Tag Archives: MQK

Lomba MQK Wilayah Kediri 2017

LirboyoNet, Kediri-Pergelaran lomba Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) se-Wilayah Kediri kembali diselenggarakan. Kali ini Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyyah III, yang merupakan Pondok Unit Lirboyo, menjadi tuan rumah. Pagi yang terik di hari Ahad (17/09) lomba digelar di masjid Ponpes Lirboyo HM Al-Mahrusiyah III, di kelurahan Ngampel, Mojoroto, Kota Kediri. Dengan didatangi berbagai santri se-Karisidenan Kediri sebagai peserta, masjid yang begitu luasa ini terlihat penuh. Tidak hanya para santri putra dan putri yang hadir di masjid itu.  Jajaran Kementerian Agama pun ikut menghadirinya.

Agus H. Reza Ahmad Zahid selaku pengasuh Ponpes ini, dan juga sebagai tuan rumah perlombaan memberikan sambutan dalam sesi pembukaan lomba. “Kepada para peserta lomba, bersungguh-sungguhlah kalian dalam perlombaan ini.  Yakinkan diri kalian, bahwa kalian itu mampu. Lomba MQK adalah lomba yang tidak sembarangan.”

Dalam perlombaan kali ini terdapat 11 majelis yang terdiri dari beberapa fan, yakni tafsir & ilmu tafsir, Hadist & Ilmu Hadist, Tauhid, Nahwu, Balaghoh, Usul Fiqh, Tarikh, Akhlaq, Fiqh, Debat Bahasa Arab dan Debat Bahasa Inggris. Pada setiap majelis juga masih terbagi dari tingkat Ula dan Wustha, dan Ulya.

Adapun Pondok Pesantren Lirboyo mengirimkan santri delegasi sebanyak lebih dari dua puluh santri. Mereka disebar dalam berbagai fan-fan yang dilombakan.

Perlombaan MQK pada pagi tadi mendatangkan berbagai juri, yakni:

  1. H. Muhammad Syafi’ (Tafsir)
  2. M. Zainul Fuad (Hadist)
  3. H. Ahmad Kafabihi (Nahwu)
  4. Ali Mahfudz Sidiq (Fiqih)
  5. M. Dinul Qoyyim (Ahlaq)
  6. Agus Syahrowardi (Tauhid)
  7. Agus Ali Mukhtar (Tarikh)
  8. M. Fahim Mubarok (balaghoh)
  9. M. Ali Wafa (Ushul Fiqih)
  10. Ahmad Fauzi Lc.MA. (Debat Bhs. Arab)
  11. Joshua Parfitt (Stamford-British) (Debat Bhs. Inggris).

 

Lirboyo Mengirim Delegasi di MQK Kota Kediri

LirboyoNet, Kediri- Pemahaman atas warisan literatur salaf (kitab kuning) merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam pelestarian khazanah keilmuan Islam. Hal tersebut sangat disadari oleh Kementrian Agama Kota Kediri dengan menggelar seleksi Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) sebagai wujud nyata dalam menumbuhkan gairah keilmuan santri dalam bidang kecakapan dalam memahami kitab kuning.

Ajang perhelatan Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) untuk tingkat Kota Kediri resmi digelar pada rabu kemarin (05/04) bertempat di Pondok Pesantren Salafiyyah, kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri.

Kegiatan  tersebut diikuti sebanyak 233 peserta yang berasal dari santri berbagai pesantren yang tersebar di Kota kediri. Dari angka tersebut, mereka digolongkan ke dalam 3 tingkatan (Marhalah) yakni Marhalah Ula, Marhalah Wustho, dan Marhalah ‘Ulya. Adapun materi yang dilombakan disesuaikan dengan masing-masing tingkatan yang mencakup fan Tafsir, Hadits, Balaghoh, Nahwu, Fiqih, Ushul Fiqih, Tarikh, Akhlaq, dan lain-lain.

