Manfaat Ilmu Pengangkat Derajat Penyebab Kehancuran

manfaat ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan seseorang. Dalam tradisi Islam, ilmu dipandang sebagai kunci untuk mengangkat derajat manusia, baik di dunia maupun akhirat. Sebaliknya, kebodohan adalah salah satu penyebab utama yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kehinaan, meskipun ia berasal dari keturunan yang terhormat.

Ilmu Itu Mengangkat, dan Kebodohan Itu Menjatuhkan

Bahwasanya ilmu akan mengangkat derajat orang yang rendah, sementara kebodohan dapat merendahkan orang yang tinggi. Sebagian ulama menyatakan:

َمَنْ شَرُفَ نَسَبُهُ وأَظْلَمَ بالجَهْلِ حَسَبُهُ نَزَلَ بِهِ الحال، ووُضِعَ مقامُهُ معَ الجهال، فما الحياة إلا لأهل العلم، وما الموت إلا لأهل الجهل

“Siapa yang keturunannya mulia, tetapi dirusak oleh kebodohan, maka ia akan jatuh dalam keadaan hina. Kehidupan sejati hanya milik orang-orang yang berilmu, sedangkan kematian adalah bagi orang-orang bodoh.”

Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa. Kemuliaan sejati tidak hanya terletak pada garis keturunan atau kedudukan sosial. Akan tetapi seseorang harus memiliki pengetahuan dan pemahaman. Orang yang hanya mengandalkan kebesaran nama leluhurnya. Namun tidak menambahnya dengan ilmu. Maka akan berakhir kehilangan kehormatan dan tempatnya ada di antara orang-orang bodoh.

Baca Juga: Awal Kemunculan Ilmu Nahwu

Kehidupan Sejati Ada di Dalam Manfaat Ilmu

Ada ungkapan lain yang juga menggambarkan pentingnya ilmu dalam kehidupan:

وفي الجَهْلِ قَبلَ المَوتِ مَوتُ لأهلِهِ فأجسادُهُمْ قَبلَ القُبُورِ قُبُورُ وليس له حتى النُّشُورِ نُشُورُ وإن أمراً لَمْ يَحْيَ بالعِلمِ مِيِّتٌ ففي العلم حياة الأبد، وفي الجَهْلِ مَوتُ الأبد

Dalam kebodohan sebelum kematian terdapat kematian bagi pemiliknya, tubuh mereka sebelum kuburan adalah kuburan. Dan tidak ada kebangkitan bagi mereka, bahkan hingga hari kebangkitan. Sesungguhnya, perkara yang tidak hidup dengan ilmu adalah mati.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa kehidupan sejati tidak hanya bergantung pada eksistensi fisik. Namun, kehidupan sejati tergantung pada pengetahuan seseorang. Orang yang hidup tanpa ilmu itu seperti orang yang “mati”, meskipun tubuhnya masih hidup. Karena mendapatkan kehidupan sejati dan abadi hanya bisa tercapai melalui ilmu. Sedangkan kebodohan membawa pada kematian yang abadi.

Kematian Sejati Adalah Kebodohan

Sebagian ulam mengungkapkan:

ليس من مات فاستراحَ بِمَيْتٍ إنما المَيْتُ مِيتُ الأحياء

“Bukanlah orang yang mati dan beristirahat itu mati, sesungguhnya yang mati adalah mereka yang hidup di antara orang-orang hidup.”

Makna di balik pernyataan ini adalah bahwa orang yang hidup dalam kebodohan dan jauh dari Allah SWT. Adalah orang yang sesungguhnya mati, meskipun secara fisik masih hidup. Ini menggambarkan betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan spiritual seseorang.

Baca Juga: Muhammad bin Dawud Al-Shinhâji; Biografi dan Warisan Ilmu

Nilai Akal dan Bahaya Kebodohan

Sejalan dengan pentingnya ilmu, para ulama salaf mengatakan:

خَيْرُ المواهب العقل، وشَرُّ المصائب الجهل

“Sebaik-baik anugerah adalah akal, dan seburuk-buruk musibah adalah kebodohan.”

Ini menunjukkan bahwa salah satu nikmat terbesar manusia adalah kemampuan untuk berpikir dan memahami. Akal adalah alat utama untuk mencapai ilmu. Sebaliknya, kebodohan adalah bencana besar yang dapat menghancurkan seseorang, meskipun ia tampak sukses secara lahiriah.

Baca Juga: Kiai Habibullah Zaini Pecinta Ilmu yang Bersahaja

Ada pula ungkapan yang menyatakan:

تعلم فليسَ المَرءُ يُولَدُ عالماً وليسَ أَخُو عِلمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ وإِنَّ كَبِيرَ القَومِ لَا عِلْمَ عِندَهُ صغير إِذا التَفَّتْ عَلَيْهِ المَحافِلُ

“Belajarlah, karena manusia tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah seorang yang berilmu sama dengan orang bodoh. Bahkan pemimpin yang tidak memiliki ilmu tetaplah kecil jika berada di tengah pertemuan.”

Pesan ini menekankan pentingnya usaha belajar. Ilmu bukanlah sesuatu yang bisa didapat secara instan atau karena status sosial. Bahkan seorang pemimpin akan tetap terlihat tidak berharga dihadapan orang-orang berilmu, jika ia tidak memiliki pengetahuan.

Kesimpulan

Ilmu adalah fondasi yang mengangkat derajat manusia, membawa kehidupan sejati, dan memberi makna pada eksistensi seseorang. Sebaliknya, kebodohan adalah sumber kehinaan dan kematian yang abadi, meskipun tubuh seseorang masih hidup. Oleh karena itu, setiap manusia, tanpa terkecuali, dituntut untuk terus belajar dan menambah ilmu agar bisa hidup dengan penuh makna serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Itulah Sebagian dari pada manfaat ilmu, semoga kita diberi keinginan untuk belajar. Amin.


Ahmad ibn Zaini Dahlan, Manhajus Sawi (Kairo: Maktabah al-Mashriyyah, 1340 H), jilid 1, hlm. 73.

Baca Juga: Dari Syair, Kekecewaan Hingga Sejarah Ilmu Arudl

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

2 thoughts on “Manfaat Ilmu Pengangkat Derajat Penyebab Kehancuran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses