungi dan menjaga keselamatan sosial masyarakat, sehingga dengan ajaran dari ulama ini, negara menjadi kuat,” buka beliau. Di hadapan ratusan santri, beliau mengungkapkan bahwa jasa para pendiri dan pengasuh pesantren tidak bisa diremehkan. “Para masyayikh di pondok pesantren, terutama pondok ini adalah orang-orang yang utama juga luar biasa. Mereka mengokohkan seluruh umur dan waktunya untuk kepentingan khidmah dan menyebarluaskan akhlakul karimah.”

 

Beliau dilahirkan pada bulan Rabi`ul Awal tahun 1352 Hijriyah di kota Dhahi. Kota ini terletak di wilayah Wadi Sardud, kota yang banyak mengeluarkan ulama dan orang yang shaleh-shaleh. Semasa kecil, kira–kira usia lima tahun, beliau selalu dijaga betul oleh ayahnya, sehingga hampir tiada waktu tanpa belajar dan mengaji. Jika madrasah libur, beliau disuruh untuk berguru ke Syekh Ahmad Barizi Muhammad Fatahillah. Suatu hari, ketika sedang menunaikan ibadah haji,  ayahanda Syekh Ahmad Barizi bermimpi mendengar anak kecil membaca Al-Quran dengan suara yang lantang dan syahdu. Kemudian beliau mencari sumber suara itu. Ketika sampai, beliau melihat seorang anak kecil yang tak lain adalah Syekh Muhammad bin Ismail, yang pada waktu itu masih berusia 10 tahun. Itulah sebagian tanda bahwa beliau akan menjadi orang besar.

Semoga kita bisa meniru jejak langkahnya dalam rihlah ta’allum, perjalanan mencari ilmu, sehingga mampu menjadi manusia yang berilmu dan berakhlakul karimah. Amin.][

Al-Habib Umar bin Zain bin Smith Temui Santri

LirboyoNet, Kediri. Kemarin (03/05) Pondok Pesantren Lirboyo kembali kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah Al-Habib Umar bin Zain bin Ibrahim bin Smith dari kota Madinah Al-Munawwaroh. Beliau sendiri merupakan putra Al-Habib Zain bin Smith Ba’lawi, salah seorang habaib nusantara dan pengarang kitab Al-Manhaj Al-Sawi yang kemudian berhijrah ke kota Madinah Al-Munawwaroh.

Beliau beserta rombongan meluangkan waktu untuk menyapa para santri di serambi masjid Lawang Songo. Cukup banyak santri yang belum pulang dan bertatap muka dengan Al-Habib kemarin. Para santri dengan  antusias menyambut tamu agung ini, mereka sampai rela duduk berdesakan di serambi masjid. Khusyuk, para santri mencatat satu demi satu wejangan-wejangan yang diberikan oleh Al-Habib.

Dalam kunjungan singkat ini, beliau menyampaikan banyak nasihat dan petuah. “Kita niat berada di perkumpulan seperti ini karena ilmu. Karena Rasul SAW. Beliau yang menjadi sebab akan terkumpulnya kita di tempat yang berkah ini.” Tutur beliau melalui seorang penerjemah.

Al-Habib Umar bin Zain bin Smith berkali-kali mengingatkan mengenai keutamaan ikhlas dalam mencari ilmu. “Kalianlah (para santri-Red) yang tengah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Oleh sebab itu saya mengajak kalian, untuk tidak mencari ilmu karena dunia, tidak mencari ilmu kecuali dengan dibarengi amal. Karena ilmu akan tetap ada dengan diamalkan.” Kata beliau. “Yang harus kita jadikan pedoman, bahwa karena hakikat ilmu ini, mereka para nabi dan rasul telah diutus ke dunia ini. Mereka diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan ilmu.“ Tambah Al-Habib.

Pagi kemarin, beliau juga membuka sedikit diskusi dan pertanyaan. “Bagaimana caranya agar seorang penuntut ilmu bisa tetap memiliki semangat hingga akhir hayat?” tanya seorang santri yang hadir.

Mereka para ulama hingga usia delapan puluh tahun, semangat mereka dalam belajar masih sama seperti para pemuda.” Terang Al-Habib, “karena mereka tahu, bahwasanya harganya ilmu begitu mulia disisi Allah dan Rasulnya. Dan mereka punya tanggung jawab menyebarkan ilmu kepada masyarakat, agar masyarakat tahu tentang hakikat syari’at Allah SWT dan sunnah-sunnah Rasul SAW.”  Pungkas beliau.

Lirboyo sering menerima kunjungan tamu-tamu besar dari berbagai daerah. Biasanya, selain bersilaturahim ke ndalem, para tamu tersebut juga menyapa para santri. Seperti Al-Habib Syekh bin Abdul Qadir As-Segaf belum lama ini, dan Al-Habib Ali Zainal Abidin dari Malaysia, beberapa waktu silam.[]