Menurut Abdul Aziz, kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Kota Kediri, diharapkan dengan adanya acara yang menjadi agenda dalam menyongsong Musabaqah Qiroatil Kutub Nasional (MQKN) yang akan digelar di Rembang, Jawa Tengah beberapa waktu mendatang tersebut menjadi pemacu kesemangatan santri dalam meningkatan pemahaman keagamaan terutama dalam bidang penguasaan kitab kuning, “Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) yang diselenggarakan Kemenag kota Kediri ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan gairah keilmuan, agar generasi muda lebih semangat lagi dalam mengaji” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Pondok Pesantren Lirboyo mengirimkan sekitar 190 delegasi yang berasal dari utusan Pondok Induk dan seluruh Pondok Unit, baik putra maupun putri di bawah naungan Ponpes Lirboyo. Semuanya akan mengisi seluruh lini perlombaan yang diadakan.

Dan apapun hasilnya nanti, dengan didasari dengan niat yang tulus dan ikhlas maka akan menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekedar juara.][

 

 

 

 

 

 

Delegasi MQK Kota Kediri Menuju Probolinggo

LirboyoNet, Kediri – Sebanyak 52 orang santri putra-putri dan 9 orang official Delegasi MQK (Musabaqoh Qiro’atul Kutub) Kota Kediri diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Nurul Qodim Paiton Probolinggo, untuk mengikuti MQK Tingkat Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan mulai tanggal 09 Mei 2011 hingga 15 Mei 2011.

Dalam cermonial pemberangkatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Hasan komplek Pondok Pesantren LIrboyo ini (07/05), hadir pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH. Ahmad Idris Marzuqi dan KH. Imam Yahya Mahrus, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Kediri beserta staf dan beberapa pengurus Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam sambutan atas nama Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. A. Idris Marzuqi mengatakan “ Silahkan ditata niatnya, bahwa inti dari kegiatan ini adalah mencari Ridlo Allah semata, sehingga perasaan akan lebih tenang,” ujar beliau, lebih lanjut Kyai yang juga Mutasyar PBNU ini mengatakan apapun yang diperoleh nantinya, semua wajib bersyukur, sehingga tidak mempunyai beban apapun.

[ads script=”1″ align=”center”]

Senada dengan Mbah Kyai Idris Marzuqi, KH. Imam Yahya mahrus mengatakan “salah satu tujuan utama penyelenggaraan MQK ini adalah mengangkat kembali nilai-nilai Pesantren yang saat ini mulai pudar,” ujar beliau tegas, selanjutnya Rektor IAIT Tribakti ini juga menambahkan jika pelaksanaan MQK ini sangat banyak hikmahnya, oleh karenanya segenap delegasi Lirboyo diharapkan lebih bersemangat dan giat.

Dalam sambutan atas nama pemerintah Kota Kediri, Kepala Kantor Kementrian Kota Kediri, Haryono Msi mengatakan “Mewakili segenap jajaran Pemerintah Kota Kediri, kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dan kami secara khusus menghaturkan terima kasih kepada segenap Kyai yang berkenan hadir memberikan Do’a dan restu,” Ujarnya ramah. Selanjutnya Pak Haryono menambahkan jika seluruh pembiayaan pengiriman delegasi ini, ditanggung sepenuhnya oleh kantor Kementrian Agama Kota Kediri.

Ketua Kafilah (delegasi.red) Pondok Pesantren Lirboyo, Ust. Arif Akbar disela-sela pemberangkatan ketika ditemui Crew Lirboyo.net di Masjid Al-Hasan mengatakan “seluruh delegasi MQK Kota Kediri berasal dari Pondok Pesantren Lirboyo, sehingga kami harus maksimal dalam mempersiapkan semua, termasuk memberikan kursus secara privat dengan metode satu peserta satu pembimbing,” ujarnya.

Salah seorang peserta MQK delegasi Kota Kediri, Abdurahman Auf ketika diwawancarai mengatakan “Secara mental insya Allah saya sudah siap, karena berbagai persiapan yang telah dilakukan,” ujarnya semangat, selanjutnya remaja yang juga Putra KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus ini menambahkan meskipun persiapan yang dilakukan hanya 15 hari, namun dia yakin akan mampu menjawab pertanyaan pada saat pelaksanaan. Seiring dengan jawaban ca’ Aiman (Panggilan akrab Abdurrohman Auf.red) M. Syarif Hakim, peserta pada kategori Ula dengan pelajaran Djurumiyah ini mengatakan “Minta do’a restunya saja, semoga bisa menang,” ujarnya bercanda, remaja putra KH. Anim Falahuddin Mahrus ini menambahkan jika persiapan yang dilakukan sudah prima.rIFF